Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
126 Tetangga Julid


__ADS_3

Karena sebentar lagi akan mengadakan syukuran 4 bulanan kandungannya, mereka kini mulai mempersiapkan segala keperluannya.


Karena ini kali pertama mereka membuat acara di rumah, tak ada pengalaman dan juga orang tua, sungguh sangat membuat mereka pusing terutama Adam.


Adam meminta Zee untuk membuat list keperluan apa saja dan Adam yang mempersiapkan.


Segala persiapan untuk acaranya sudah 40%, dan acaranya 8 hari lagi.


Hari ini Adam pergi ke pabrik seperti biasanya, itu karena kondisi Zee yang sudah lebih baik.


Sore hari saat menunggu suaminya pulang, Zee duduk di teras depan rumah sambil memainkan hp nya.


Tiba-tiba Dita menelponnya.


"Assalamualaikum bumil...." sapa Dita


"Wa'alaikum salam, cie... udah sampe di Jepang ya? Kapan sampe nya?"


"Alhamdulillah, baru aja nyampe"


"Alhamdulillah kamu sampe dengan selamat. Kira-kira kamu berapa hari di Jepang?"


"Hm... Kalo ga salah 3-4 hari deh, kenapa emangnya?"


"8 hati lagi aku mau adakan syukuran 4 bulanan, kami bisa datang?"


"8 hati lagi? In sya Allah bisa dong"


"Alhamdulillah... Aku sama mas Adam lagi bingung nih nyiapin acara nya, kami kan ga pernah bikin acar apapun. Apa lagi sekarang udah ga ada umi yang bisa di mintain pendapat" lata Zee


"Apanya yang bikin pusing sih Zee, emang rencananya kamu mau ngundang siapa aja?"


Zee lalu memberi tahu Dita siapa saja yang ia undang, dan Dita oun memberikan saran dan solusi agar.


Setelah saling bertukar pendapat Zee kini merasa lebih tenang.


"Oh ya besok gue mau keliling Tokyo, lo mau hadiah apa dari gue?" tanya Dita


"Hm... apa ya? Terserah deh hadiah apa aja, tapi yang pasti aku ga mau yang murah ya"

__ADS_1


"Yee... Dasar lu yak"


"Hehehe... ngak ngak bercanda. Apa aja deh, yang penting bermanfaat buat aku"


"Gue beliin kimono ya, gimana?"


"Kimono? Ya kali aku di Indonesia pake baju kimono, kamu mah ada-ada aja, ngak mau!"


Dita tertawa cekikikan karena sahabatnya mulai kesal terhadapnya.


"Iya iya, in sya Allah gue bakalan beliin sesuatu yang bagus khusus buat lo. Kalo gue dan Aa' pulang ke Indonesia dengan selamat gue bakalan datang ke rumah lo bawain hadiahnya" ucap Dita yang membuat Zee tak suka mendengarnya


"Kok ngomongnya gitu sih? Aku ga suka"


"Loh kenapa? Ya kan kita ga tau takdir kita besok dan seterusnya gimana, gue cuma bilang aja kok"


"Ya tetap aja, mestinya kamu bilang gini. Iya gue bakalan pulang dengan selamat, gitu"


"Iya iya maaf buk. Doain gue sama suami gue pulang dari sini dengan selamat, oke"


"Iya aamiin..."


"Oke, Assalamualaikum..."


"Wa'alaikum salam"


Setelah Dita menjawab salamnya Zee pun mematikan hp nya.


Ternyata tanpa Zee sadari sedari tadi ada beberapa ibu-ibu yang mendengarkan percakapan nya dengan Dita.


"Lagi telponan sama siapa neng?" Tanya bu Eka


"Ini sahabat saya dari Bandung" jawab Zee


"Tadi kalo ga salah denger, kamu lagi hamil ya?" imbuhnya


"Alhamdulillah bu, iya" jawab Zee dengan penuh senyuman


"Wah Alhamdulillah ya, sudah berapa bulan usia kandungannya?"

__ADS_1


"Alhamdulillah minggu ini sudah 4 bulan"


"Wah selamat ya, kapan mau ngadain syukuran?"


"In sya Allah minggu depan bu"


"Pantesan selama ini Adam yang selalu belanja tiap pagi, karena istrinya lagi hamil muda rupanya" saut bu Risma


"Iya bu Risma, mas Adam gak nge bolehin aku lakuin pekerjaan rumah"


"Manja amat, saya dulu hamil ga gitu juga neng. Saya sampe punya 3 anak ga pernah tuh ngerepotin suami"


"Iya tuh saya juga bu. Bahkan nih ya, saya juga masih aktif kerja sampe kandungan tua" timpal bu Seli


"Ya kan beda orang beda juga hormonnya bu ibu. Ga semua ibu hamil itu sama" saut bu Eka


"Eh tapi bener loh bu Eka kata bu Seli barusan. Orang dulu-dulu itu kalo hamil ga ada yang manja, semuanya bisa di lakukan sendiri. Masak, nyapu, nyuci ngepel, bahkan juga kerja"


"Beda suami beda nasib bu, bu Risma sama bu Seli ga manja pas hamil karena ga di manjain sama suaminya kan. Ga usah ngusilin ibu hamil yang manja deh" bu Eka langsung meng skakmat dan kedua nya langsung berhenti menyudutkan Zee


"Ibu-ibu ini habis dari mana ya?"


Zee mencoba memberikan pertanyaan agar suasana bisa sedikit santai


"Kami habis dari pengajian di masjid" saut bu Eka


Bu Seli mencolek lengan bu Risma sambil mengedipkan matanya.


Duo julid itu berbicara dengan bahasa isyarat.


"Bu Eka, kita mau pulang dulu deh. Kalo bu Eka masih mau bergosip di sini, ya ga papa kita mau pulang aja" ucap bu Risma


Bu Eka tersenyum sesaat lalu mengerutkan alisnya.


"Ya sudah kalo kalian mau pulang duluan, silahkan. Lagian sudah tak ada bahan gosip lagi bukan?"


Mendengar jawaban bu Eka, bu Risma dan bu Seli makin gerah dan segera pergi tanpa mengucapkan salam.


...(Terus dukung karya author ya, like dan komen kalian author tunggu. angsung follow juga ga papa ☺️)...

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2