Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 63 Bangun Dari Mimpi


__ADS_3

Kebahagiaan Rara sangat sempurna, hingga ia tidak bisa membuang senyum manis di wajahnya sejak tadi. Mulai dari dinner romantis, lamaran dan semua hal yang pertama kali ia lakukan bersama Jordan.


“BANGUNN!! BANGUNNN!! " pekik seseorang membuyarkan lamunan Rara.


Rara bingung dan ia pun mengedarkan pandangan ke segala arah, namun tidak di temukan apapun. Byurr…. Satu ember air dingin di siram tepat ke wajah Rara hingga ia terkesiap. Apa ini ? Rara merasakan kaku di sekujur tubuhnya. “Kenapa dunia terbalik?” ia terkejut kala melihat orang di hadapannya dengan posisi kepala di bawah kakinya. Salah sekali, dirinya lah yang posisinya terbalik, kedua kaki dan tangannya terikat lalu di gantung persis seperti kambing akan di sembelih.


Posisi itu sangat tidak nyaman karena organ tubuh Rara terasa akan tumpah. “ siapa?” Rara mendongak berusaha mengenali jelas wajah di depannya. Siapa yang setega itu menggantung seorang gadis di ruangan gelap seperti ini, menakutkan sekali.


“ Bagus. Akhirnya sadar juga, kurasa sudah cukup tidur siangnya.” Rara mengenali suara pria ini, sayangnya pandangannya masih buram. Sial sekali memang, sesaat lalu Rara sedang berbahagia dengan lamaran romantis yang ternyata hanya mimpi.


“come on …jadi lamaran itu hanya mimpi? Aku benci sekali hal ini.”


Beruntungnya gadis itu mengenakan celana panjang, jika itu Rok atau dress mungkin saja pakaian dalamnya terlihat semua. “Aku menginginkanmu.” Pria itu mendekat dan kini mengelus wajah Rara dengan sensual, jijik sekali sebenarnya namun Rara hanya bisa bergerak sedikit.


“ Marcel? Kau kah itu?” tanya Rara terperangah, ia berusaha menggeliat agar bisa terbebas dari sentuhan mesum itu. “Hahaha…ingatanmu bagus sekali.” Bagaimana bisa Rara jatuh di tangan si penjelajah benua?. Rara yang mengenali Marcel sebagai sosok om tahu bulat, kini di buat terkejut dengan perubahan sikap pria itu.

__ADS_1


“Tunggu !! apa dia benar Marcello Anderson? ada yang janggal.”


Rara sadar dari lamunannya kala merasakan gelenyir aneh di area tangannya. Yang benar saja, pria itu menjilati tangan Rara menuntut hingga ke leher Rara, demi apapun Rara benci dan jijik sekali. Cuiihhh… dengan sengaja Rara meludahi wajah pria itu, puas sekali rasanya.


“Jal**g !! berani sekali kau!” Plakk… Marcel menampar wajah Rara amat kuat dan itu perih sekali hingga Rara memejam. Sekuat apapun Rara mencoba untuk melepaskan diri dari ikatan itu, hasilnya nihil. Apa yang bisa di perbuat oleh seorang gadis dengan tangan dan kaki terikat, ya Tuhan Rara benar-benar menyerah kali ini.


“Jangan terlalu berharap, pacarmu itu tidak akan pernah datang!!” Marcel meninggalkan ruangan seraya membanting pintu. Setelah pria itu berlalu, terdengar suara dengungan pada ruangan ini.


“ini bergerak!!” Kenyataan jika Rara tidak sedang berada di atas tanah itu lebih mencengangkan. Ia menerka, apa mungkin ia di dalam sebuah kapal atau pesawat? pikir Rara bingung.


“Aaaaaarrrggghhhh, aku baru saja meninggalkannya beberapa menit lalu dan apa yang terjadi, Hahh??!!” Jordan mengacak rambutnya kasar kemudian mencengkeram kuat kerah salah satu bawahannya, bahkan Maxton pun mendapat imbas dari kemarahan Jordan saat ini. Apa sebenarnya yang mereka incar dari Rara? sesulit itu kah menjaga kekasihnya tetap aman, Jordan kini benar-benar frustasi.


“Kalian tahu betul konsekuensi penghianat di dalam anggota T.Fly? siapapun itu, dia akan merasakan hal yang lebih menyakitkan daripada kematian!!” seseorang meneguk kasar ludahnya saat mendengar teriakan Jordan yang menggema di seluruh ruangan itu.


Ting..

__ADS_1


Jordan tercengang kala melihat nomor asing mengirim sebuah foto dengan caption “my food is delicious”. Dalam frame foto itu terlihat posisi Rara di gantung terbalik masih dengan pakaian yang di kenakannya tadi. Oh my God, darah Jordan benar-benar mendidih saat ini hingga rasanya ia ingin melampar granat pada pelaku itu.


“Please, Rara.” gumam Jordan lirih. Ingin rasanya ia menggantikan posisinya, meski di tukar dengan nyawanya sekalipun Jordan tetap rela.


“Aaaaaaarrrghhhhhh.” Brakk… Jordan meninju sebuah kursi kayu hingga terbelah menjadi dua, membuat siapapun yang melihat bungkam ketakutan. “ Aku ingin Rara kembali tanpa luka, kalian dengar!!” Jordan menekankan setiap katanya seraya melotot hampir mengeluarkan bola matanya kala emosinya semakin membuncah.


“Baik!!” Tanpa hitungan detik, semua orang di sana segera berpencar.


.


.


.


tbc.

__ADS_1


Author berusaha untuk memperjelas konfliknya, nggak bermaksud untuk bertele-tele kok. So, Happy reading ya hehe😇😇


__ADS_2