Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
59 Nasgor Gosong


__ADS_3

Adam menggelengkan kepalanya. Ia menarik kursi lalu menyuruh Zee untuk duduk. Sedangkan Adam duduk berjongkok di bawah Zee sambil memegang tangannya.


"Kamu bilang kamu tidak melamun?"


"Aku emang gak melamun kok mas" elak Zee


"Pertama, aku mengetuk pintu dan mengucapkan salam kamu tidak mendengar nya. Yang kedua, kamu memasak dengan api besar tapi yang di aduk hanya bagian atasnya saja. Dan yang ketiga, kamu tidak sadar saat aku datang dan mematikan kompornya" jelas Adam


Zee seketika langsung membulatkan matanya.


"Hehehe..." Zee tertawa karena salah tingkah.


"Jadi kompornya mati bukan karena gas nya habis ya? Ya udah mas Adam tunggu dulu ya sebentar lagi nasi gorengnya udah mateng kok"


Zee beranjak dari duduknya ingin melanjutkan nasi gorengnya yang sempat tertunda.


Adam membiarkan Zee melanjutkan menggoreng nasinya, yang mana bagian bawahnya sudah sangat tercium bau hangus.


Saat Zee mengaduk nasinya terlihat bagian bawahnya yang mulai berwarna coklat.


"Yah... Nasinya gosong mas"


Adam menghampirinya lalu mengambil spatula nya.


"Ga papa kok. Apa pun yang istri ku masak aku akan makan dengan senang hati. Ya meskipun menu kali ini adalah nasi goreng gosong"


"Ih, mas Adam. Ini pujian apa hinaan sih?"


"Mana mungkin aku tega menghina masakan istri ku, tudak mungkin... O ya apa kamu sudah memasukkan garamnya?"


"Belum"

__ADS_1


"Kamu siapkan saja piring dan air minum nya biar suami mu saja yang melanjutkan nasi goreng gosong nya, ya..."


"Ih... Mas ih. Kok di ulang ulang sih ngomong gosongnya"


Zee lalu pergi dan mengambil piring dan gelas yang kemudian ia siapkan di meja.


Adam tertawa melihat istrinya yang mulai kesal dengannya.


Selesai menggoreng nasinya Adam lalu membawanya ke meja makan lalu menyajikannya.


Sedangkan Zee hanya duduk memperhatikan dengan bibirnya yang manyun.


"Selamat makan istri ku sayang..." Ucap Adam sambil menyajikan nasi goreng di hadapannya.


Karena perut yang memang sudah sangat terasa lapar Adam segera memakannya.


"Bismillah... Em... Rasanya...."


Zee merasa aneh dan heran, karena dari kelihatannya nasi gorengnya tidak seenak itu.


"Mas Adam ga usah bohong deh. Bilang aja nasi gorengnya pahit karena gosong"


"Siapa bilang pahit, enak kok. Kaya ada bau bau smoki nya gitu"


Zee tetap tidak percaya dengan Adam.


Tapi melihat suaminya yang begitu lahap memakannya, Zee akhirnya juga penasaran dan segera menyantapnya juga.


Begitu nasi gorengnya masuk ke mulut, Zee langsung membulatkan matanya.


Rasanya memang benar-benar enak, tidak seperti nasi goreng gosong.

__ADS_1


"Gimana? Enak kan?" Tanya Adam


Zee mengangguk sambil terus mengunyahnya.


"He'em mas, kok bisa enak gini ya. Kayak nasi goreng bakar"


"Kamu sih ga percaya. Suami mu ini ga lernah bohong sayang..."


"Masak sih"


"Loh, masih ragu? Ya ga mungkinlah aku bohong apa lagi sama istri sendiri"


Zee kini mulai perpikir tentang undangan tadi.


"Apa aku beri tahu sekarang aja ya sama mas Adam soal undangan tadi" batin Zee


Adam yang terus makan kini berhenti kerena melihat istrinya kembali melamun.


"Sayang... Ada apa sih?"


Tanya Adam sambil memegang tangan Zee


"Ee.. iya ada apa mas?"


"Kamu kenapa sih, dari tadi melamun terus. Ada masalah? Cerita dong"


"Ga ada masalah kok mas"


Zee masih mengelak, karena ia tidak tahu harus memulai memberi tahu Adam dari mana.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2