Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
116 Tes Lagi


__ADS_3

Zee di buat terkejut karena mendengar suara Adam.


Ia langsung menghapus air matanya dan menyalakan kran air.


"Ee.. iya mas, ada apa"


"Kamu ngapain dari tadi di kamar mandi?"


"Ee.. a..aku mau cuci muka mas"


"Apa sayang, aku ga denger. Coba matikan dulu airnya"


Zee sengaja menyalakan kran airnya agar Adam tidak mendengar suaranya yang habis menangis.


"Bentar lagi aku keluar kok mas, tunggu ya"


Zee sedikit melantangkan suara nya agar Adam bisa mendengarnya.


"Cepetan ya sayang, aku punya sesuatu nih buat kamu. Aku tunggu di depan ya"


"Iya mas..."


Zee segera mencuci wajahnya agar mata sembabnya hilang.


Ia menyembunyikan hasil tes nya, karena ia ingin membuat kejutan untuk Adam.


Di sofa di depan TV Adam menunggunya.


"Mas..."


"Eh sini sayang, duduk" Adam menepuk sofa di sampingnya agar Zee duduk di sana.


"Ada apa mas?"


"Kamu ngapain dari tadi di kamar mandi, lama banget?"


"Oh.. i itu, aku sakit perut mas"


"Sekarang masih sakit?"


"Engak kok, udah ga papa sekarang"


"Aku punya sesuatu buat kamu"


"Sesuatu? Apa itu, mana?" tanya Zee penasaran

__ADS_1


Adam mengambil sebuah kotak kecil dan memberikannya pada Zee


"Apa ini mas? Perhiasan kah?"


"Buka lah"


Dengan semyuman lebar Zee membuka kotak itu.


Dan begitu isinya terlihat , Zee kembali membulatkan matanya.


"Hah? tes kehamilan lagi? Bagaimana mungkin? Apa jangan-jangan mas Adam audah tau kalau aku hamil? Kalo beneran iya, rencana kejutan ku gagal deh" gumam Zee dalam hatinya


Adam tersenyum sambil memegang tangan Zee.


"Aku ga tau dengan aku membeli alat ini akan membuat mu senang atau tidak. Yang pasti tujuan aku membelinya karena aku hanya ingin memastikan keadaan mu" ucap Adam


Zee akhirnya bisa bernafas lega karena Adam masih belum tahu dan rencana kejutannya masih kemungkinan bisa ia lakukan.


"Memastikan? Maksud kamu apa mas?" tanya Zee pura-pura bingung


"Gini sayang, akhir akhir ini kamu tuh ga kek biasanya. Tiba-tiba pingsan, ga mau lihat dan makan nasi, mual muntah, mood berantakan. Kamu tau itu apa?"


"Ngak, emangnya kenapa?"


"Itu merupakan sedikit dari banyaknya tanda-tanda kehamilan. Makanya aku beli ini agar kamu tes, kamu hamil apa ngak, gitu" jelas Adam


"Kalo aku tes lagi sekarang mas Adam pasti akan langsung tau hasilnya, dan rencana kejutan ku akan batal. Tapi kalo aku nolak aku harus beralasan apa? nanti malah mas Adam jadi curiga. Aduh... gimana ya..."


"Sayang... Kamu kenapa bengong? Kamu ga mau tes?"


"Hah... Apa mas? Kenapa?" saut nya tak nyambung


"Kamu kenapa ngelamun? Ga perlu takut akan hasilnya, mau positif atau negatif itu ga masalah sayang. Yang penting rasa penasaran ku udah hilang, mau ya di pake?"


Terlihat bagaimana besarnya rasa penasaran di wajah suaminya, itu membuat Zee tidak tega jika harus berbohong padanya.


Zee akhirnya mengangguk dan mau memakai alat tersebut.


"Nah gitu dong, ga usah takut akan hasilnya. Kalo positif Alhamdulillah, kalo negatif ya kita usaha lagi, ya"


Adam membuntuti Zee hingga ke kamar mandi.


"Loh mas Adam mau masuk juga? Ngapain?"


"Ya mau lihat hasilnya lah"

__ADS_1


"Tunggu di luar aja sih mas, masa harus nunggu di dalam?"


"Ya ga papa, emangnya kenapa? Kan udah biasa kita ke kamar mandi bareng-bareng" genit Adam


"Ngak boleh! Mas Adam tunggu di luar aja"


"Ngak, pokok nya aku mau lihat karena aku mau tau bagaimana cara kerja dari alat itu. Ayo lah sayang, makin penasaran ini suami mu" Adam terus merengek agar Zee membolehkannya masuk.


Karena Adam yang terus memaksa Zee akhirnya membolehkan.


Lagi pula tak ada alasan buat dia malu, karena mereka memang sering mandi bersama.


Setelah mengambil urine nya, mereka keluar dari kamar mandi.


Zee membuka alat tes itu dan mencelupkannya pada urine nya.


"Kok di celupin sih sayang? Emang petunjuk pemakaian nya harus gini?"


"Ya emang gini mas, udah mas Adam lihat aja. Perhatikan dengan baik baik garis apa yang akan muncul"


"Oke" jawab Adam dengan penuh antusias


Adam memerhatikan dengan seksama bagaimana urine itu membuat alatnya bekerja.


Sedangkan Zee dengan penuh haru memerhatikan raut wajah suaminya, begitu jelas besarnya harapan yang ia taruh pada alat tersebut.


Setelah beberapa saat, alatnya mulai menunjukkan sesuatu.


"Sayang ini kok yang muncul bukan garis, tapi malah tanda +. Kan kalo negatif itu garis 1, dan kalo positif garis 2. Tapi ini kok...?" Adam heran sambil terus menatap alat itu.


"Mas. Negatif itu di sebut min, dan kalo positif disebut apa?" tanya Zee


"Negatif \= min. Positif \= plus. hah..?"


Adam langsung membulat kan matanya, ia baru sadar dengan apa yang ia ucapkan.


Tanda + itu artinya positif, dan itu berarti kalo istri nya saat ini positif hamil.


Adam menatap lekat bola mata istrinya seakan bertanya, apakah memang benar ini nyata.


Dengan senyuman dan mata yang mulai berkaca-kaca Zee mengangguk.


"Aku positif mas" ucapnya dengan suara yang menahan tangis


Adam langsung memeluk Zee dengan sangat erat, air mata bahagianya mengalir deras dan bibirnya tak henti-hentinya mengucap syukur Alhamdulillah.

__ADS_1


Zee membalas pelukan Adam dengan erat, selain bahagia karena telah hamil ia juga sangat terharu melihat reaksi dari suaminya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2