
Setelah selesai memotret kedua bayinya dari luar jendela, Adam baru sadar ternyata sudah banyak panggilan tak terjawab di hp nya.
17 kali panggilan tak terjawab dari Alfan.
Karena merasa khawatir Adam akhirnya menelpon balik, tapi kali ini Alfan yang tidak menjawab telpon darinya.
6 kali Adam terus mencoba menelpon namun tetap tak ada jawaban.
"Mungkin bang Alfan lagi sibuk di sana. Semoga saja akan ada kabar baik, ya Allah... Semoga Dita dan Choki Engkau berikan kesembuhan, aamiin..."
Adam lalu kembali ke ruangan Zee, karena khawatir jika meninggalkan nya terlalu lama.
Sampai saat ini Zee masih tidak sadarkan diri.
Adam duduk di sampingnya sambil mengaji.
"Permisi pak" sapa dokter yang baru saja datang
"Iya dok" Adam menutup Alquran nya dan meletakkannya di atas meja.
"Ada yang perlu saya bicarakan dengan bapak mengenai kondisi istri bapak"
"Iya dok, silahkan"
"Begini pak, istri bapak ini melahirkan bayi kembar di usia kehamilan 8 bulan. Dan itu menyebabkan kedua bayi bapak lahir prematur, tapi meski begitu keduanya sehat dan sempurna.
Dan mengenai kondisi istri bapak, dia saat ini sangat lemah, karena tadi saat proses persalinan istri bapak sempat mengalami pendarahan hebat.
Kalo boleh tau, apa sebelum ketubannya pecah terjadi sesuatu pada istri bapak?"
"Iya dok, tadi istri saya sempat syok karena mendengar kabar sahabatnya mengalami kecelakaan"
"Itu juga menjadi salah satu faktor istri bapak melahirkan tidak pada waktunya. Stres memicu ketegangan berlebih pada istri bapak"
"Lalu istri saya saat ini..."
"Istri bapak saat ini sedang koma, dia masih bisa mendengar tapi tidak bisa merespon dengan gerakan. Mohon bapak bersabar dan terus doakan agar istri bapak bisa secepatnya bisa segera sadar"
__ADS_1
Adam mengangguk, meski terasa sangat berat tapi ia harus kuat. Demi Zee dan kedua buah hatinya.
Suster lalu meminta Adam untuk melunasi administrasi nya.
"Baiklah pak, kami permisi..." dokter dan suster pun pergi keluar.
Adam kembali duduk di samping Zee sambil memegang tangannya
"Sayang... Bayi kita laki-laki dan perempuan. Mereka sangat lucu dan menggemaskan. Wajah mereka keduanya sama-sama mirip dengan mu.
Aku tau kamu kuat, kamu adalah wanita hebat. Teruslah berjuang melawan sakit mu, aku dan kedua buah hati kita menunggu mu. Kamu pasti sudah sangat tidak sabar bertemu mereka bukan? Maka dari itu teruslah berjuang melawan masa kritis mu sayang, i love you...."
Adam lalu mencium keningnya.
"Tunggu sebentar ya, aku mau bayar administrasi dulu"
Begitu Adam keluar dari ruangannya, hp nya berdering.
Panggilan dari Alfan kembali masuk padanya, segera Adam menjawabnya.
"Assalamualaikum bang... "
"Maaf tadi telponnya ga aku jawab bang, soalnya istri ku harus melahirkan"
"Melahirkan? Bukannya usia kandungannya masih 8 bulan?" tanya Alfan terkejut
Adam lalu menceritakan bahwa ia sudah memberi tahu istrinya tentang Dita. Dan karena itulah Zee menjadi stres hingga menyebabkan kontraksi hebat dan air ketubannya langsung pecah.
Tak ada pilihan lain selain harus melakukan operasi Caesar hari ini juga.
"Ya Allah... Lalu bagaimana keadaan istri kamu sekarang?"
"Dia koma bang"
"Astaghfirullah... Yang kuat ya Dam. Terus kedua bayi mu bagaimana keadaan mereka?"
"Mereka lahir prematur jadi harus masuk inkubator bang, tapi Alhamdulillah mereka sehat dan sempurna"
__ADS_1
"Alhamdulillah, selamat ya penantian lama mu kini sudah terwujud, selamat..."
"Iya bang, terima kasih. Oya bang, kondisi Dita dan Choki gimana sekarang?"
"Itu yang ingin aku katakan sejak tadi. Choki kritis, keadaannya semakin memburuk"
"Ya Allah... Lalu Dita, bagaimana dengannya?"
"Dita... dia..."
"Kenapa bang? Dita kritis juga?"
"Dita lebih dari Choki, Dam. Dia sudah..."
"Bang, jangan bilang kalo Dita..."
"Iya, Dita sudah meninggal Dam...." terdengar suara Alfan seperti sedang menangis
Adam tertegun dan mematung.
Terasa di hatinya begitu kehilangan ketika Alfan menyebut Dita sudah meninggal.
"Dita sudah..." Adam tak kuasa melanjutkan perkataannya
"Iya, dari kecelakaan itu kondisi Dita sejak awal memnag lebih buruk dari pada Choki. Dita bahkan wajahnya di penuhi luka dari kaca yang di hancurkan oleh begal itu. Dan tepat saat adzan maghrib tadi, Dita menghembuskan nafas terakhirnya" jelas Alfan
"Allahu Akbar, astaghfirullah.... Bagaimana aku akan menjelaskan ini pada istriku, aku... aku tidak sanggup bang..."
"Tunggulah hingga istri mu sadar dulu, utamakan kesehatan istrimu karena saat ini ada dua malaikat yang menantinya selain dirimu. Ya sudah aku mau ikut mengantarkan jenazah Dita pulang, assalamualaikum..."
"Iya bang, wa'alaikum salam..."
Begitu telon di matikan Adam langsung menjatuhkan tubuhnya di kursi.
Ia termenung, jika hatinya saja merasa hancur seperti ini lalu bagaimana dengan perasaan istrinya?
Sungguh Zee sangat menyayangi Dita, dan pasti ini akan sangat menyesakkan dadanya.
__ADS_1
Tiba-tiba ada seseorang yang memegang pundaknya hingga membuatnya sadar dari lamunannya.
☀️☀️☀️☀️☀️