
Adam mengendarai mobilnya dengan pelan karena ia tak mau calon bayi di dalam perut Zee terguncang.
Apa lagi jika ada polisi tidur, ia sangat hati-hati dan lebih memelankan lajunya lagi.
Kini mereka pun sampai di rumah sakit, karena Adam sudah membuat janji sebelumnya mereka hanya menunggu sebentar.
Setelah beberapa saat kini giliran mereka di panggil.
"Selamat pagi, selamat datang pak, bu" sapa dokter Akira, dokter ibu dan anak.
"Pagi juga dok" jawab Adam dan Zee serentak
"Ada keluhan apa?"
"Ini bu istri saya yang mau periksa, kemarin pake tes kehamilan hasilnya positif"
"Kalau boleh tau hari terakhir mens nya kapan ya?"
"Kurang tau bu, kan yang mens istri saya"
"Pak, saya dari tadi nanya sama istri bapak"
Adam tersenyum malu sedangkan Zee dan dokter Akira tertawa.
Sedari tadi setiap dokter bertanya, Zee tak di berikan kesempatan menjawab oleh Adam.
"Saking antusiasnya ya pak, anak pertama kah?" tanya dokter Akira
"Iya dok, ini anak pertama kami. Setelah penantian 9 tahun dok, Alhamdulillah kini Allah kasih kepercayaannya"
"Ya baik. Mari bu ikut saya, biar saya periksa kandungannya"
Zee kemudian beranjak dari kursinya dan ikut dokter Akira, Zee di suruh untuk berbaring sementara dokter Akira menyiapkan alat untuk USG.
"Kita lakukan USG ya bu, biar lebih jelas berapa usia kandungannya"
"Iya dok"
"Terakhir mens nya kapan bu?"
"Seingat saya awal bulan kemarin, bulan ini udah ga mens lagi dok" jelas Zee
"Baik, permisi ya bu" ucap dokter ketika menuangkan gel di atas perut Zee
Dokter pun mulai mencari di mana letak bayinya, meski usia kehamilan yang masih muda letak janinnya sudah terlihat jelas.
"Dok, suami saya boleh lihat juga?" tanya Zee
__ADS_1
"Boleh bu, saya panggilkan ya. Pak, mau lihat calon bayi nya?"
"Mau dok" Adam segera beranjak dan menghampiri Zee
Sambil memperlihatkannya janin kecil di dalam perutnya, dokter juga menjelaskan bagaimana kondisi dan juga usianya.
Sambil mendengarkan dokter dengan seksama, air mata mereka menetes tanpa terasa.
Adam menggenggam erat tangan Zee, mereka sangat terharu karena akhirnya mereka bisa melihat buah hati mereka meski masih belum dengan wujud yang sempurna.
Setelah USG selesai dokter memberikan gambar calon bayi mereka.
"Ini adalah beberapa foto dari calon buah hati kalian, usianya baru 9 minggu, masih sangat muda dan rentan. Dalam kondisi saat ini ibu hamil biasanya akan mengalami beberapa perubahan, seperti mood yang berubah-ubah, morning sickness dan juga ngidam"
"Jangan melakukan aktivitas yang berat-berat ya bu, perbanyak makan buah dan sayur. Ini saya resep kan vitamin dan penambah darah di minum rutin setiap hari ya"
"Iya dok, terima kasih" jawab Zee
"Oh ya dok, dari tadi dokter belum bilang apa jenis kelamin dari bayi kita. Kelaminnya apa ya dok?"
Tanya Adam penasaran
"Eh ga usah di beri tahu dok, ga usah" kata Zee
"Loh kenapa sayang, kamu ga mau tau jenis kelamin anak kita?"
"Bukan gitu mas, aku maunya jenis kelamin anak kita itu di rahasiakan sampai lahir"
paksa Adam
"Hem, maaf pak bu. Jenis kelamin dari calon anak kalian untuk saat ini masih belum bisa di ketahui. Jenis kelamin bisa di ketahui jika sudah memasuki trimester kedua, jadi sabar ya"
Dokter Akira menyela perdebatan pasutri itu.
Dokter juga kembali mewanti-wanti apa saja yang harus dan tidak boleh di lakukan oleh ibu hamil.
Setelah periksa dan menebus vitaminnya, mereka pun pulang.
Zee menunggu Adam yang sedang mengambil mobilnya dari parkiran di lobby rumah sakit tak sengaja bertemu dengan Kirana dan suaminya.
"Assalamualaikum mbak" sapa Kirana
"Wa'alaikum salam"
"Apa kabar mbak?"
"Alhamdulillah aku baik, kamu sendiri?"
__ADS_1
"Alhamdulillah juga baik.Mbak ngapain disini, sendirian?"
"Oh aku sama mas Adam, dia lagi ambil mobil. Kamu sendiri ngapain kesini?" tanya balik Zee
"Kami mau menjenguk sepupunya gus Faiz yang lahiran di sini"
"Hai cantik, udah besar ya sekarang..." sapa Zee pada Khadijah
"Hai tante..." sapa Khadijah lalu menyalami tangan Zee
"Mbak belum jawab, mbak ngapain di sini?" Kirana mengulangi pertanyaannya.
Zee tadi sengaja tidak menjawabnya karena memang masih belum mau memberi tahu pada siapapun, dia mulai bingung akan menjawab apa.
"Loh ada kalian juga di sini, ngapain" tanya Adam yang baru saja datang lalu bersalaman dengan gus Faiz
"Kita mau jenguk sepupu ku, dia lahiran di sini. Kalian ngapain juga di sini?"
"Oh sama dong, kita juga habis jenguk orang lahiran tadi. Temen aku" jawab Adam dengan entengnya
Zee yang awalnya khawatir dengan jawaban suaminya kini menjadi lega.
"Eh kita pulang duluan ya mbak, assalamualaikum..." ucap Zee
"Wa'alaikum salam...."
"Dada cantik" Zee melambaikan tangannya pada Khadijah
"Dada juga tante cantik, emmuah...." balas Khadijah
*****
Sesampainya di rumah Adam menyuruh Zee untuk langsung beristirahat, ia takut kalau istrinya akan kecapekan.
Tapi Zee menolak, ia bosen kalau hanya duduk dan berbaring saja seharian.
"Kita ke rumah makan aja yuk mas, bosen di rumah terus" ajak Zee
"Eh mau ngapain, di sana kan udah ada karyawan. Kamu istirahat aja sayang, mau minum?"
"Aku ga mau minum mas, aku merasa bosen aja di rumah. Mas Adam ga ngebolehin aku ngapa ngapain sih"
"Sayang kamu sekarang lagi hamil muda, apa kata dokter tadi kamu ga boleh terlalu banyak kegiatan agar ga kecapekan. Tugas kamu sekarang cuma 2"
"Apa?"
"Pertama, kamu wajib berhati-hati menjaga kehamilan kamu. Dan yang kedua, melayani suami mu di sini" jelas Adam sambik menepuk kasurnya
__ADS_1
Zee mengangkat sebelah alisnya dan menggelengkan kepalanya.
☀️☀️☀️☀️☀️