Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
16 Hari Pertama Di rumah Adam


__ADS_3

Zee yang sudah mandi dan berganti pakaian duduk di tepi ranjang dan mengambil kalung mama nya.


Zee menatap lekat kalung itu seakan sedang menatap wajah mamanya.


Tatapannya seperti sedang mencurahkan seluruh isi hatinya saat ini.


Mulutnya memang diam tapi air matanya mulai jatuh membasahi pipinya, Zee lalu membaringkan dirinya dan menangis hingga tertidur.


Begitu adzan Maghrib berkumandang umi Fatimah segera membangunkan Adam dan menyuruhnya bersiap untuk sholat di masjid.


"Adam... Bangun nak. Kenapa kamu tidur di sini?"


"Astaghfirullah... Adam ketiduran umi"


"Begitu... Segera lah berwudhu"


Adam segera bangun dan pargi ke kamarnya.


Ia lalu menyalakan lampu kamarnya dan terkejut melihat seseorang yang sedang tertidur di kasur.


Adam lupa kalau dirinya hari ini sudah menikah, dan yang tidur itu adalah istrinya yaitu Zee.


Adam berjalan dengan pelan agar tidak membangunkannya.


Sampai Adam selesai dari kamar mandi, Zee tetap tertidur pulas.


Melihat wajah Zee yang terlihat sembab Adam tidak tega untuk membangunkannya.


"Pasti dia menangis sampai tertidur, aku bangunkan nanti saja sepulang dari masjid" batin Adam


Selesai sholat maghrib umi Fatimah lanjut mengaji, lalu ia teringat dengan Zee.


"Astaghfirullah... aku lupa belum memberikan mukenah pada menantu ku"


Umi Fatimah lalu meletakkan Alquran nya dan mengambil mukenah untuk Zee.


Umi Fatimah mengetuk pintu kamarnya sambil memanggil Zee namun tapi tak ada jawaban.


Saat umi Fatimah hendak membuka pintunya Adam datang.


"Assalamualaikum...."


"Wa'alaikum salam..." Umi Fatimah segera membukakan pintu untuk Adam.


"Nak, istri mu kemana? Dari tadi umi ketuk pintu dan panggil tidak ada jawaban"


"Dia tidur umi"

__ADS_1


"Kenapa tidak kamu bangunin, tidak baik lo tidur menjelang maghrib"


"Adam mau bangunin dia setelah pulang dari masjid, karena sepertinya dia kelelahan dan tertidur pulas" jelas Adam


"Ya sudah, sekarang kamu bangunin dia dan ini mukenanya ya."


Adam masuk ke kamarnya dan Zee masih tertidur pulas.


Adam sedikit bingung bagaimana cara untuk membangunkannya.


Adam merasa grogi dan kaku. Di pikirannya terlintas banyak pertanyaan.


"Bagaimana aku harus membangunkannya? Aku akan memanggilnya dengan apa?" Batin Adam


Adam menyentuh pundak nya dan sedikit menggoyangkannya.


"Sudah maghrib ayo bangun"


Adam membangunkan Zee dengan suara pelan.


Namun Zee seperti putri tidur yang susah di bangunkan.


Adam tetap berdiri di sampingnya dan masih mencoba membangunkan Zee.


Karena Zee tetap tak bangun Adam menutup hidung Zee dengan jarinya membuat Zee kesulitan untuk bernafas.


Zee mengira kalau itu adalah ulah Dita, tapi ternyata yang di depannya adalah suaminya.


"Kamu....?"


"Maaf membuat mu terkejut. Dari tadi aku membangunin tapi kami gak bangun-bangun, maaf" ucap Adam


Zee menunduk malu karena dirinya tidur seperti orang mati.


"Aku ketiduran"


"Bangun lah, ambil wudhu dan segera sholat maghrib"


Zee segera masuk ke kamar mandi dan mecuci mukanya.


Adam menyuruhnya berwudhu tapi Zee sama sekali tidak tau bagaimana caranya.


"Bagaimana ini, gue sama sekali gak tau gimana caranya wudhu. Mati gue ntar kalo gue di tanya mau jawab apa coba!?!"


Zee berbicara sendiri dengan bayangannya di cermin.


Zee lalu keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di tepi ranjang lalu mengambil hp nya.

__ADS_1


Sedangkan Adam sedang khusuk mengaji di sofa.


Sampai Adam selesai mengaji Zee tetap duduk memainkan hp nya.


"Sudah sholat?" Tanya Adam


"Ee... Sebenarnya aku..."


"Lagi halangan?"


Zee mengangguk mengiyakan jawaban Adam.


Terpaksa dia berbohong dan beralasan kalau dirinya sedang halangan.


Toktoktok


"Nak, ayo makan. Umi sudah siapin" terdengar suara umi Fatimah dari balik pintu


"Iya umi" saut Adam dan Zee bersamaan


Makan malam berjalan dengan suasana sepi. Umi Fatimah melihat Adam sesekali melirik Zee dan begitu juga sebaliknya.


Umi Fatimah mengerti ini pasti sangat berat bagi mereka karena di paksa menikah dengan orang yang tak di harapkan.


Umi Fatimah mencoba mencairkan suasana dengan memulai percakapan.


Selesai makan adzan isyak berkumandang. Umi Fatimah masuk ke kamarnya untuk segera sholat sedangkan Adam pergi ke masjid untuk berjamaah.


Zee pergi ke kamarnya lalu kembali mengambil hp nya. Ia melanjutkan mencari di YouTube bagaimana caranya wudhu dan sholat.


Zee memcoba mempelajarinya diam-diam. Karena dia merasa malu jika adam dan umi Fatimah tahu kalau dirinya tuna agama.


Zee mencoba menghafal bacaan niat wudhuk, setelah itu lanjut dengan bacaan sholat.


Zee mengingat-ingat bacaan itu sambil menutup matanya agar lebih konsentrasi.


Tapi bukannya konsentrasi Zee malah ketiduran, karena emang dasarnya Zee ga bisa nemplok di bantal.


Zee ketiduran dengan ho yang masih menyala dan earphone di telinganya.


Adam yang baru pulang dari masjid melihat Zee sudah tertidur lagi.


Adam melihat hp Zee yang masih menyala hendak mengambilnya lalu mematikannya.


Adam terkejut karena yang di tonton oleh Zee adalah pembelajaran dasar anak-anak.


Adam mengambil earphone di telinga Zee dan meletakkannya di nakas di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2