
3.00 AM
"Jo? "
"hmmm?" Jawab Jordan masih memejam, tangan pria itu kian mengeratkan pelukannya.
"Apa kamu bisa sesuka hati berubah jadi serigala?" Sial, bukan itu yang ingin Rara tanyakan, tapi malah keluar begitu saja. Tidak ada maksud untuk menyinggung perihal identitas kekasihnya itu, hanya saja jiwa penasaran Rara bangkit tanpa ia tahu.
"No, hanya waktu tertentu."
"Terus, ada berapa banyak manusia serigala di dunia ini? " Biarlah, tanggung sekali jika bertanya setengah-setengah, pikir Rara. Terdengar Jordan menghela napas, lalu membuka kedua matanya pelan.
"Only me. Aku yang terakhir, karena yang lain udah tiada. Kenapa kok tiba-tiba?" Jordan kembali menatap mata Rara yang sudah memerah seraya mengusapnya pelan. Gadis itu sudah sangat mengantuk sepertinya, tapi entah kenapa mulutnya masih kuat mengoceh.
"Really? lalu, kamu jenis apa?" Rara kini mendongak berusaha melihat wajah pria tampan itu.
"Serigala putih. Asal kamu tahu, saat ini adalah masa kawin bagi kaum serigala, jadi berhentilah menggodaku!!"
Jordan menangkap jari tangan Rara yang sejak tadi usil bermain di dada dan perutnya. Oh ayolah, tanpa berbuat apa-apa saja, Jordan kerap kali kesulitan menahan nafsunya. Lalu? Ada apa dengan Rara hari ini? dia sedikit liar dan sialnya Jordan menyukai itu.
"Masa kawin?? " beo Rara.
Rara mengerjapkan matanya yang semakin redup itu. Tidak tega ingin menyerang sebenarnya, tapi wajah itu sangat menggemaskan. "Tidurlah sayang." Ucap Jordan seraya mengusap lembut punggung Rara. Akhirnya Jordan menyerah saja, kasihan sekali melihat Rara yang sudah lelah.
"Kenapa kita di sini? Aku mau pulang." Gumam Rara tidak jelas. Entah ia masih sadar atau mengigau Jordan tidak tahu pasti. "Besok kita bahas lagi, tidurlah." Beberapa detik kemudian, terdengar deru napas teratur dari Rara. Jordan pun ikut memejam dan siap berlayar ke alam mimpi bersamanya.
__ADS_1
...𖠇𖠇𖠇𖠇...
10 AM, Arena Gulat
Hari ini adalah evaluasi rutin bagi anggota T.Fly. Biasanya akan di adakan duel tiap satu bulan sekali bagi para anggota, guna menguji kemampuan mereka.
"Kenapa boss belum muncul juga?" Tanya salah satu dari mereka.
"Malam panas, kau tidak tau boss membawa kekasihnya semalam?"
"Serius? padahal ku kira dia gay."
"Jaga mulutmu!!"
"Oh ayolah! bukan hanya aku yang mengira begitu. Boss selalu bersama asistennya itu kapan pun dan di mana pun, itu aneh!! "
Mereka sibuk bergosip di kerumunan pinggir arena tinju. Hingga sesaat kemudian Maxton, Brody, dan Axel memasuki arena.
" Kau lihat!! Axel bahkan menjadi korban keganasan wanitanya boss." Ucap pria itu lagi seraya menunjuk Axel yang sedang memakai handwrap dan sarung tinjunya. Tubuh Axel bertelanjang dada sehingga nampak lah balutan perban di pundak kekarnya.
"Banyak bicara kau!! masuk! " Bentak Maxton yang muncul tiba-tiba dari belakang, kemudian mendorong pria gosip itu ke dalam arena. Di sana Axel sudah menunggu dengan angkuhnya, membuat pria itu menelan ludah. Banyak yang mengakui jika Axel, Brody dan Maxton adalah anggota T. Fly yang paling tangguh, lihat saja dari perawakannya.
...ð– „ð– „ð– „ð– „...
Sementara itu, Jordan dan Rara kini sudah rapi dengan penampilan yang segar setelah membersihkan diri. Sempat uring-uringan perkara tampilan Rara yang terlalu menawan, membuat Jordan enggan membawanya pergi.
__ADS_1
"Di sini mayoritas pria ...sayang, nggak usah secantik itu. Bisa kan?" Ucap Jordan gemas. Ia tidak Rela jika mata pria lain melihat kecantikan kekasihnya itu.
Sontak, Rara mengerutkan keningnya. "Udah dari sananya begitu. Jangan salahin aku lah." Ketus Rara seraya membenarkan makeup nya. Sebenarnya, ia tidak banyak merias diri dan pakaiannya pun tidak berlebihan. Tapi apa boleh buat jika sudah begitu dari pabriknya.
"Lihat!! penampilan kamu juga wah begitu, ya kali aku bulukk." Selalu ada saja jawabannya, membuat Jordan pasrah dan memilih untuk mengalah. Jika di teruskan maka berbeda jalur dan menjadi lebih rumit nantinya.
Selesai pertengkaran kecil itu, Jordan mengajak Rara untuk mengamati arena pergulatan. Terdengar sorak-sorak riang saat keduanya kian mendekat.
waaaaa.... waaaa.... yuhuuuu
Jordan memeluk posesif pinggang Rara agar tak jauh darinya. Setakut itu Jordan dengan banyaknya makhluk buas di sana. Kini kedua insan itu hendak duduk di kursi khusus yang telah di siapkan.
"Anda datang boss." Sapa Maxton.
"hmm."
Rara pun ikut duduk di samping Jordan, matanya menatap kagum dua pria yang tengah beradu tinju di sana. Bahkan sesekali gadis itu berjingkrak riang, membuat Jordan tak ragu menampilkan senyumnya.
"Wahhh mereka kuat banget."
.
.
__ADS_1
.
to be continued.