
Umi Azizah dari tadi memperhatikan Kirana, karena semakin penasaran akhirnya umi Azizah mendekat.
"Ada apa nak, seperti nya kamu sedang memikirkan sesuatu"
"Ee... Tidak umi, tidak ada"
"Begini umi, Kirana dari tadi gugup banget. Dan begitu acara selesai mungkin karena saking lega nya dia sampe menangis"
Bu Fitri mencoba memberikan alasan pada besannya agar tidak curiga terhadap Kirana.
Umi Azizah tersenyum dan memegang pipi Kirana
"Mulai sekarang kamu adalah menantu ku, dan saat Faiz sudah mengucap kan akad maka kamu akan menjadi anak ku" ucap umi Azizah dengan bangga karena bisa memiliki menantu yang cantik dan pintar.
Saat para tamu sibuk dengan menikmati makanan, Adam dan Zee akan berpamitan pulang.
Tapi sebelum itu mereka ingin bertemu dengan Kirana untuk memberikan selamat secara langsung.
"Selamat ya atas pertunangannya, semoga tidak ada halangan sampai menikah" ucap Adam
Gus Faiz menerima jabatan tangan Adam, sedangkan Kirana menatap Adam tanpa berkedip.
"Selamat ya..." Ucapan Zee berhasil membuat Kirana sadar dari pandangan butanya pada Adam.
"Iya, terima kasih" jawab Kirana
"Kami pamit pulang" ucap Adam
"Terima kasih atas kehadirannya"
"Ayo sayang" Adam mengajak istri, memegang tangannya dan melangkah keluar
Kirana memandangi langkah demi langkah kaki Adam yang mulai menjauh.
__ADS_1
Genggaman tangannya yang begitu erat mengggandeng tangan istrinya semakin membuat sesak dada Kirana.
Kirana kini tak dapat lagi membendung air matanya.
Ia pergi ke kamarnya dan mengunci pintu, ia menangis sejadi-jadinya.
Riasannya mulai luntur dari wajahnya akibat air matanya yang mengalir begitu deras.
Bu Fitri mengerti kalau anaknya pasti menangis.
Bu Fitri menyusul Kirana ke kamarnya mencoba mengetuk pintu dan meminta Kirana membukanya.
"Nak... Buka pintunya, ini mama"
Tapi tak ada jawaban dari Kirana.
"Nak, ayo buka pintu nya. Tidak enak meetua dan tunangan mu sayang, ayolah..."
Kirana lalu membuka kunci pintunya dan membiarkan bu Fitri masuk.
"Sayang... Berhentilah menangis. Bagaimana jika nanti umi Azizah mencari mu dan memdapati kamus sedang menangis seperti ini"
Bu Fitri pelan-pelan mengusap air mata anaknya. Sambil memeluk dan menenangkan Kirana yang mulai sesenggukan.
Saat Kirana mulai tenang bu Fitri kembali mengajak Kirana ke depan karena masih banyak tamu yang ingin mengucapkan selamat padanya.
Selesai acara semua tamu undangan sudah pergi.
Kini tinggal keluarga inti saja, yaitu keluarga Kirana dan gus Faiz.
Mereka duduk sambil saling bertukar cerita.
Baru setelah sholat dhuhur keluarga gus Faiz pamit pulang.
__ADS_1
Zee dan Adam yang sudah pulang dari tadi kini sedang beristirahat selepas sholat dhuhur.
Mereka berbaring di kasur dengan Zee yang berada di lengan Adam.
"Mas..." Panggil Zee
"Hmm..."
"Mas Adam ga mau ke toko atau ke pabrik lagi?"
Sambil memejamkan matanya Adam menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
"Mas Adam mau makan lagi?"
Lagi-lagi Adam menggelengkan kepalanya.
"Mas Adam...."
Cup
Adam mengecup bibir Zee
"Tidur sayang... istirahat..."
Adam melingkarkan tangannya di perut istrinya.
Karena Zee masih tetap membuka matanya Adam kembali menciumnya.
"Mau tidur apa akan terus menatap ku seperti ini. Hm..."
"Iya iya...." Zee membalas mencium bibir Adam dan tidur dalam dekapannya.
Zee sebenarnya ingin bercerita kalau tadi pas masih di tempatnya Kirana ibu-ibu memandanginya dengan tatapan aneh dan sesekali berbisik satu sama lain.
__ADS_1
Tapi melihat suaminya yang sepertinya sangat lelah, Zee mengurung kan niatnya dan ikut tidur bersama suaminya.
☀️☀️☀️☀️☀️