Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
99 Kabar Baik


__ADS_3

Para karyawan Adam hanya terdiam, mereka saling menatap satu sama lain.


Kasihan dan tidak enak hati jika harus mengambil pesangon dari bos yang baru saja terkena musibah.


"Kenapa kalian diam saja? Ambillah" suruh Zee


"Tapi buk..."


"Tidak apa, ini adalah ujian dari Allah agar aku sama mas Adam semakin sabar. Mana tahu setelah ini Allah akan mengganti dengan yang lebih. Ambillah..."


Karena Adam dan Zee yang terus memaksa, mereka akhirnya mau menerimanya.


"Terima kasih pak, buk. Kalian memang sangat baik hati. Yang membuat kami sedih bukan karena kehilangan pekerjaan, tapi kami sedih karena tidak bisa lagi bekerja untuk orang baik seperti kalian" ucap Herman.


Herman adalah salah satu karyawan yang sudah lama bekerja di rukonya Adam, 8 tahun ia menjadi karyawan nya Adam sejak ruko masih kecil hingga besar dan mempunyai cabang seperti sekarang.


"Semoga Allah mengangkat derajat bapak dan ibu, semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan lebih banyak"


"Aamiin..."


Setelah itu mereka pun pulang.


Adam dan Zee tetap duduk di sofa, mereka duduk tanpa saling berbicara.


Mereka masih memikirkan penjelasan dari polisi bahwa kebakaran ruko itu terjadi karena korsleting listrik yang berasal dari gudang.


Adam begitu kehilangan banyak kenangan dari tempat usaha yang di bangun bersama umi nya itu.

__ADS_1


Sedangkan Zee melamun entah apa yang ia pikirkan.


Hari hari berlalu bulan demi bulan berganti.


Mereka kembali fokus dengan masa depan dan melanjutkan hidup.


Dari kejadian itu mereka ekstra hati-hati dalam mengurus keamanan di pabrik, dua ruko Adam dan juga rumah makan milik Zee.


Mereka melakukan itu sebagai ikhtiar dalam melindungi usaha.


Pagi hari itu saat Zee sedang menyiapkan roti untuk sarapan ia mendapat telpon video call dari sahabatnya, Dita.


"Hai assalamualaikum..." ucap Zee


"Wa'alaikum salam... Hai Zee, apa kabar?"


"Kangen mah itu sudah pasti, tapi kali ini gue punya kabar baik"


"Kabar baik apa? Bagi tau dong?" tanya Zee penasaran


"Mau tau?"


"Ih apa sih, kumat deh bikin orang penasaran mulu!"


"Oke oke gue bakal kasih tau sama lo kabar baik apa yang gue punya. Tapi setelah itu lo harus ngasih hadian buat gue, gimana?" pinta Dita


"Oke, tapi tergantung berita kabar baiknya apa ya. Emang apa sih ga usah bertele-tele deh"

__ADS_1


"Tara....." ucap Dita dengan wajahnya yang begitu ceria memperlihatkan hasil dari testpack yang positif ke arah kamera.


Dengan tidak sadar Zee menjatuhkan rotinya ke lantai, bibirnya seketika langsung tersenyum lebar dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Dit...." panggil Zee


"Ini kabar baiknya Zee"


Zee menangis karena saking bahagianya.


Ia tak mampu berkata-kata hanya terus tersenyum sambil menangis.


"Zee, kok lo nangis sih? Apa lo ga bahagia?" tanya Dita


Dita baru ingat bahwa sahabatnya itu sudah lama menikah tapi belum juga hamil.


Dita berpikir Zee menangis karena Zee merasa tersinggung karena kabar kehamilan nya.


"Kamu hamil Dit? Beneran?!" tanya Zee ga percaya


Dita hanya mengangguk dan dirinya mulai merasa bersalah.


"Alhamdulillah ya Allah... Selamat ya Dit, selamat. Aku nangis karena aku bahagia, selamat Dita sekali lagi selamat..."


Dita akhirnya merasa lega karena Zee menangis bukan karena merasa tersinggung melainkan karena merasa sangat bahagia.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2