Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
27 Sahabat Adam


__ADS_3

"Kamu kangen sama umi?" Tanya Adam


Zee mengangguk sambil mengusap air matanya.


"Kamu menangis gara-gara itu?" Tanya Adam lagi


Zee kembali mengangguk dengan pertanyaan Adam.


Adam memegang pundak Zee dan menatap serius matanya yang berair


"Aku adalah suami mu dan kamu adalah istri ku. Segala yang terjadi padamu adalah tanggung jawab ku. Katakan pada ku apa yang sebenarnya terjadi"


"Maksud mas Adam apa?" Tanya Zee


"Kamu menangis setelah berbelanja sayur di luar. Apa ada yang menyakiti mu?"


Zee tidak menjawab dan memalingkan wajahnya.


"Jawab aku istri ku...."


"Aku hanya merindukan umi, mas..."


"Benarkah?"


"Iya..." Jawab Zee dengan mengangguk


Adam kembali memeluknya.


Sebenarnya Adam sudah mengetahui kalau Zee menangis bukan karena merindukan umi.


Tapi karena gunjingan ibu-ibu tadi.


Karena saat Zee keluar Adam memperhatikannya dari balik jendela.


Adam juga mendengar jelas apa yang mereka katakan.


"Ternyata benar kata umi. Kamu itu adalah orang yang baik, hanya saja jalan yang kau pilih sebelumnya salah. Ya Allah lindungilah kami selalu...." Batin Adam


Adam lalu memminta Zee untuk beristirahat dan dirinya yang akan memasak.


Tapi Zee menolak, dan akhirnya mereka masak bersama.


Hari demi hari berlalu dengan cepat.


Sedikit demi sedikit mereka mulai terbiasa dengan keadaan yang hanya di lewati berdua saja.


Kini sudah 3 bulan usia pernikahan mereka namun mereka sama sekali belum pernah melakukan yang namanya hubungan suami istri.


Hubungan mereka bak abg yang masih pacaran.


Hanya sebatas berpelukan dan cium kening saja.

__ADS_1


Adam sebenarnya ingin segera bisa berhubungan intim dengan Zee, namun Adam takut kalau Zee masih belum siap.


tapi menurut Zee, Adam lah yang masih belum siap untuk itu, karena sebenarnya Zee sudah siap jika Adam mengajaknya.


Hari ini Adam kedatangan tamu, yaitu sahabatnya dari Kairo.


Adam dan Zee sibuk mempersiapkan penyambutan kedatangannya dengan memasak berbagai makanan khas Indonesia.


Seperti opor, rendang, bahkan ayam geprek dengan sambal dower khas buatan Zee juga ada.


Beberapa makanan ringan serta aneka minuman dingin seperti es cendol.


"Tapi mas, kenapa kita ga buat makanan-makanan Kairo saja? Dia kan tidak terbiasa dengan makanan kita." Tanya Zee


"Itu karena aku mau lebih mengenalkan makanan khas Indonesia, apa lagi masakan mu" jawab Adam sambik mencubit kecil hidung Zee


"Mas Adam ih, aku nanya serius tau. Nanti kalau ga di makan kan sayang, mana udah masak sebanyak ini lagi."


"Tenang tenang. Dia bisa makan ini kok. Malah dulu pas aku masih di Kairo mereka minta aku buat masakin makanan Indonesia. Katanya pedesnya Indonesia tuh nagih...."


"Masa....." Ledek Zee


Adam lalu menggelitik tubuh Zee dan membuatnya tertawa lepas. Tiba-tiba....


Hp Adam berdering dan seketika mereka berhenti bercanda.


"Assalamualaikum...." Ucap Adam saat menjawab teleponnya


Tak lama, Adam mematikan hp nya


"Ayo..." Ajak Adam


"Mau kemana mas?"


"Kita ke bandara, jemput Ishaq"


"Oh tunggu sebentar mas, aku ambil tas dulu"


Ishaq adalah sahabat Adam dari Kairo. Dia sengaja datang ke Indonesia karena ingin memberikan selamat atas pernikahan Adam juga sekaligus berbela sungkawa atas kepergian umi Fatimah.


Ishaq adalah seorang insinyur, karena kesibukannya dia baru sempat untuk mengunjungi Adam.


Ini adalah kali kedua Ishaq main-main ke rumah Adam.


Sesampainya di bandara, Ishaq sudah menunggu Adam.


Mereka bersalaman dan saling berpelukan.


Ishaq mengajak istrinya juga, namanya Aisyah.


Setelah saling sapa, Adam memperkenalkan Zee pada Ishaq dan istrinya lalu segera mengajak mereka pulang.

__ADS_1


Adam yang mengemudi mobil dan Ishaq di sampingnya.


Sedangkan Zee duduk di belakang bersama Aisyah.


Selama perjalanan, Zee hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Ia hanya melempar senyuman saat Adam, Ishaq dan istrinya asyik berbicara dengan bahasa Kairo.


"Kenapa diam saja?" Tanya Aisyah


Zee terkejut karena Aisyah bisa berbahasa Indonesia.


"Kamu bisa bahasa Indonesia?" Tanya Zee tak percaya


Aisyah tersenyum


"Saya asli orang Malaysia. Bahasa melayu dan Indonesia tak jauh beze kan?"


"Saye pun bisa cakap bahasa melayu sikit" sahut Ishaq


"Kalau kalian bisa bahasa melayu, kenapa dari tadi pake bahasa asing?" Tanya Zee


Mereka bertiga dengan kompak tertawa.


"Sorry sorry... Sebenarnye ini rencananya Adam tau. Die sengaje nak buat kamu bingung" kata Aisyah


"Ih mas Adam...."


Dengan cepat mereka bisa akrab dengan Zee.


Sesampainya di rumah mereka segera menyuguhkan makanan ringan untuk sekedar camilan.


Bercerita panjang lebar karena sudah lama tak bertemu.


Sedangkan Zee dan Aisyah bertukar cerita masalah wanita.


"Oh ya dah dapat berape bulan kau kahwin dengan Adam? Ape pasal kau tak udang kami?" Tanya Aisyah


Zee tak tau mau menjawab apa karena mengingat pernikahannya dengan Adam adalah sebuah ketidak sengaja an.


"Ee... Itu... Karena...."


"Lagi ngobrolin apa sih kalian? Serius amat"


Adam sengaja memotong kalimat Zee dengan mengalihkan pembicaraan.


"Kau ni, nape tak undang kite orang mase kahwinan?" Aisyah kembali menanyakan hal yang sama pada Adam


"Oh itu, maaf. Kamu kan orangnya sibuk terutama nih suami mu, lagi pula pernikahan kita hanya sederhana hanya di hadiri keluarga inti saja" jelas Adam


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2