
ciittt...
Rara berpindah tempat ke ke kursi Jordan kemudian menurunkan sandaran joknya. Ceklek…
“Besok kamu jadi pergi?” tanya Rara. Ia kini menindih Jordan layaknya menunggang kuda, namun posisinya sedikit rumit. “Jangan begini Ra, perutnya tertekan.” Jordan mendorong tubuh Rara pelan seraya membenarkan duduknya. Jordan sangat khawatir, perihal baju saja ia yang mengatur agar Rara tidak mengenakan pakaian yang ketat demi perutnya tidak sesak.
"kamu udah nggak sayang aku lagi?"
Akhir-akhir ini Rara selalu begini, dan itu karena Jordan enggan menyentuhnya meski Rara berusaha mencari celah. Alasannya selalu sama, takut hilang kendali dan melukai calon buah hati mereka.
“Tidur lagi ya, sini peluk.” Ucap Jordan seraya menyelipkan anak rambut Rara.
Jordan kembali menegakkan sandaran joknya dan Rara masih di posisi sama. Tangannya pun menarik tubuh Rara yang masih berada di pangkuannya kemudian kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sengaja Jordan melewati jalan yang cukup jauh agar bisa menikmati moment ini lebih lama.
“Kamu belum jawab pertanyaanku.” Ucap Rara seraya bersandar di dada sang suami. Aroma maskulin itu sangat menyegarkan, hingga tanpa sadar Rara terus menciuminya. Meski sedikit mengganjal karena perutnya yang membesar, namun Rara masih bisa menemukan posisi nyaman di sana.
Tangannya kini mengelus-elus pelan dan sesekali membuat pola abstrak di dada Jordan. “Sayang!!”
Rara berkata dengan lantangnya karena Jordan tidak merespon sama sekali, dan malah hanya tersenyum.
Sebagai mantan model, Jordan paling tahu pesona dalam dirinya yang selalu berhasil membuat lawannya tak berkutik. Jurus andalannya hanya dengan tersenyum manis, di tambah lagi dengan bumbu-bumbu ketampanannya yang sudah melekat sejak lahir. Sialnya, Rara sangat suka itu.
__ADS_1
“Jangan menggodaku.”
“Maunya aku gimana? salah terus dari tadi.” Sungut Jordan dengan suara rendahnya. Hahh….Rara pun menyerah dan tidak ingin bertanya lagi karena sepertinya Jordan sedang sulit untuk di ajak bicara saat ini. Lebih baik mencari kesenangan sendiri, pikirnya.
Mencintai itu harus memiliki, termasuk memiliki seluruh jiwa dan raganya. Begitulah Rara yang sudah jatuh tenggelam akan cintanya pada Jordan. “Kamu milikku malam ini.” Ucap Rara di sela-sela aktifitasnya. Selama di perjalanan, Jordan di buat panas dingin karena ulah istrinya yang nakal.
“Iya, tapi jangan begini. Aku lagi nyetir Rara, bahaya!!” kesal tapi suka, itu yang di rasakan Jordan sejak tadi. Awalnya ingin menolak, tapi kini malah menikmati.
“Ssssshhhhh.” Jordan kembali mendesis kala Rara memainkan lidahnya di area leher Jordan dengan menjilat dan menyesapinya pelan. Tak hanya itu, tangan lentiknya kini semakin sensual bermain di beberapa bagian tubuh berotot itu. Rupanya Rara berniat untuk membangunkan beruang kutub yang sedang hibernasi.
“Sial!! Tau begitu gue cari jalan pintas aja tadi.” Umpat Jordan dalam hati. Ia sedikit menyesal karena melewati jalan yang berbeda dari biasanya.
“Manis.” Bisik Rara dan ia semakin merangkak naik. Ciitttt… Akhirnya Jordan bisa bernapas lega karena mereka sampai di rumah tepat waktu sebelum Rara semakin menjadi-jadi.
Jordan mendelik dan menatap tajam Rara. Sesaat kemudian mata Rara semakin memerah, tiba-tiba….
Huuuuwaaaaaa…..
“Kakak galak…!!huuuuhhuuuuuuu…” Rara menangis sejadi-jadinya. Ini kenapa? Jordan jadi bingung sendiri dengan sikap Rara. Beberapa saat lalu seperti singa dan kini berubah menjadi anak kucing.
“Hei, kok nangis? Kemana Rara yang liar tadi?”
__ADS_1
“Jangan pegang-pegang!!” Rara menepis tangan Jordan yang berusaha mengusap air matanya. Rara juga bingung, kenapa ia begitu menginginkannya. Hingga saat mendapat penolakan, Rara menjadi kesal luar biasa.
Tanpa hitungan detik Jordan secepat kilat membawa Rara ke dalam rumah. Tidak akan selesai jika terus begini, pikirnya. Herannya, Rara malah meraung-raung seperti anak kecil minta jajan sama papanya.
“Huuuuuhuuuuuu……nggak mau!! Turunin aku.” Ucap Rara yang sesenggukan. Pukulan asal itu membuat Jordan menjadi kwalahan. Masih seperti koala, Jordan pun membawa tubuh Rara dalam gendongannya. Hingga tiba di depan pintu Rara pun masih begitu membuat para penjaga rumah menganga akan kelakuan aneh majikannya itu.
“Tangkap!! Masukin mobil ke garasi!!.” Ucap Jordan pada Axel seraya melemparkan kunci mobilnya. Dengan satu tangan, Jordan masih bersusah payah menahan Rara yang kian membabi buta.
“awww…aww. Gigimu Sayaaaangg!!"
"Aku benci kamu!! turunin huweeee...."
Hingga keduanya menghilang, suaranya masih mendominasi seluruh ruangan. "Suami istri sama-sama gaje." Ucap salah satu pengawal seraya menggeleng-geleng.
.
.
.
Yang mau kesal sama ke gaje-an Rara silahkan🤗🤗.
__ADS_1
-To Be Continued-