Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
20 Perubahan Zee


__ADS_3

Keesokan harinya Adam pergi ke toko sendiri.


Ia lalu memanggil Dina dan menyuruhnya menaruh kembali lingerie itu ke tempatnya.


"Kenapa pak? Ibu Zee ga suka modelnya?" Tanya Dina


"Astaghfirullah Dina, kamu nyuruh istri saya buat make begituan? Itu baju apaan?"


"Ini namanya baju dinas pak"


"Baju dinas apa?"


"Baju dinas istri di depan suami. Masak bapak ga tau"


"Astaghfirullah... Tidak tidak. Kamu ga usah aneh-aneh. Taruh kembali itu"


Dina tertawa kecil melihat ekspresi Adam yang seperti itu.


"Alah bapak. Bilangnya ga suka sama bajunya tapi suka sama isinya. Heheh...." Dina berbicara dalam batinnya


*****


Di tempat lain Dita menjadi kewalahan karena di kejar-kejar oleh awak media yang mencari berita tentang Zee.


Dita menutup rapat-rapat di mana Zee berada saat ini.


Berita tentang menghilangnya Zee dari dunia entertain menjadi heboh dan trending di media.


Bahkan banyak rumor palsu yang tersebar.


"Dita, udah ada kabar belom dari Zee? Kapan dia kembali?" Tanya om Roy


"Dita ga tau om. Kemaren sempet nelpon Zee tapi dia bilang masih mau istirahat di rumah suaminya"


"Di rumah suaminya? Bisa-bisanya Zee memilih tinggal bersama orang asing dan meninggalkan karirnya?! Hah gilaaa. Telpon dia dan suruh segera kembali!"


"Iya om. Nanti Dita coba hubungin Zee lagi"


"Kok nanti, sekarang! Nama Zee saat ini sedang booming booming nya, pasti mudah membuatnya jadi lebih kaya"


Dita lalu mengambil hp nya dan segera menghubungi Zee.

__ADS_1


Dita takut karena om Roy terlihat sedang marah. Jadi apapun perintah nya Dita segera lakukan.


Om Roy adalah manajer yang sangat ambisius.


Dia selalu ketat dan disiplin dalam mengatur jadwal Zee.


Om Roy terkesan seperti menganggap Zee adalah mesin ATM baginya.


Tak heran jika Zee minta cuty, saat kembali om Roy akan memberikan segudang jadwal yang begitu padat bagi Zee.


Dita mengerti kenapa Zee selalu minta cuty dan ingin hidup seperti orang biasa, selama ini Zee mampu bertahan karena memiliki sahabat sekaligus asisten pribadi seperti Dita.


Dita berpura-pura seperti sedang menelepon Zee, karena sedari tadi om Roy selalu menyuruhnya.


Dita memberi alasan kalau Zee saat ini masih ingin break dari entertain, dan itu menjadi alasan bagi om Roy untuk kembali memarahi Dita.


Dita di marahi habis-habisan dan terus menyuruh Zee untuk kembali.


Sejujurnya Dita sudah sejak lama tidak menyukai om Roy, namun Dita bertahan karena berkat om Roy karir Zee melambung tinggi dan berkat itu juga kehidupannya mulai membaik.


Setelah om Roy pergi, Dita mengirim pesan untuk Zee.


"Zee, gimana kabar lo?"


Dita khawatir bagaimana keadaan Zee di sana.


Karena Zee pernah memberi tahu dirinya bahwa Adam dan orang tuanya adalah orang yang agamis, sedangkan Zee sangat minus dalam agama.


Dita mencoba menelpon Zee tapi tak aktif.


"Lo kemana sih Zee chat ga di bales, di telpon ga bisa" gerutu Dita.


*****


Dua minggu sudah Zee tinggal bersama suaminya, Adam.


Dia benar-benar merasa nyaman hidup jauh dari kota.


Hidup bukan sebagi artis melainkan seperti orang biasa.


Di tempat baru, suasana baru, kebiasaan baru serta orang-orang yang baru dia kenal.

__ADS_1


Hidupnya serasa lebih tenang dan damai.


Beberapa hari belakangan ini Zee mematikan hp nya karena ingin betul-betul menikmati hidupnya saat ini.


Zee kini sudah mulai terbiasa menggunakan pakaian tertutup serta berhijab. Setiap harinya Zee selalu membantu umi Fatimah melakukan pekerjaan rumah, merawat tanaman bahkan sesekali ikut Adam ke toserba nya.


Adam dan Zee sudah mulai saling mengenal dan mulai akrab.


Zee bahkan sudah tidak sungkan untuk meminta bantuan dari Adam.


Mereka berdua sudah mulai menerima keadaan dan saling memulai untuk menerima pernikahan ini dengan lapang dada.


Kini Zee sudah mulai tahu caranya berwudhu dan sholat. Zee bahkan sudah hafal beberapa surah perdek tapi masih belum bisa untuk mengaji.


Setiap habis Maghrib dan subuh Zee meminta umi Fatimah untuk mengajrinya mengaji.


Jika umi Fatimah sedang berhalangan maka Adam yang membantu nya belajar mengaji.


Malu pasti iya, karena sudah dewasa masih belum bisa mengaji. Tapi Adam memberinya motivasi dan dukungan agar Zee terus belajar.


Karena tidak ada kata terlambat jika kamu mau belajar dan berusaha.


Seperti biasa Adam selalu sholat lima waktu berjamaah di masjid, sedanhkan Zee berjamaah dengan umi Fatimah.


Selesai sholat isyak umi Fatimah mengajari Zee mengaji. Karena merasa sedikit pusing, umi Fatimah meminta Zee meneruskan sendiri belajar mengajinya.


"Kamu belajar mengajinya sendiri dulu ya nak, umi merasa agak pusing"


"Loh, umi sakit? Kenapa ga bilang sama Zee. Zee buatin teh manis ya"


Umi Fatimah tersenyum karena dirinya begitu di perhatikan oleh menantunya


"Tidak usah nak. Nanti habis istirahat pasti pusingnya hilang"


"Ya udah ayo Zee bantu umi ke kamar" Zee meletakkan Alquran nya di meja


"Tidak usah, umi masih mau di sini. Kamu teruskan saja mengajinya ya"


"Baiklah umi, Zee lanjukan mengaji di kamar saja ya"


"Ya sudah..."

__ADS_1


Zee lalu pergi ke kamarnya untuk terus belajar mengaji sedangkan umi Fatimah yang masih dengan mukenahnya tetap di ruang tamu menyenderkan kepala sambil menutup matanya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2