
Hari berikutnya, 10 AM.
“ Bang gimana jadinya? Masih bisa di betulin kan?” tanya Valerie pada penjaga toko service elektronik tidak jauh dari kampusnya.
Pagi tadi karena buru-buru ingin menemui Hanip teman sejurusannya, Valerie terjatuh dari motornya karena nyaris saja menabrak sepasang kucing yang sedang cihuy-cihuy di jalan. Akhirnya Valerie jadi oleng dan jatuh di pinggir jalan. Ponselnya loncat keluar dari saku atas jaketnya dan jatuh masuk ke selokan.
“Nggak masalah neng, masih bisa di benerin kok.” Ucap abang itu.
“ Oke deh, ku percayakan padamu bang." Valerie menatap nanar benda kesayangannya itu, merasa sedih tentu saja karena baru 3 bulan lalu ia membelinya.
Tiba-tiba datanglah pria manis memarkirkan motornya di depan toko itu, Valerie mendongak kala menyadari temannya datang menyusul setelah beberapa saat lalu Valerie mengabarinya lewat ponsel abang Toko itu.
...🌸🌸🌸🌸...
Sementara itu di seberang jalan…
Keadaan jalan Raya yang tidak mendukung membuat kemacetan jadi panjang. Victon dan asistennya yang baru saja dinas luar kota terjebak dalam salah satu mobil yang mengantri panjang di jalan raya itu.
“ Wah macet panjang boss.” Ucap Aldi.
“ Santai aja Al, habis ini tidak ada jadwal mendesak. Lagipula….” Ucap Victon terpotong saat melihat dari balik kaca mobilnya, di seberang jalan sana seorang gadis yang ia kenal tengah bercanda dan tertawa lepas dengan pria yang tampak seumuran dengannya. Victon mengerutkan alisnya, menatap lekat gadis itu.
“Bukannya itu temen pacarnya si serigala? ” batin Victon. Tanpa sadar sudut bibirnya terangkat naik dan tidak lepas pandangan itu, hingga asistennya memanggil menyadarkan lamunannya itu.
ngomongin apa sih dia sama cowok itu? batin Victon melihat Valerie tertawa lepas seraya beberapa kali memukul pelan lengan Hanip. Mengapa ada rasa tergelitik hatinya melihat pemandangan itu pikir Victon.
“Pak? Kenapa pak?”
“hm? bukan apa-apa, ayo jalan.”
__ADS_1
.
.
.
12.30 PM....
Di suatu tempat…
“Hush…hush…sana pergi iih." Rara diam terpaku di atas pohon mangga milik tetangga yang tingginya hanya 1.5 meter, anjing jenis golden retriever berlari mendekat kearahnya kini mendongak dan mengibaskan ekornya.
Sebenarnya hewan itu tidak terlihat agresif, tapi phobia Rara terhadap hewan mamalia itu membutnya takut setengah mati.
Rasa takut itu bukan candaan, memang benar dirinya ketakutan sekarang. Terbukti peluh membasahi wajah dan tatapan mata Rara bergerak tak tentu arah. Berharap sekali ada sosok pahlawan yang membantunya saat itu.
"Apa dia mau ayam ya? "pikir Rara cemas, peduli sekali jatah ayamnya berkurang yang penting bisa bebas dulu dari hewan berbulu itu.
“Ternyata laper dia.” gumam Rara seraya melompat pelan ke bawah berusaha melarikan diri, dan kini ia mengendap-endap seperti maling yang takut tertangkap basah.
Guk…guk…
Baru beberapa langkah, anjing itu mengejarnya lagi. Bingung sekali, Rara menambah kecepatan larinya karena semakin takut.
“Aaaaaaaaaa….dasar anjing gilaaaa, udah ku kasih ayam juga!!…aaaaaa.” Teriak Rara di sepanjang jalan.
“Neng jangan lari, nanti makin di kejar!!.” Ucap salah satu ibu-ibu.
Brughh..
__ADS_1
“Aduhhh…shh.” Karena sempat tidak memperhatikan jalan di depannya, Rara seperti di hantam tembok besar yang menghalangi. Penasaran dengan apa yang di tabraknya tadi, Rara pun mendongak melihat objek tersebut. Sosok wanita dewasa, dengan pakaian serba putih berdiri tegap di depan Rara.
Guk…guk..
Suara itu datang lagi, Rara langsung bangkit dan bersembunyi di balik punggung wanita itu dan menggenggam erat baju belakangnya. Tatapan membunuh dari wanita itu seperti ingin menguliti di arahkannya ke anjing yang mengejar Rara tadi, sontak hewan itu berhenti dan patuh menunduk.
Kaing…kaing…
“pergi!!” Bentak wanita itu dan hewan itu pun berlari menjauh.
“hahhh…akhirnya.” Ucap Rara lega.
“Sudah pergi. Kamu tidak apa-apa kan nak?” Tanya wanita itu.
“ Terimakasih banyak tante, sudah menyelamatkan saya.” Ucap Rara seraya menunduk berkali-kali. kini wanita itu menampilkan senyumnya dan Rara pun membalas dengan hal serupa.
"Ra?" panggil seseorang entah darimana asalnya.
.
.
.
.
to be continued.
apes banget Rara.. 😌
__ADS_1
Golden Retriever