Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
66 Kekuatan Adam


__ADS_3

"Kenapa, takut?" Tanya nya


Zee tetap diam tak bergeming.


"Jangan buru-buru sayang... Tujuan dari menikah itu adalah beribadah bersama, sedangkan anak adalah bonus dari Allah. Umur kamu juga masih 19-"


"Ih... bulan depan aku udah 20 ya"


"Iya iya udah 20. Itu masih muda sayang, dan kita juga belum ada satu tahun menikah"


"Iya aku masih muda, tapi mas Adam kan sudah tua" celetuknya


"Enak aja bilang tua"


"Mas Adam udah umur berapa hayo..."


"Umur 33" saut Adam


"Itu udah tua tauk. Udah om om" ejek Zee


"Enak aja om om. Usia kek aku ini adalah usia emas, kharisma dari seseorang akan begitu terpancar, usia segini nih usia lagi kuat kuatnya tauk"


"Kuat apanya?"


"Mau tau kekuatan apa yang aku maksud?" Pancing Adam


"Mas Adam punya kekuatan? Tenaga dalam?" Tanya Zee penasaran dan Adam pun mengangguk


"Mau lihat dong kayak apa kekuatan nya"


Dengan senyuman licik dan juga menyipitkan matanya Adam menarik Zee ke tengah kasur lalu menindihnya.


Dengan cepat Adam menarik selimut lalu menutupi keduanya.

__ADS_1


Di balik selimut itulah Adam menunjukkan kekuatan yang sesungguhnya pada Zee hingga membuat keduanya mandi keringat bersama.


Keesokan harinya saat Zee tengah di sibukkan dengan memasak sarapan, ho nya tiba-tiba berdering.


Dengan sambil terus memasak Zee tetap menjwab telponnya.


"Assalamualaikum Dit..." Ucapnya


"Wa'alaikum salam... Eh lagi apa lo Zee?" Tanya Dita karena mendengar suara bising dari seberang telponnya


"Ini aku lagi bikin pisang goreng buat mas Adam"


"Oh pantes rame"


"Oh ya tumben nelpon pagi-pagi, ga ke restoran?" Tanya Zee


"Iya ntar agak siangan, oh ya Zee opening rumah makan lo besok lusa kan?"


"Hari ini lo sibuk ngak?" Tanya Dita


"Ngak kok emangnya kenapa?"


"Ya ngak papa sih cuma nanya. Kalo hari ini lo ga sibuk, bisa ngak seharian ini lo stay di rumah ga usah kemana mana?"


"Kenapa?"


"Bisa ngak?"


"Iya bisa ajah sih, emangnya kenapa ih"


"Ini gue ada ngirimin elo paket, dan kemungkinan nyampe nya hari ini"


"O... Paket toh. Ya udah, hari ini gue stay di rumah ga mau kemana-mana. Emang paket apa sih?"

__ADS_1


"Lihat aja nanti kalo udah sampe. Ya udah ya gue mau ke restoran dulu"


"Iya deh. Assalamualaikum..."


"Wa'alaikum salam..."


Telpon pun berakhir bersamaan dengan semua pisang yang sudah selesai di goreng.


Zee menyajikan pisang goreng nya bersama qn dengan teh hangat kesukaan suami nya.


Baru setelah sarapan Adam pamit untuk pergi ke pabriknya.


"Loh mas, ini pisang goreng nya masih banyak loh mas Adam ga suka ya?"


"Bukan aku nya yang ga suka sayang, tapi kamunya yang bikin nya kebanyakan. Masak iya aku semua yang harus habiskan?"


"Eh iya juga ya, tadi saking asyik telponan aku goreng semua deh pisangnya" jawab Zee sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Asyik telponan? Sama siapa sih"


"Ya siapa lagi mas kalo bukan Dita. Oh ya mas, pisang gorengnya mas Adam bawa aja ke pabrik ya?"


"Sebanyak ini? Kamu mau aku makan pisamg goreng seharian?" Tanya Adam tercengang


"Ih ga gitu. Maksudnya mas Adam bawa ini ke pabrik terus nanti di sana bagi-bagi sama karyawan nya mas Adam, gitu"


"Oh... Kirain. Ya udah kamu siapin aja, aku mau panasin mobil dulu"


"Oke"


Segera Zee membungkus pisang gorengnya dengan kotak makan lalu memberikannya pada Adam yang sudah menunggunya di mobil.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2