Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
28 Ciuman Pertama


__ADS_3

"Oh ye... Sampai lupa pulak. Kite bedue ni ada kado spesial buat kalian. Sayang, bagi kado spesial kite buat mereka" Ishaq menyuruh istrinya mengambil kan kado pernikahan untuk Adam dan Zee


Aisyah lalu memberikan amplop pada Zee


"Bukalah...." Suruh Aisyah


Zee lalu membukanya dan terkejut melihat isinya.


"Apa isinya?" Tanya Adam penasaran


Zee menutup kembali amplop itu dan memberikannya pada Adam.


"Tiket ke Turki?" Adam bertanya pada Ishaq


"Ye, tu tiket buat kalian honey moon, biar so sweet...." Jawab Aisyah


Adam dan Zee saling pandang, berbicara lewat isyarat mata.


"Dah lah... Tak perlu banyak-banyak pikir, tinggal berangkat pun. Aku dah lengkapi tiket honeymoon korang dengan hotel bintang 5. Puas puas lah korang bermesraan di sana."


Adam dan Zee hanya senyum-senyum malu.


Sore harinya Ishaq dan Aisyah pamit untuk pergi.


Mereka di Indonesia juga karena ada keperluan pekerjaan.


Pulang dari rumah Adam, mereka menginap di hotel untuk dua hari ke depan.


Setelah satu minggu tanggal keberangkatan honey moon pun sudah tiba.


Mereka sibuk mengemasi barang-barang mereka.


"Ee.... Mas..." Panggil Adam


"Hemmm" jawab Adam sambil sibuk merapikan kopernya


"Kita di sana berapa hari?"


"5 hari. Kenapa?"


"Ga papa. Di kota apa?"


"Ada deh...."


"Ih, kok jawabnya gitu sih" Zee merasa kesal dengan jawaban Adam


"Nanti kalo udah sampai kamu juga bakalan tau"


"Aku mau taunya sekarang mas!"


"Nanti aja"


Adam terus saja membuat Zee penasaran dan kesal dengan jawabannya.


Zee menghentikan beberesnya, meletakkan kopernya dan duduk di tepi kasur.


Adam melihat Zee yang sedang cemberut segera menghampirinya dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Kamu marah?"


Zee menggelengkan kepalanya dan memalingkan wajahnya dari Adam.


"Kok ga di jawab?"


Zee pindah ke sofa dan memainkan hp nya.


Adam tersenyum dan menghampiri Zee lagi.


"Beneran marah nih?"


Zee tidak merespon Adam dan menjaga jarak darinya.


Adam mengambil tangan Zee dan mengelusnya dengan lembut.


"Aku kan cuma bercanda dek, kenapa kamu beneran"


"Aku ga marah" jawab Zee ketus


"Kita honeymoon nya ke Cappadocia sayang...."


Zee melebarkan matanya tak percaya dengan Adam.


Zee yang awalnya membelakangi Adam segera membalikkan badannya.


"Mas Adam ga bohong, kan?"


"Ngak cantik, suami mu ini tidak pernah berbohong"


Pelan-pelan senyuman indah mulai mengembang di bibir Zee .


"Aku emang ga marah mas, cuma kesel aja."


"Masa...."


"Iya iya, kamu ih" Zee mencubit lengan Adam, dan bukannya marah Adam malah senang.


Mereka berdua saling menatap bola mata satu sama lain.


Tatapan tanpa kedipan, semakin lama wajah mereka semakin mendekat hingga nafas mereka pun saling bertemu dan menimbulkan rasa hangat.


Dengan perlahan Adam semakin mendekat hingga hidung keduanya bersentuhan.


Zee menutup pelan kedua matanya dan Adam dengan lembut mulai mencium bibir mungil Zee.


Bibir lembut dan kenyal itu kini sudah berhasil Adam rasakan.


Tangan Zee mengepal keras saking gugupnya, tapi Adam dengan lembut memegang tangannya hingga Zee rileks dan tidak lagi merasa kaku.


Adam terus memainkan bibir dan lidahnya hingga Zee akhirnya juga membalasnya.


Karena suasana semakin memanas Adam dengan pelan mendorong tubuh Zee hingga Adam pun menindih tubuh kecilnya.


Rasanya mungkin sedikit aneh karena mereka sama-sama baru pertama kali melakukan ciuman bibir.


Tapi mereka dengan sepenuh hati menikmatinya.

__ADS_1


Detak jantung yang semakin keras membuat gairah semakin memuncak.


Keduanya sama-sama menikmati ciuman pertamanya.


Saat Adam turun menciumi leher Zee, nada dering dari hp Adam membuat mereka terkejut dan langsung menghentikan semuanya.


Zee segera mendorong tubuh Adam dan Adam langsung bangkit mengambil hp nya.


Zee langsung mengelap bibirnya yang basah dan merapikan hijabnya.


"Assalamualaikum...." Suara dari hp Adam


Rupanya yang menelpon Adam adalah salah satu karyawan di pabriknya


"Wa'alaikum salam...." Adam menjawab salam dengan nafas yang masih tidak beraturan


"Maaf pak kalau saya menggangu waktu bapak"


"Tidak, tidak mengganggu, ada apa?"


"Bapak kenapa kok seperti terengah-engah?"


Adam langsung mengelap bibirnya


"Ee... Tidak tidak. Saya tidak apa-apa. Ada apa telepon saya malam malam?"


"Saya mau izin pak besok saya tidak bisa masuk kerja karena istri saya mau melahirkan"


Masih dengan perasaan yang campur aduk, Zee terus membatin sambil memperhatikan Adam yang sedang sibuk menelpon.


"Padahal dulu pas masih suka ke bar, aku udah biasa melihat orang-orang berciuman bibir. Tapi saat aku yang melakukannya sendiri kenapa perasaan ku jadi tak karuan begini"


Zee mengusap kasar wajahnya lalu menutup wajahnya dengan hijabnya.


Adam yang sudah selesai menelpon lalu menghampiri Zee.


Melihat Zee yang menyenderkan kepalanya dengan wajah tertutup, Adam mulai kepikiran takut Zee tidak suka dengan apa yang terjadi barusan.


"Kamu kenapa dek?" Tanya Adam pelan


"Tidak apa-apa mas"


"Kenapa kamu menutupi wajah mu begitu? Kami masih belum siap ya, maaf dek aku tidak bermaksud...."


Zee membuka hijabnya dan menutup bibir Adam dengan tangannya.


"Mas ga perlu minta maaf, aku yang seharusnya minta maaf. Karena meski sudah tiga bulan menikah tapi aku masih belum memberikan hak mu sebagai suami"


"Kamu beneran ga papa?"


"Iya"


"Kamu tidak keberatan dengan yang barusan?"


"Tidak mas, sama sekali tidak. Aku adalah istri mu, dan sudah tugas ku untuk melayani mu lahir dan batin"


Adam langsung memeluk Zee dengan erat. Mencium dahinya dengan tulus berulang kali.

__ADS_1


"Terimakasih karena telah mau menerima ku. Terima kasih telah mau membuka hati mu untuk ku"


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2