
...WARNING!! 😁😁😁 ini wilayah dewasa, no bocil-bocil hehe........
Tolonglah ini masih siang! Jika sesaat lalu Rara memejam, kini ia terkesiap kala merasakan sentuhan aneh di pahanya. "Apa itu?" Rara berpikir keras hingga akhirnya ia menyadarinya. Itulah reaksi alami dari kejantanan seorang pria karena suatu rangsangan, kurang lebih seperti itu ilmu yang Rara dapat saat sekolah dulu.
"Kamu? yang benar aja!" Rara segera melepas Jordan dan mundur perlahan. Jangan sampai hal itu terjadi, ini bahaya sekali. Jordan nampak terengah-engah sama hal nya dengan Rara, hebatnya kedua manusia itu berusaha untuk tetap waras di tengah gejolak api yang kian membara itu.
"Aku nggak akan melakukannya, tapi tolong bantu aku Ra." Apanya? Rara kasihan melihat raut wajah Jordan yang memelas itu. Tapi apa yang bisa ia perbuat? Rara hanya bisa menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.
"Hanya kamu yang bisa mengendalikanku."
"Dari tadi aku yang dibawah kendalinya, pria ini bicara apa sih?" batin Rara bingung sendiri. "Akan lebih bahaya jika aku di luar kendali nanti, tolonglah!!." Jordan terlihat pias dengan manik matanya yang biru menyala.
"T.. tapi, gimana caranya? nggak mungkin kan...?"
Rumah itu sepi sebenarnya, itulah kenapa pembicaraan itu semakin bebas. Tanpa sengaja Rara memandang bagian bawah pria itu yang tampak berbeda dari sebelumnya. Sontak saja Rara menutup matanya.
"Wah... mataku udah nggak perawan." Rara menelan salivanya susah payah. Mereka sama-sama sudah dewasa sebenarnya, hanya saja pikiran Rara baru di tahap pembelajaran menuju kedewasaan.
__ADS_1
"Cium aku, sayang. Aku cuma butuh itu." Secepat kilat Jordan berpindah tempat dan kini sudah di depan Rara yang tampak gelisah. Jordan menyentuh pundak Rara dan jarinya menelusuri turun ke seluruh tangannya dengan gerakan pelan, membuat Rara merasa geli.
Selanjutnya....
Rara tersenyum genit, dan langsung saja ia melompat ke tubuh Jordan. Hampir di buat tak bernyawa, Jordan pun dengan sigap menangkap dan kini menggendong tubuh itu bak koala. Tanpa di duga Rara mengecupi wajah Jordan di setiap incinya tanpa tersisa. Kepala gadis itu semakin turun, dan kini mengecup dan menjilat leher Jordan hingga pria itu sedikit mendongak.
"Dia serius? padahal aku hanya bercanda tadi?" batin Jordan terheran dan masih menikmati sentuhan Rara seraya memejam. Rara hanya pasrah kala Jordan mendudukkan tubuhnya di atas meja makan itu. Belum selesai, tangan Rara kini menelusup di ke dalam kaus Jordan dan menyentuh roti sobek di sana dengan gerakan pelan.
"Ra kamu serius menanggapinya?"
"Kenapa? bukannya kamu minta di bantu?" Rara menatap netra Jordan yang tampak bingung.
Rara tidak belajar hal itu sebelumnya, tapi entah bagaimana ia jadi seliar dan lebih mahir dari sebelumnya. Di sela-sela kegiatannya Rara kembali membelalak kala merasakan panas yang membakar seluruh tubuhnya.
"Panas banget!" pekik Rara kini berhenti sejenak. "Ada apa?" Jordan menatap Rara dengan cemas, di tengah terpaan kabut gairah yang menyelimuti. Terlihat manik mata Rara yang berubah menjadi putih di ikuti perubahan wajah Rara yang sulit di artikan.
Detik selanjutnya, Rara menarik tubuh Jordan dengan kuat hingga posisi menjadi berbalik. Kini Rara yang mengungkung Jordan yang sudah terbaring di atas meja makan itu. Ternyata sejak tadi mereka masih di sana dan tidak berpindah tempat.
__ADS_1
"emmmpphhhh. sayang tunggu!" Jordan terkejut kala mendapat serangan tiba-tiba. Kemana perginya si Rara yang lugu dan polos itu? Gadis itu kini tampak berbeda, seperti bukan dirinya. Meski Jordan menyukainya, karena Rara semakin ganas menikmati tubuhnya. Namun herannya, ia merasa aneh karena Rara seperti berada di bawah kendali akan sesuatu.
"Hei.... hei.... no! sayang ahh!! " Jordan kini jadi gugup kala Rara menyingkap bajunya dan menciumi tubuhnya semakin turun kebawah. Ekspresi Rara saat itu tampak berbeda sekali, membuat Jordan terperangah. Bahkan tangan jail itu kini berusaha membuka celana Jordan yang sejak tadi masih rapi.
"Rara sadarlah! sayang jangan begini..!!." Jordan ketar-ketir kala Rara tidak berhenti, dan kini tangan lentiknya itu berhasil menelusup ke dalam hingga bersentuhan langsung dengan bagian terlarang milik Jordan. Dengan segera Jordan menangkap tangan Rara dan menariknya ke dalam pelukan. Bahaya sekali, jika keduanya di luar kendali karena kemungkinan akan terjadi gempa bumi.
"Jangan berhenti." ucap Rara dengan dingin.
" Kamu kenapa? sadarlah Ra." Jordan mendelik seraya menggoyang tubuh Rara agar segera sadar. Detik berikutnya, Rara melemah dan...
brugh
"Astaga!! Raraa...... " Jordan memeluk erat tubuh Rara yang sudah tak sadarkan diri, kemudian segera membopongnya ke kamar.
.
.
__ADS_1
.
tbc