Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
82 Belum Rezeki


__ADS_3

Dua hari kemudian Adam dan Zee pulang ke Indonesia.


Zee berharap akan ada hasil yang memuaskan dari liburannya ini.


Ya, sampai saat ini ia masih terus berharap untuk cepat hamil dan memiliki anak.


Tapi kenyataan tak sesuai dengan harapannya.


Dua minggu setelah nya ia kembali mendapati dirinya menstruasi.


Ia terkejut karena saat bangun dari tidurnya ia melihat banyaknya darah di atas sprei nya.


Seketika tubuhnya menjadi tidak bersemangat.


Ia pergi ke kamar mandi dan menangis.


Zee menyalakan airnya agar Adam tak mendengar tangisannya.


Zee menangis di bawah derasnya air shower, dinginnya udara saat subuh tak ia rasa.


Adam kemudian terbangun mendengar suara bising air yang sedari tadi mengalir tak henti-henti.


Adam melihat sisi sebelah nya kosong dan hanya ada bekas darah di sana.


Ia menghampiri Zee dan mengetuk pintu kamar mandi.


"Sayang... Kamu mandi?"


Namun tak ada jawaban dari Zee.


Adam kembali mengetuk dan memanggil berulang kali, hingga akhirnya Zee membuka pintunya.

__ADS_1


"Sayang kamu lama banget mandinya, apa ga dingin?" tanya Adam


Zee tidak menjawabnya, ia hanya menggelengkan kepalanya lalu pergi.


Adam melihat ada yang aneh dengan istrinya, tak seperti biasanya dia begini.


Adam kembali menghampiri Zee yang sedang membuka sprei nya.


"Sayang, kamu kenapa? Ada apa?" tanya Adam


Zee tetap sibuk membuka dan mengganti sprei nya dengan yang baru, sedangkan Adam terus mengikutinya dan terus bertanya.


"Aku ga papa mas, kamu sholat subuh sana" suruh Zee


Melihat jam di dinding, Adam segera pergi ke kamar mandi untuk berwudhu kemudian segera sholat subuh.


Setelah itu ia mencari Zee dan ternyata Zee sedang ada di dapur untuk membuatkannya susu.


"Apa yang telah membuatmu risau di sepagi ini sayang?"


"Aku ga papa mas"


"Tatap mata ku dan katakan, apa kamu benar-benar tidak apa-apa?"


Zee menatap mata Adam dan itu membuatnya tidak kuat hingga ia langsung menitikkan air matanya dan langsung memeluk Adam.


Adam terkejut karena Zee yang tiba-tiba menangis di pelukannya.


"Ada apa sayang, kenapa kamu menangis?"


Zee tidak menjawabnya, ia tetap menangis di dekapan Adam.

__ADS_1


Adam membiarkan nya terus menangis hingga Zee merasa lebih lega, baru setelah itu Adam memberinya segelas air untuk ia minum agar merasa lebih tenang.


"Apa sekarang kamu sudah merasa lebih baik?"


Zee mengangguk sambil mengusap sisa air mata di pipinya.


"Udah bisa cerita sekarang?" tanya Adam lagi


"Ada apa sayang, katakan. Jangan menyembunyikan hal apapun dari ku, ayo katakan" pinta Adam dengan lembut


"Aku haid mas"


"Haid? bukan kah itu hal yang wajar sayang. Kan memang sudah setiap bulan kamu haid, kenapa sekarang kamu menangis?" tanya Adam tak faham


"Mas Adam ga tau artinya kalo aku haid?"


Adam semakin bingung karena pertanyaan dari Zee, ia hanya menggelengkan kepalanya karena ia benar-benar tidak mengerti maksudnya.


"Kalo aku haid berarti aku ga hamil mas! Impian kita untuk memiliki anak gagal lagi"


Adam tersenyum dan mengusap lembut kepalanya.


"Memangnya kenapa kalau kamu ga hamil?"


"Mas Adam ga mau punya anak?"


"Sayang, bukannya tidak mau. Tidak ada pasangan suami istri yang tidak ingin memiliki anak"


"Lantas, kenapa mas Adam tersenyum!?"


Adam memegang kedua tangan Zee dan menciumnya.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2