Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 119 Serigala Atau Vampir?


__ADS_3

Ciuman lembut di bibir itu mengisi kedamaian senja di saat keduanya hanyut dalam kerinduan masing-masing. Jordan pun menarik pinggang Rara dan memeluknya erat. Padahal hanya 2 hari berpisah, mengapa seakan 100 tahun lamanya.


“Aku kangen.” Ucap Jordan lirih. Tangannya terulur kemudian menarik kepala Rara ke dalam dekapannya seraya mengusap pelan. Kini ia bisa bernapas dengan lega.


“Aku bahagia.”


“Memilikimu.” Ucap Jordan terputus-putus seraya mengecup sekilas kedua pipi Rara bergantian.


Cup….cup.


"Lepas dulu." bisik Rara.


"Kamu nggak suka ku cium?" Jordan mengerutkan dahinya karena sejak tadi Rara seperti risih menerima pelukan dan ciumannya. Jordan benar-benar akan marah jika Rara terus menepisnya seperti ini.


"Bukan gitu."


Rara masih berusaha memberontak, tapi Jordan semakin erat meraup bibirnya dengan bebas. "Eemppphhh, tunggu!! a....aku lagi live streaming." Rara memukul-mukul dada Jordan, namun pria itu masih menyosor dengan rakus seperti orang kelaparan.


Deg...


Sontak Jordan membelalak dan matanya pun mencari keberadaan kamera yang merekam kegiatan keduanya. "itu." Tunjuk Rara pada benda pipih persegi panjang di belakangnya. Sementara Rara yang sudah malu hanya bisa bersembunyi dan menelusup di dada Jordan.


Hal itu sontak membuat para penonton heboh dan kini live Rara di hujani berbagai komentar.


"So sweet."

__ADS_1


"Mau jadi Raranya."


"Sengaja banget pamer di depan para jomblo."


"Hei !! kalian berdua lucnut."


♥️♥️♥️♥️


Jordan tersenyum lebar seraya mendekatkan wajahnya pada benda pipih itu. "Udah dulu ya. Raranya mau ku pinjam." Jordan menyapa dengan senyum manisnya.


klik..


"Beres kan?" Jordan kembali menatap Rara yang masih terpaku di tempatnya. Bunga-bunga di sana berayun-ayun karena sapuan dari angin sepoi-sepoi yang menyapa. "Kemarilah!" Jordan merentangkan kedua tangannya, berharap jika Rara akan berlari kecil kemudian memeluknya.


Tidak peka, bukannya memeluk Rara malah mengarahkan kameranya dan memotret Jordan dengan gaya yang tak berubah.


Sempat menolak, namun kini Jordan malah ingin lagi dan lagi bahkan terus berpose dengan berbagai gayanya. Gara-gara hasil jepretan Rara yang begitu memukau membuat Jordan terbius dan ketagihan.


"ini, bagus hasilnya." Sebahagia itu Rara hanya karena sebuah foto. Jika begini, Jordan rela selalu menjadi model pribadinya.



Gambaran masa depan sudah terlihat jelas. Hadirnya Jordan benar-benar merubah hidup Rara, begitu pula Jordan yang berpikir demikian. Berawal dari ramalan ikatan takdir, hingga berujung saling mencintai.


Rara mendekat lalu mengusap rahang tegas suaminya. "Mitos!! Aku sebenarnya nggak percaya dengan takdir pemilik batu ameee...thyst atau apalah itu. Sudah jelas di sini, kita memang di pertemukan dan berjodoh." Entah kenapa Jordan terkekeh karena ucapan Rara tersebut.

__ADS_1


"Takdir mempertemukan kita, istriku."


Secepat kilat, Jordan menarik tengkuk leher Rara. Tak hanya bibir dan lidahnya yang bermain liar, tangannya pun sama. "Cepat besar nak, papa udah nggak sabar menyambutmu di dunia." Ucap Jordan di sela-sela pagutannya seraya mengusap lembut perut Rara yang sudah sedikit menonjol. Rara jadi berdesir mendengarnya.


"Kamu makin seksi Ra." Kabut tebal itu menutupi Jordan yang kini menikmati leher jenjang Rara. Entah sejak kapan Jordan berpindah tempat dan Rara hanya bisa menerima dan menikmatinya.


Lagi dan lagi Jordan berbuat tak senonoh di ruang terbuka. Aroma tubuh Rara yang begitu harum di Indra penciuman Jordan, dan berkali-kali ia selalu di buat mabuk kepayang.


"Kenapa kamu wangi banget?" Ucap Jordan masih setia menikmati area leher Rara. "Karena sabunnya wangi. Emang kamu mau kalo aku bau?" jawab Rara sekenanya. Bukan wangi itu yang Jordan maksud, melainkan aroma alami tubuh Rara yang begitu menggoda.


"Aaaaaaaa.....jangan di gigit!! sakit tau!!" pekik Rara.


Di pikir giginya tidak tajam atau gimana? Masalahnya gigi runcing khas serigalanya muncul dan tanpa peduli Jordan malah menancapkannya. "Dia serigala atau vampir sih? suka banget gigit-gigit." batin Rara kesal seraya menarik rambut Jordan.


"Jangan memakiku sayang, i know."


"Iya, tapi jangan di gigit!!. Lihat leherku udah kayak macan tutul begini!! beneran sakit sayang, coba lihat gigi kamu deh." Rara berusaha membuka mulut Jordan agar memperlihatkan seberapa runcing taringnya itu.


Terkadang bibir Rara juga terluka karena hobi menggigit yang sering Jordan lakukan padanya.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut besok aja ah🙃🙃


-To Be Continued-


__ADS_2