Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 18 CEMBURU (Rara)


__ADS_3

Suasana meja makan sangat canggung, hanya bunyi dentingan alat makan yang sesekali memecah keheningan di meja makan kala itu. Jordan menyiapkan sandwich dan omelet telur beserta susu hangat, pertama kali pria itu memasak bukan untuk dirinya sendiri dan hanya Rara satu-satunya.


Di seberang meja, Rara masih belum menyentuh sarapannya dan sejak tadi menatap Jordan tanpa berkedip. Andai saja kegiatan ini bisa di lakukan setiap hari Jordan pasti bahagia sekali, sayangnya ia harus mengubur hal itu karena tahap mengejar kekasih masih jauh.


“Ini aman kan?”


Rara curiga jika makanan itu ada sesuatunya, seperti di dalam komik yang ia baca biasanya itu ada obat perangsang atau sejenisnya. Bagaimana pun Rara harus tetap siaga, ia teringat kata Valerie jika pria itu makhluk berbahaya.


“Ya ampun, pagi-pagi udah mikir yang yang aneh-aneh aja. Makan Ra, makanannya ku kasih serbuk cinta dan bumbu kasih sayang.” Benarkah dia Jordan yang terkenal itu? Rara hampir muntah mendengar mantra aneh yang baru saja di ucapkannya.


Belum pernah Rara di perlakukan semanis itu oleh pria lain selain ayahnya, meski sedikit risih nyatanya sentuhan tangan Jordan di pipinya membuat Rara nyaman.


Mereka pun menikmati sarapan dengan nikmat. Pada suapan pertama, Rara terkejut karena cita rasa yang membuat lidah menari-nari. Tidak menyangka saja jika Jordan cukup pandai memasak, atau mungkin Rara terlalu meremehkan kemampuan pria itu? pikir Rara.


“Gimana ? enak kan masakanku?” Tanya Jordan tersenyum lembut seraya mengusap bibir Rara yang belepotan karena saus, bahkan tanpa merasa jijik pria itu menjilatnya.


"Uhuk..."


Rara sedikit tersedak kala mendapatkan perlakuan itu tiba-tiba. “Duh …jantungku.” Batin Rara mencoba menyembunyikan wajahnya yang semerah tomat.


“Habis ini aku antar pulang ya, nggak perlu naik ojol.” Rara hanya mengangguk mengiyakan keinginan pria itu. Selesai sarapan Rara membuntuti langkah Jordan, hingga di depan pintu kamar mandi, Rara masih setia mengekori.


“Ngapain ikut? Mau liat si junior atau mau mandi bareng?" Jordan menghentikan langkahnya seraya menoleh.


“Siapa tuh junior?.”


“ini.” Singkat Jordan dan pandangannya mengarah ke bawah.


“Hih." Rara segera berbalik dan berlalu. Bisa di pastikan otaknya makin tidak waras jika berlama-lama dengan pria itu, pikir Rara.


.

__ADS_1


.


Beberapa waktu kemudian saat tiba di parkiran, Mobil hitam dari arah depan menghampiri Rara dan berhenti tepat di depannya.


Bamm.....


Pintu mobil yang tidak bersalah itu menjadi sasaran seorang wanita, lalu mendekati Rara yang masih berdiri tegap di tempatnya.


“Heh lo lagi!! ngapain di rumah Jojo? Murahan lo ya.” Tuduh Celine dengan emosinya yang berapi-api, mungkin sebentar lagi terbakar hingga hangus.


“Aku..”


Plak..


Satu tamparan mendarat di pipi Rara cukup kuat hingga pipinya memerah, "Apa lagi ini ya Tuhan, pagi-pagi malah ketemu beruang kutub rabies." Pikir Rara. Belum sempat membalas, Jordan muncul dari belakang. Sontak saja Celine menghambur memeluk pria itu dengan manja. Rara melihat itu menjadi panas dingin tiba-tiba.


“Apa yang kau lakukan di sini Cel?” tanya Jordan yang berusaha melepas pelukan itu.


“Jojo, ngapain wanita itu disini? Kalian habis ngapain ?” Rengek Celine secepat itu merubah cara bicaranya. Rara hanya memutar bola matanya malas dan masuk ke mobil milik Jordan.


“Nggak mauuuuu. Kamu gak hargai perasaanku Jo, aku aduin kak Victon nih.” Sambil menyeringai licik kini Celine makin merapatkan tubuhnya yang seksi itu seraya meliuk-liuk seperti ulat keket ke Jordan. Bukannya tergoda Jordan malah merasa jijik, sungguh tidak ada sedikit pun nafsu pada tubuh itu.


“Kita gak ada hubungan apa-apa, aku udah jelasin dari dulu kan.” Geram sekali Jordan meladeni gadis yang sedari dulu mengejarnya, kalau bukan memikirkan Victon sahabatnya, Jordan tidak mungkin sesabar itu meladeni wanita agresif sepertinya.


“iiiih Jordan.” Kesal Celine seraya menghentakkan kakinya melihat pria itu masuk mobil dan meninggalkannya tanpa kata.


.


.


.

__ADS_1


Di perjalanan, Rara memasang wajah dinginnya bahkan berkali-kali Jordan memanggil, namun gadis itu menjawabnya sangat ketus.


“Ra ?”


“Apa!”


“kamu kenapa?”


“Ck, bisa nggak bilangin ke pacarmu itu, kalo bicara sama orang tuh baik-baik kan bisa. Nyebelin banget sih. ” Jelas kesal karena di tampar oleh wanita itu tanpa alasan. Terlebih lagi, sikap cari perhatiannya itu membuat Rara makin jijik, seharusnya sebutan murahan itu untuk dia bukan Rara.


“Dia bukan pacarku.” Ucap dingin Jordan.


“Ck.”


“Cemburu? Hm?“ Jordan menarik dagu Rara agar menghadap padanya. Jordan kini meremang, bukan karena ketidakjelasan sikap Rara, tapi karena tanda merah di pipinya. Tidak hanya itu, mata Rara tampak berkaca-kaca, terlihat sekali berusaha menahan butiran bening yang kian penuh dan hampir tumpah.


“Max, menepi dan keluarlah.” Ucap Jordan di ikuti anggukan asistennya, setelah menepi Maxton keluar mobil dan hanya tersisa Rara dan Jordan.


“Kenapa begini? Wanita itu yang melakukannya?” Tanya Jordan meninggi.


“Kau ga bilang kalau dia pacarmu. Aku udah di labrak 2 kali, padahal ga tau apa-apa. muak tau ga di tuduh-tuduh gak jelas begitu.” Jawab gadis itu lirih masih berusaha menahan butiran itu agar tidak jatuh. Entah ia menangis karena tudingan itu atau karena Jordan yang berpelukan dengan Celine, Rara tidak mengerti.


Jordan pun langsung menarik Rara ke pelukannya kemudian mengusap lembut punggungnya. Sudah di pastikan gadisnya itu sedang terbakar api cemburu.


“Selama hidupku, belum pernah menjalani hubungan dengan siapapun Ra, aku cuma mau kamu dan hanya kamu. Kamu akan jadi yang pertama dan terakhir untukku, percaya kan?” Ucap Jordan lembut seraya mengelus rambut Rara. Begitulah janji setia kaum serigala seperti dirinya, jika ia sudah memilih pasangan maka akan jadi satu-satunya hingga ajal memisahkan.


"Bisakah aku? .” Batin Rara cemas.


.


.

__ADS_1


.


to be continued.....


__ADS_2