Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
110 UGD


__ADS_3

Zee mencoba mengedip kedip kan matanya berharap penglihatan bisa normal.


Tapi bukannya membaik, kepalanya pun kini mulai terasa pusing dan tubuhnya mulai berkeringat dingin.


Riasan di wajahnya tak bisa menutupi betapa pucat nya wajahnya saat ini.


Ia mencoba merangkul lengan Adam untuk ia berpegangan, namun kepalanya sudah sangat terasa berat hingga ia langsung terjatuh dan pingsan saat itu juga.


Semua pun langsung panik dan bingung, terutama Adam.


Adam segera memberikan Dimas pada Dita.


"Sayang... sayang... bangun. Kamu kenapa?"


Adam mencoba membangunkannya dengan memanggil Zee. Menepuk pipinya berulang kali agar Zee tersadar.


"Ya Allah Zee, kenapa dia nak? Apa dia sedang sakit?" tanya bu Rahma


"Ngak tante, dia ga sakit. Dia baik baik aja, tapi ga tau kenapa bisa pingsan" jawab Adam


"Air air... tolong ambilkan air" teriak Choki


Anggun berlari dan mengambil air, dan Anggi mencoba mengoleskan minyak kayu putih di sekitar hidung Zee. Namun percuma Zee tetap tidak sadarkan diri.


"Aku harus ke dokter om tante. Istri saya harus di bawa ke dokter" ucap Adam dengan suara gemetar saling paniknya


"Ayo ayo, kita bawa ke dokter aja. Aku siapin mobil"


Choki segera berlari untuk mengambil mobil.


"Mama, aku titip Dimas ya. Aku mau ikut Zee ke rumah sakit" ucap Dita pada bu Rahma sambil menyerahkan Dimas padanya.


"Iya nak, bilang pada suami mu hati-hati"


"Iya ma, aku pamit ma"


Dita segera berlari menuju mobil.


Choki mengemudi dengan sangat cepat sedangkan Dita mencoba menelpon dokternya.


Keluarga Choki memang sudah punya dokter keluarga dan Zee akan di bawa ke sana.


Selama perjalanan Adam terus berusaha membangunkan Zee.


Pikirannya kini menjadi kacau, ia takut autoimun nya kambuh dan akan. menjadi lebih parah.

__ADS_1


"Allahu akbar.... Ya Allah ada apa dengan istri ku?... Ya Allah... Jangan lagi Engkau beri ia sakit ya Allah, dia sudah cukup menderita" batin Adam


Raut wajahnya terlihat begitu gelisah dengan keringat yang mulai memenuhi dahinya hingga membuat basah rambutnya.


Mulutnya tak henti berdzikir menyebut nama Allah dengan tangannya yang menggenggam erat tubuh istrinya.


Sesampainya di sana Zee segera masuk UGD, dan masih sama seperti dulu Adam ingin menemani Zee ke dalam namun di larang oleh suster.


"Maaf pak, bapak tidak boleh masuk"


"Dia istri saya sus, saya khawatir. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan istri saya?!"


"Mohon tenang pak, di dalam dokter sudah menunggu dan akan memeriksa keadaan istri bapak. Bapak tunggu di luar sambil terus mendoakannya"


"Tapi sus, suster...." panggil Adam karena suster tak menggubrisnya dan menutup pintu.


"Tenang bang, tenang. Di dalam sudah ada dokter yang menangani. Abang tunggu di sini saja ya" Choki mencoba menenangkan Adam


"Iya, kita tunggu di sini aja. Aku yakin Zee ga papa" sambung Dita


Dita dan Choki duduk depan ruangan, sedangkan Adam mondar mandir sambil terus berdzikir.


Sesekali ia mengusap wajahnya gusar karena merasa waktu seakan berhenti berjalan.


"A', tolong belikan air minum ya. Kasih ke suaminya Zee, kasihan" kata Dita


"Ya udah, aku ke kantin dulu ya. Kamu mau minum apa?"


"Air mineral aja A'"


Choki pun pergi ke kantin untuk membeli minuman.


Dita yang tetap mendampingin Adam sambil terys berdzikir dan berdoa untuk sahabat nya itu.


Tiba-tiba hp Dita berdering, panggilan dari mama mertuanya.


"Halo ma, assalamualaikum"


"Wa'alaikum salam nak, gimana keadaan Zee sekarang?" tanya bu Rahma


"Zee masih di tangani sama dokter ma, masih di UGD"


"Nanti mama sama papa mau nyusul kesana"


"Iya ma, Dimas gimana ma?"

__ADS_1


"Ini baru aja tidur. Ini lagi perjalanan pulang. Habis ini kita mau ke sana"


"Iya ma"


"Kalo ada apa-apa, segera kabari mama ya"


"Iya ma"


"Ya udah, assalamualaikum"


"Wa'alaikum salam"


Panggilan pun berakhir tepat saat Choki datang.


"Habis nelpon siapa sayang?"


"Mama yang telpon A'. Katanya bentar lagi mau nyusul kesini"


"Loh acaranya udah selesai berarti?"


"Kayaknya udah deh. Soalnya mama bilang barusan udah di perjalanan pulang"


"Oh gitu, ini minum nya. Aku mau kasih ini dulu ke bang Adam"


Dita mengangguk dan langsung membuka botol minumnya.


"Bang, ini minum dulu" ucap Choki sambil menyodorkan air mineral pada Adam


"Aku ga haus"


"Minum lah bang, biar kamu bisa merasa sedikit lebih tenang"


Adam pun mengambil airnya dan langsung meminumnya.


Dokter yang menangani Zee pun keluar, Adam segera mendekat dan bertanya tentang istrinya didalam.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya? Dia baik-baik saja kan?"


"Alhamdulillah pak, istri bapak baik-baik saja. Dia pingsan karena dia terlalu kelelahan. Sekarang dia sudah siuman"


"Alhamdulillah..." ucap Adam sambil mengusap wajahnya


Begitupun dengan Dita dan Choki yang turut bahagia karena Zee baik-baik saja.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2