
Zee membalas hangat pelukan Adam dengan senyuman yang lebar.
Dan dengan senang hati Adam ingin melanjutkan adegan yang barusan sempat tertunda.
Namun Zee mengalihkannya.
"Kalo mas Adam terus mau melakukan itu lagi, kapan kita beres-beres nya?"
"Ya Allah, aku sampai lupa" Adam menepuk dahinya sendiri dan segera merapikan kopernya.
Setelah itu Adam mengibas kasur dan merapikan bantalnya.
Ia berbaring di satu sisi dan menepuk sisi lainnya.
"Sini...." Panggil Adam dengan senyum yang penuh misteri
"Baru masih jam 8 mas, kok udah mau tidur?"
"Aku ga ngajak kamu tidur"
"Terus?!"
"Ayolah... Jangan mengulur waktu dengan pura pura tidak tau sayang...."
Kedipan maut Adam membuat bulu kuduk Zee bergidik.
"Jangan kedip kedip gitu ih, nakutin tauk"
"Sini sayang...."
Zee meletakkan hp nya di meja dan menghampiri Adam dan ikut berbaring di sisi Adam.
Tanpa kode-kode lagi, Adam langsung menerkam Zee dengan pelukan yang penuh gairah.
Menciumi Zee dengan lembut mulai dari kening dan pipinya.
Saat Adam akan kembali ******* bibir Zee, Zee segera memalingkan wajahnya.
Seketika Adam langsung membuka matanya.
"Kita besok berangkat nya jam berapa mas?" Tanya Zee
"Jam 6 dek, kenapa?"
"Istirahat yuk, udah malem"
Zee melebarkan senyumnya berharap Adam tidak marah karena Zee menghindar.
"Kamu takut?"
"Takut apa?"
"Kenapa kamu memalingkan wajah"
"Kan rencananya mau honeymoon, kalau keterusan sekarang terus besok ngapain?"
Jawaban Zee membuat Adam ingin tertawa tapi Adam menahannya.
__ADS_1
"Memangnya kenapa kalau kita lakukan itu sekarang, besok ya lakukan lagi. Dan begitu seterusnya...."
"Ih, mas Adam"
"Aku maunya sekarang"
"Mas Adam beneran?" Tanya Zee memastikan
Adam mengangguk dan melempar senyum nakal pada Zee. "Kenapa? Kamu ga mau?"
"Bukannya ga mau mas, tapi kan...."
Belum selesai Zee menjawab, Adam kembali ******* bibirnya.
Zee hanya bisa terdiam dan pasrah dengan serangan dari Adam meski dalam hatinya ia sungguh takut.
Tangan Adam perlahan mulai membuka kancing depan baju Zee dan terlihatlah dadanya yang begitu putih.
Zee menutup matanya karena dirinya begitu gugup.
Adam bisa merasakan detak jantung istrinya yang tidak beraturan.
Hanya melihat dadanya saja membuat Adam tudak kuasa menahan dirinya, apa lagi belahannya.
Tapi Adam mengambil selimut dan memakainya berdua dengan Zee.
"Berbalik lah...." Ucap Adam
Adam meminta Zee membalikkan badannya untuk membelakangi Adam.
Adam memeluk tubuh Zee dari belakang, mwlingkarkan tangannya di perut Zee yang ramping.
"Mas....?" Panggil Zee dengan pelan
"Tidurlah...."
Zee ingin membalikkan tubuhnya menghadap Adam, namun Adam mencegahnya.
"Tetaplah seperti ini" ucap Adam
Zee mulai heran dengan sikap Adam yang awalnya begitu bergairah dan sekarang malah menyuruhnya tidur
"Kenapa mas?"
"Aku tidak tahan. Jika kita tidur saling berhadapan, mungkin kamu akan aku serang sekarang"
Jawaban Adam lagi lagi membuat Zee bergidik.
Zee menarik selimutnya dan menggenggam erat tangan Adam di perutnya.
"Jika mas Adam menginginkan sekarang, aku siap" ucap Zee dengan pelan.
Meski hatinya di selimuti rasa takut, tapi Zee tetap harus melayani Adam demi memenuhi tugasnya sebagai istri.
"Tidurlah... Jangan bahas ini lagi. Aku ingin sekarang kita istirahat. Tapi untuk besok aku ingin kamu benar benar menjadi istri ku yang seutuhnya"
Adam mencium lama kening Zee sambik berdoa dalam hatinya.
__ADS_1
"Ya Allah... Gadis inilah yang Engkau pilihkan untuk menjadi istri ku, aku bersyukur ya Allah. Dia baik, penurut dan sekarang rajin beribadah. Mohon terus jaga iman di hatinya agar bisa menjadi panutan bagi calon buah hati kami nanti, aamiin..."
Keesokan harinya setelah sholat subuh mereka segera bersiap untuk berangkat ke bandara.
Adam mengemasi tiket dan keperluan lainnya sementara Zee menyiapkan roti bakar untuk sarapan.
"Udah apa belom sayang...." Panggil Adam
"Iya mas, sudah kok"
Adam menghampiri Zee ke dapur dan melihat Zee sedang menuangkan jus ke dalam botol.
Adam langsung membantu Zee memasukkan roti nya ke kotak bekal.
"Sudah? Cuma ini aja?"
"He'em. Hayuk..." Zee menggandeng lengan Adam dan berjalan keluar.
Mereka sarapan di dalam mobil karena ingin menyingkat waktu.
Zee menyuapi Adam yang sedang mengemudi.
Tak lama mereka pun sampai di bandara.
Mereka berada di ruang tunggu untuk menunggu jadwal keberangkatan sambil duduk dan bercerita.
Setelah beberapa saat, mereka pun terbang ke Turki.
Sebelas jam penerbangan membuat mereka benar-benar kelelahan.
Mereka langsung menuju hotel dan beristirahat.
Zee memesan makanan karena perutnya begitu lapar.
Selesai makan lalu mandi untuk menyegarkan diri.
Zee sudah sangat tidak sabar untuk berkeliling.
Tempat baru, suasana baru dan orang orang baru.
"Mas, ayo..."
Zee menggedor pintu kamar mandi menyuruh Adam cepat keluar
"Ada apa dek?"
"Ayo cepetan ih"
"Ayo? Ayo apa? Mas masih mandi sayang, kamu udah ga sabar ya"
"Iya mas, makanya cepetan ih. Aku udah nungguin loh dari tadi"
"Giliran aku lagi mandi aja kamu ga sabar, tunggu bentar ya"
Adam senyum senyum sendiri membayangkan kalau Zee benar-benar tidak sabar untuk melanjutkan adegan kemarin malam yang tertunda.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1