Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 103 I Love You


__ADS_3

"Aaah...sakit!! pelan-pelan.!" pekik Rara.


" Ini udah pelan, tadi mintanya kencang?"


" Iya, tapi nggak begini. Nggak sadar diri tenaga kakak kayak apa? aaahhh, ssshhh....udah ih sana!" Rara mendorong tubuh Jordan agar menjauh. Jika begini bisa remuk semua kakinya.


"Sakit, tapi mendes**ah." Jordan mencebik kesal kemudian membaringkan tubuhnya di samping Rara. Lucu saja hanya di goda sedikit saja, Rara sepanik itu hingga tanpa sengaja kakinya terkilir saat lari. Padahal Jordan hanya menggunakan kata-kata, bukan tindakan. Masih heran saja, kenapa Rara masih belum terbiasa dengan itu.


Hari mulai terasa dingin dan Jordan pun beranjak untuk menutup jendela dan tirai di kamarnya. Bahaya jika angin malam menerpa keduanya, bisa-bisa masuk angin nanti.


"Kak, peluk."


Gemas sekali Jordan melihat Rara yang seperti ini, padahal beberapa saat lalu istrinya menjerit lantaran pijatan tangannya yang sedikit menyiksa.


Jordan pun mendekat, baru saja menyingkap selimut Rara dengan cepat mendusel. "Udah ngantuk?" tanya Jordan seraya membawa Rara dalam dekapannya.


"Kak?"


"Hmm?"


"i love you." Ucap Rara kemudian semakin menelusup, sementara Jordan hanya mengulas senyum seraya memberikan sentuhan-sentuhan lembut yang membuat Rara semakin nyaman di sana.

__ADS_1


"Sebesar apa?"


"Tak terhingga." Jawab Rara pelan. Entahlah, Rara sedang ingin mengucapkannya dan rasa itu sudah pasti melebihi ungkapan tersebut. Rara terkekeh pelan, kini ia berpikir jika dirinya benar-benar sudah terjerat akan pesona serigala tampan ini.


"i love you too. so much." jawab Jordan.


Tatapan mereka kembali bertemu dalam cahaya temaram kamarnya. Meski tidak sejelas itu, Jordan masih bisa menikmati wajah cantik istrinya.


"Kenapa kamu cantik banget sih?" Bukan sekedar pujian, Jordan memang mengakui jika istrinya secantik ini. Wajar ia selalu cemas jika Rara keluyuran di luar sana.


“Mau di umpetin aja.”


“Apanya?” Rara mengerutkan alisnya seraya menyentuh pelan bibir tebal Jordan.


Detik selanjutnya, Jordan berkuasa di atas tubuh Rara. Masih saling menatap dan Rara diam pasrah begitu saja. Bahkan tidak ada satu kata pun keluar dari mulut keduanya. Tangan Jordan masih menyangga tubuhnya agar tidak menindih Rara langsung, sedangkan pandangan matanya menelisik wajah di depannya yang semakin memerah padam.


Jordan mengusap pelan bibir ranum itu, sayangnya bukan itu tujuannya. Wajahnya mendekat begitu saja dan mengendusi aroma di leher Rara. Tubuh itu sudah siap di santap, tapi ia belum akan melakukan apapun dan itu membuat Rara kesal karena menunggu.


“Ini mau begini aja?” tanya Rara dengan wajah masamnya.


Jordan menatap dengan senyum jahilnya seraya menggigit jari telunjuk lentik itu hingga Rara meringis. Mengingat calon anaknya di perut Rara, Jordan tidak tega menyentuh Rara meski sebenarnya jiwa laki-lakinya sedang meronta-ronta. Pada akhirnya ia hanya memberi beberapa kecupan di leher jenjang itu.

__ADS_1


Drrttt…drrttt..


Siapalah gerangan yang menggangu kesenangannya saat ini. Jordan terhenyak tapi tidak menghiraukan ponsel yang berbunyi itu dan masih melanjutkan pekerjaan pentingnya. “Angkat dulu kak, kalau penting gimana?” Rara menepuk punggung Jordan yang masih menenggelamkan wajahnya di leher Rara.


Hilang sudah hasrat yang tadinya menggebu-gebu. Sambil berdecak, Jordan meraih ponsel di atas meja kecil di sana. Demi apapun Jordan meremang dan hampir meremat ponselnya kala melihat nama dari nomor di layar itu.


“Awas aja kalau nggak penting.” Jordan memencet tombol hijau itu dan kembali membenarkan posisi duduknya.


“Halo!!” Nadanya ketus sekali seperti ngajak perang. Sesaat kemudian, ekspresi Jordan berubah menjadi lebih serius. Jordan menatap Rara sekilas sebelum akhirnya menyingkir agar pembicaraannya lebih leluasa.


"Hmm, got it."


.


.


.


_To Be Continued_


Hai semua, author cuma mau bilang. Cerita Jordan dan Rara udah nggak lama lagi nih. Mungkin beberapa bab lagi, but terimakasih banyak yang udah mengikuti dan support karya author ini. Aku tau masih banyak kurangnya...hehe

__ADS_1


Thank you all.


😁😁😁😁😁😁


__ADS_2