
"Hah? Putus? Sejak kapan?" tanya Zee tak percaya
"Iya gue udah lama putus sama dia"
"Loh kok bisa? Emangnya kenapa?" tanya Zee penasaran. Karena setahu Zee dulu, Dita sangat mencintai pacarnya. Mereka berdua sama-sama bucin (budak cinta). Maka dari itu Zee penasaran hal apakah yang membuat mereka putus.
Dita lalu menceritakan alasan dari putusnya hubungan percintaan nya.
Itu semua terjadi tidak lama setelah Dita pindah ke Bali.
Pacarnya Dita sama sekali tidak menyetujui jika Dita pindah ke Bali, karena dengan begitu mereka akan mengalami LDR dan pacarnya Dita sama sekali tidak bisa jika harus berhubungan secara LDR dan hanya mengandalkan virtual saja.
Tapi karena tekad Dita sudah bulat akhirnya mereka sepakat untuk mengakhiri hubungan ini.
Bukan hanya karena masalah jarak jauh saja, belakangan sebelum Dita berencana untuk pindah ke Bali, Dita sempat memergoki pacarnya jalan bersama wanita lain.
Tak cuma itu, sikapnya yang semakin lama semakin kasar bahkan cenderung acuh terhadapnya.
Tak mau ambil pusing dengan perselingkuhan pacarnya, Dita memilih untuk pergi.
Meski harus berdebat hebat dengan pacarnya karena tak mau putus, tapi Dita tetap kekeuh ingin putus.
Mendengar putusnya hubungan asmara sabahat nya itu Zee sangat senang.
__ADS_1
Karena sahabatnya telah putus dari orang yang hanya memanfaatkan Dita saja.
Sejak Dita masih menjadi asisten nya, Zee sudah menyadari bahwa pacarnya hanya ingin memanfaatkan Dita.
Setiap kali Dita pamit padanya untuk berjalan-jalan dengan pacarnya, di situlah uang Dita terkuras banyak.
Karena selama dua tahun pacaran hingga putus, tak pernah sekalipun Dita mendapatkan sesuatu dari pacarnya.
Zee sudah sering kali mengingatkan Dita, namun karena sedang di mabuk cinta Dita tak menyadari itu.
Hingga akhirnya Dita menyadari itu dan segera mengakhirinya.
"Ya udah si, kan dari dulu juga aku udah bilang kalo dia itu cuma mau untung aja macarin kamu. Tapi kamu nya-"
"Ga perlu minta maaf kali, dengan kamu putus dengannya aku sudah sangat senang. Sekarang kami bisa fokus hijrah dan memperbaiki diri, soal jodoh Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kamu"
"Aamiin..." Dita mengamini ucapan Zee
Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu.
"Masih asyik nih ceritanya?" celetuk Adam yang berdiri di ambang pintu
Mereka berdua kompak menoleh.
__ADS_1
Saking asyiknya bercerita mereka sampai lupa kalau sedari tadi Adam telah menunggu mereka di luar.
"Kalo masih ada yang mau di ceritain monggo, saya masih sanggup untuk menunggu lebih lama wahai nyonya nyonya..." ujar Adam
Kedua sahabat itu kompak tertawa mendengar Adam yang seperti supir sedang menunggu majikannya arisan.
Zee berdiri menghampiri Adam sambil terus tertawa
"Maaf mas... maaf. Kami terlalu asyik bercerita sampe lupa kalo supir ganteng ku ini sudah lama menunggu"
Adam men toel hidung Zee "Ini gimana jadi apa ngak ke penginapan nya?"
"Eh jadi kok, ini udah siap" Dita mengangkat kopernya lalu menghampiri mereka.
"Ayo nanti keburu maghrib" sambungnya
Mereka pun lalu keluar, tak lupa Adam mengunci pintunya sebelum masuk ke mobil.
Mereka mengantarkan Dita ke salah satu penginapan yang tak jauh dari rumahnya.
Penginapan itu hanya berjarak sekitar 15 menit dari rumah.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1