
Setelah pak lurah dan rombongan pulang, Adam pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sekaligus berganti pakaian.
Berhubung sudah memasuki waktu ashar Adam langsung ke musholla untuk sholat.
Tapi sebelum itu Adam terlebih dahulu meminta suster untuk menjaga Zee sampai dirinya kembali dari musholla.
Selepas sholat ashar Adam segera kembali ke kamar tempat istrinya di rawat.
Ia membaca Alquran dari hp nya agar Zee juga bisa mendengarnya.
Hingga setelah sholat isyak Zee belum juga sadarkan diri.
Adam terus berada di sisinya sambil membacakan dzikir dan sholawat.
Meski sudah tengah malam namun Adam belum bisa tertidur.
Ia terus memandangi wajah istriya itu berharap agar segera membuka matanya.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, dan di situlah mata Adam mulai terasa berat.
Ia tertidur di samping istrinya dengan terus memegang tangannya.
Dan tepat jam 4 pagi, Zee mulai menggerakkan jemarinya lalu pelan-pelan mulai membuka matanya.
Rasa sakit masih sangat terasa di lengan kiri bagian atasnya, rasanya hampir seperti mati rasa.
Sedangkan di tangan kanannya begitu terasa hangat karena genggaman dari suaminya.
Bola matanya melihat sekeliling dan ia menyadari bahwa dirinya kini sedang berada di rumah sakit.
Pandangan Zee kini tertuju pada suaminya yang masih terlelap di sampingnya.
Tenggorokan nya sangat haus dan terasa kering, ia ingin sekali minum tapi ia tidak tega membangunkan suaminya.
Tangan kirinya yang cidera tidak bisa di gerakkan, sedangkan tangan kanannya masih di pegang Adam
__ADS_1
Zee berusaha menahan hausnya dan memilih menunggu Adam terbangun dengan sendirinya.
Tak lama kemudian akhirnya Adam pun bangun dan betapa terkejutnya ia melihat istrinya yang sudah membuka matanya juga dengan senyuman menyapanya.
Adam mengucek matanya untuk memastikan bahwa ini nyata bukan lah mimpi
"Sayang... Kamu sudah siuman?!..."
Zee mengangguk dan tersenyum pada Adam
"Alhamdulillah ya Allah... Akhirnya kamu sadar juga sayang, Alhamdulillah..."
Adam begitu bersyukur bisa kembali melihat senyuman manis dari bibir istrinya itu.
Ia menciumi keningnya berulang kali dengan tak henti-hentinya mengucap syukur.
"Bagaimana keadaan mu sekarang sayang, pasti sangat terasa sakit ya?"
Tanya Adam khawatir
"Iya mas"
"Mas..." Panggil Zee pelan dengan suara serak khas bangun tidur
"Apa sayang, ada apa. Kamu butuh sesuatu? Katakan..."
"Aku haus..."
"Ini sayang, ayo minum..."
Adam mencoba membantu istrinya minum dengan gelas menggunakan sedotan, karena Zee masih tidak bisa bangun "Pelan-pelan sayang..."
"Alhamdulillah..." Ucap syukur Zee
Adam lalu menekan tombol untuk memanggil dokter. Ia ingin dokter kembali mengecek keadaan Zee.
__ADS_1
Dengan cepat dokter dan suster pun datang
"Dokter, istri saya sudah sadarkan diri"
"Alhamdulillah pak, kalau begitu mari saya cek dulu"
Adam tetap di sisi istrinya menemaninya saat dokter mengecek kondisi terkininya.
"Alhamdulillah... Semuanya baik-baik saja. Tapi luka operasi di lengannya ini masih basah, sebisa mungkin jangan menggunakan tangan kiri mu untuk bergerak. Minta bantuan suami atau suster saat kami membutuhkan sesuatu. Nanti siang suster akan mengganti perbannya" jelas dokter
"Baik dok, terima kasih" ucap Adam
Dokter dan suster pun lalu keluar.
Karena sekarang sudah jam 5 pagi, Adam pamit sebentar pada Zee pergi ke mushola untuk sholat subuh. Lalu membeli roti, beberapa makanan ringan dan minuman hangat di kantin sebelum kembali ke ruangan Zee.
"Sayang..." Panggil Adam saat membuka pintu
"Mas..."
"Aku beliin camilan ini buat kamu, mau di makan?"
"Ngak mas"
"Kenapa? Ga mau yang ini, mau yang lain aja? Atau mau apa biar aku belikan"
"Aku lagi-"
Ddrrtt....
Suara yang berasal dari perut Adam begitu keras dan terdengar jelas.
Adam langsung memegang perutnya dan tersenyum malu pada Zee
"Mas Adam lapar?" Tanya Zee
__ADS_1
"Ngak kok, ga lapar. Ayo di pilih sayang kamu mau yang mana?" Adam mengeluarkan satu persatu snak yang ia beli
☀️☀️☀️☀️☀️