
Malam itu setelah infus nya benar benar habis, suster lalu membuka selang infus nya.
Zee pun pulang bersama keluarga dari suami Dita.
Sesampainya di rumah Zee langsung berganti pakaian dan berbaring di kasur.
"Mau minum?" tanya Adam
"Ngak mas"
"Ya udah, kamu istirahat ya aku mau shalat isyak dulu"
"Iya"
Sambil menunggu Adam selesai sholat, Zee memainkan hp nya bahkan hingga tertidur dengan hp yang masih menyala.
Karena Zee sudah tidur lebih dulu, Adam memilih keluar dan duduk di ruang tamu bersama yang lainnya.
Di sana berkumpulnya para suami suami, mulai dari pak Beni, Choki dan juga dua menantunya.
"Belum tidur nak?" tanya pak Beni
"Belum ngantuk om" jawab Adam sambil duduk di sofa di dekat Choki
"Istri kamu?"
"Dia sudah tidur om"
"Pasti dia sangat kelelahan"
"Tunda aja bang pulang nya, jangan besok kasian istri mu" timpal Choki
"Loh, kamu mau pulang besok? kenapa buru-buru? Om kirain kamu mau pulang 2/3 hari lagi"
"Sebenarnya sih om kami memang mau pulang besok, tapi melihat kondisi istri saya sepertinya memang harus di tunda"
__ADS_1
"Iya, kasihan istri kamu. Tunggulah 2-3 hari lagi, baru setelah istri mu benar-benar sehat mau pulang ya gapapa"
Adam mengangguk setuju.
Mereka pun asyik berbicara dan saling bertukar cerita hingga larut.
"Wah, sudah jam 12 ya, ga kerasa kalo sambil ngobrol-ngobrol gini" ucap pak Beni
"Papa sih mesti kalo udah rame gini selalu minta di bikinin kopi banyak-banyak, ga ngantuk kan jadinya" seru Choki
"Ya namanya juga jarang jarang kumpul begini, ya sekalinya kumpul ya harus begini, hahaha..."
Adam dan kedua menantunya langsung tertawa, ya karena tertawanya pak Beni memang menular.
Jarang-jarang rumah ini menjadi ramai, karena kedua putrinya sudah menikah dan ikut dengan suaminya masing-masing.
Beruntung setelah Choki menikah ia tinggal di sini dan suasana rumah menjadi lebih hidup. Apa lagi di tambah dengan hadirnya Dimas yang semakin menambah keramaian rumah ini.
Karena memang malam mulai larut, mereka pun pergi le kamar masing-masing untuk beristirahat.
*****
Begitu pun dengan kesehatan Zee yang semakin membaik.
Di rumah ini, Zee merasakan hangatnya hubungan kasih sayang keluarga dari rumah yang semua penghuninya tak ada hubungan darah sama sekali dengannya.
Adam dan Zee berencana untuk pulang besok.
Kedua kaka Choki pun begitu, mereka juga akan pulang setelah Adam dan Zee pulang.
Untuk menghabiskan hari terakhir bersama, Anggun ingin malam ini mereka habiskan dengan kebersamaan.
"Gimana kalo malam ini kita BBQ an? Mau?" tanya Anggun
"Wah ide bagus tuh kak, aku setuju banget" saut Anggi
__ADS_1
"Wah bagus juga idenya, boleh. Udah lama ya kita ga BBQ, terakhir tuh kalo ga salah 2 yang lalu ga sih pas liburan ke puncak" timpal bu Rahma
"Iya ma, bener. Udah lama banget ya"
"Ya udah, Anggun sama Anggi kalian pergi belanja buat BBQ an nya. Papa dan geng lakinya yang siapin peralatannya, ya"
"Aku nya ngapain ma?" tanya Dita
"Kamu kan ada Dimas, jagain dimas aja. Zee juga baru sehat ga boleh banyak-banyak aktivitas sama kek mama ga boleh kecapekan" jelasnya
"Yee.... bilang aja mama mau terima jadinya aja, ye kan?" celetuk Anggun
"Itu anak sulung mama faham, masak yang lainnya ngak. hahaha...." jawab bu Rahma sambil tertawa lepas
"Ya udah ga papa, biar tugas mama papa yang ambil alih. Tapi nanti papa bakal minta ganti sama mama kalian" bisik pak Beni pada anak-anak dan mereka kompak tertawa
*****
Setelah shalat isyak, mereka pun berkumpul.
Kini semua peralatan memasak dan bahan untuk BBQ an sudah siap, tertata rapi di taman samping rumah.
Para lelaki di tugaskan untuk menjaga bara api agar tidak padam, sedangkan para wanitanya sibuk menyiapkan daging, seafood dan sosis serta bumbu-bumbu nya.
Bu Rahma dan Zee menyiapkan minumannya, sedangkan Dita hanya memantau saja dengan Dimas di gendongannya.
Mereka benar-benar menikmatinya, suasana kekeluargaan begitu hangat terasa.
Makan bersama di luar sambil asyik bercerita, tak lupa Choki juga menyiapkan kamera untuk mengabadikan indah nya malam ini.
Saat semuanya asyik menikmati makanannya, Zee tiba-tiba pergi ke dalam.
"Eh Zee,.mau kemana lo?" tanya Dita
Zee hanya menjawab dengan bahasa isyarat kalau ia hendak pergi ke kamar mandi. Setelah itu ia berlari ke dalam.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️