Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
121 Teman Masa Lalu


__ADS_3

Begitu Zee melihat wajah wanita itu , Zee sangat terkejut bukan main.


"Ya Allah, Sasha...!!"


panggil Zee yang seketika membuat semua mata tertuju padanya.


"Ya Allah ini benar Sasha?!" Zee mengulangi pertanyaannya, dan wanita lemah itu lalu mendongakkan kepalanya untuk melihat siapakah orang yang mengenalinya.


Wanita lemah itu memandangi Zee dengan seksama.


Ia mencoba mengingat tapi tak kunjung ingat.


Zee duduk berjongkok di sebelahnya sambil melihat kondisinya yang buruk.


"Kamu benar Sasha kan?" tanya Zee memastikan


Wanita itu hanya mengangguk


"Ya Allah ada apa dengan mu? Kenapa kondisi mu bisa seperti ini?" Zee memegang bahunya yang basah karena keringat yang mengucur


"Bu jangan pegang pegang dia, dia itu bawa penyakit nanti bisa menular pada ibu" ucap salah satu karyawan nya yang meminta Zee untuk sedikit mundur dan melepas sentuhannya.


"Kenapa sih, penyakit apa maksud kalian?"


Adam meraih bahu Zee dan meminta nya untuk berdiri.


Ia tak mau apa yang karyawan nya katakan benar-benar terjadi, tertular penyakit apa lagi di kondisikan yang saat ini sedang hamil.


"Sayang, kamu kenal dia?" bisik Adam


"Iya mas, aku kenal. Dia Sasha teman kerja ku dulu"


"Kamu yakin?"


"Iya mas, kasihan dia. Bawa dia ke dalam ya mas, aku pengen tau kenapa dia bisa sampai di sini dengan keadaannya yang begini, boleh ya mas?"


"Baiklah"


Adam lalu meminta semua karyawan dan para pembeli untuk bubar.


"Istri saya mengenal wanita ini, jadi mohon untuk tidak lagi berkerumun. Maaf jika keadaan ini membuat kalian kurang nyaman untuk berbelanja, sekarang biar saya dan istri saya yang mengurusnya.


Silahkan lanjutkan belanjaan kalian"


Satu persatu mereka mulai bubar tapi tidak dengan pembacaan nya.


Sambil berjalan menjauh pasangan mereka masih melirik tajam ke arah Sasha.


Zee membantu Sasha berdiri dan membawanya ke ruangan Adam.

__ADS_1


Mempersilahkan Sasha duduk lalu memberinya minum.


"Kamu siapa?" tanya Sasha dengan suara lemahnya


"Kamu ga ingat aku, aku Zee"


"Zee? Zee siapa?"


"Aku Zee, kita dulu pernah kerja satu club milik Frenky di Jakarta, kamu ingat kan?"


Sasha menutup matanya dan mencoba mengingat, maklum saja sudah bertahun-tahun mereka tidak bertemu dan sekalinya bertemu Zee sudah menggunakan pakaian tertutup nampak lebih cantik dengan balutan hijabnya.


"Kami Zee? Benarkah? Aku bahkan tak lagi bisa mengenalimu. Kamu terlihat jauh berbeda dari kamu yang dulu, ka...kamu terlihat sangat Sholeha dengan penampilan mu sekarang"


"Ya, Alhamdulillah. Hidupku kini sudah jauh berbeda dari yang dulu, semua berkat suami ku"


"Dia... dia suami mu?"


"Iya, dia namanya mas Adam dan ini adalah ruko kami"


Sasha kini sudah mengingatnya, dan Zee bersyukur karena itu.


Sedangkan Adam hanya duduk diam mendengarkan mereka.


"Kamu kenapa bisa ada di sini? Dan kenapa orang orang tadi bisa mengerumuni mu?"


"Sasha... Kenapa? ayo cerita, ga papa kok"


"Aku... e... aku kabur dari Jakarta" ucapnya terbata-bata


"Kabur? kenapa?"


"Karir ku di Jakarta udah hancur. Hidupku sudah berantakan, aku kotor, aku menjijikkan Zee. Hidup ku sudah ga ada gunanya" ucap Sasha yang mulai menangis


Zee tidak mengerti kenapa Sasha berkata demikian.


Zee lalu bertanya lebih dalam pada Sasha, meski awalnya sempat malu dan ragu untuk bercerita Sasha akhirnya terus terang.


Keberadaan di sini sekarang karena ia kabur dari Jakarta.


Sasha sejak dulu hanya bekerja di club nya Frenky, karena memang ia tidak bisa mendapatkan pekerjaan lain.


Awalnya ia menikmati profesinya menjadi wanita penghibur, tapi kini ia mulai menuai apa yang ia lakukan selama ini.


Sasha kini menderita penyakit HIV, semua orang yang mengenalinya satu-persatu mulai pergi meninggalkan nya.


Sasha kini sudah tak lagi memiliki banyak uang, karena hasil dari bekerjanya selama ini sudah habis terkuras untuk berobat.


Bahkan ia kini tak mampu lagi pergi ke dokter dan hanya mengandalkan obat dari apotik saja.

__ADS_1


Sebab itu lah, tadi orang orang mengerumuni nya karena takut penyakit HIV yang ia derita akan menular pada orang lain.


"Astaghfirullah... Kamu yang sabar ya Sha" ucap Zee sambil mengelus dadanya setelah mendengar cerita dari Sasha


Adam menggelengkan kepalanya dan juga beristighfar, ia mengusap kasar wajahnya karena merasa kasihan pada teman istrinya itu.


"HIV tidak menular lewat udara kan ya mas?" tanya Zee pada Adam, dan Adam hanya menjawab dengan anggukan


"Ya Allah Sasha, bagaimana kamu bisa sampai terkena HIV sih? astaghfirullah..."


"Kamu kan tau sendiri Zee, itu memang adalah pekerjaan ku. Sudah biasa bagi ku melayani lelaki hidung belang. Tapi..."


Perkataan Sasha terhenti dan membuat Zee penasaran


"Tapi apa Sha?"


Sasha kemudian melanjutkan ceritanya panjang lebar.


Sejak Zee melaporkan Frenky pada polisi, di situ Frenky menyimpan dendam yang amat besar.


Saat ia mencoba mencari kesempatan untuk balas dendam, Zee langsung menghilang dari Jakarta dan memutuskan keluar dari dunia entertaine.


Hal itu membuat Frenky berubah 180° lebih kejam.


Frenky tak lagi bisa menghargai wanita. Sebagai pelampiasan dendamnya pada Zee, Frenky menyuruh semua pelayan wanita nya harus mau melayani semua pria yang datang malam itu juga, termasuk Sasha.


Sasha yang setiap malamnya di paksa harus melayani 5-6 pria hidung belang dari yang muda hingga yang tua.


Sasha menjadi incaran dan primadona karena kemolekan tubuhnya.


Dan kini setelah Sasha di vonis HIV, Frenky menendangnya tanpa memberikan sepeser uang pun padanya.


Sasha kini hidup terlunta-lunta, dan ia memilih pergi dan tinggal di tempat di mana tak ada satu orangpun yang mengenalinya.


Mendengar cerita dari Sasha, Zee menarik nafasnya dalam-dalam.


Ia tak tau harus berkata apa lagi untuk menenangkan Sasha, karna Zee tau tak ada yang bisa membuatnya tenang apa lagi di kondisinya yang sekarang.


"Hidup ku udah ga akan lama lagi Zee. Udah berakhir. Hidup ku begitu tragis...." tutur Sasha


"Hus... Jangan ngomong gitu, Sha. Ga baik"


"Memangnya apa yang baik dari ku Zee, aku ini manusia paling kotor dan menjijikkan di dunia" jelas Sasha dengan berderai air mata


Tanpa terasa air mata Zee juga mengalir di pipinya.


Demikian pun Adam, dia beranjak dan berdiri di samping jendela sambil menyeka air matanya.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2