Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 96 Our Baby


__ADS_3

Beberapa saat kemudian...


"Kapan terakhir kali si merah datang.?" Tanya dokter wanita yang memeriksa Rara. "Saya lupa dok. kenapa ya?" Rara menatap sang dokter dengan intens sebelum akhirnya memasang wajah terkejut dan membekap mulutnya.


"Apa mungkin itu dok?" Tanya Rara dan dokter itu hanya tersenyum. Sementara Jordan hanya berdiri diam dan sejak tadi mengamati pembicaraan yang tidak ia mengerti.


"Ada apa? istri saya kenapa dok? "


"Selamat ya mas Jordan, sebentar lagi akan menjadi ayah. Usia kehamilan baru 3 minggu dan itu sangat rentan. Saya harap mba Rara jangan sampai stress, jaga pola makan dan kesehatannya. ini vitamin untuk mengurangi rasa mualnya, usahakan banyak istirahat untuk beberapa hari ke depan. hmmm... itu saja, kalau begitu saya pamit." jelas sang dokter panjang lebar dan terperinci.


Kepergian dokter tadi menyisakan kedua insan itu yang masih diam tak percaya. Tiba-tiba mata keduanya basah dan Jordan segera merengkuh Rara begitu eratnya. Tangis keduanya menjadi bukti dari seberapa bahagianya mereka.


Beberapa menit selanjutnya....


"Udah dong, kok malah makin kenceng nangisnya? " Rara heran sekali dengan Jordan yang tiba-tiba menjadi cengeng melebihi dirinya. Dalam hati, Jordan bersumpah pada Tuhannya jika ia akan menjaga, dan tidak akan membiarkan anak-anaknya kelak kekurangan kasih sayang orang tua seperti dirinya.


kecupan itu mendarat di kening Rara begitu lamanya dan Rara menikmati sentuhan itu dengan memejam. "Makasih sayang, aku mencintai kalian. " Ucap Jordan kemudian turun dan mengecup perut Rara yang masih rata.


"Jangan lupa ayamnya!!"


deg...


Di tengah suasana haru ini, bisa-bisanya Rara mengacaukannya. "ini keinginan dede bayi berarti, aku ngidam dan mau itu secepatnya." Ucap Rara lagi.

__ADS_1


Jordan mengusap kasar wajahnya. Apakah ini ujian sebelum menjadi ayah sesungguhnya? Jordan tidak begitu tahu jika ibu hamil punya banyak mau dan itu memang harus di turuti.


"Kalau mau aku yang cari, nggak mungkin sehari dapat. Kamu sanggup nunggunya?" Sejujurnya tidak bisa, tapi Rara hanya bisa mengangguk pasrah. Pikirannya tidak sekolot itu, Rara tahu jika keinginannya cukup sulit di penuhi.


Demi sang buah hati dan istri tercinta Jordan rela harus terbang ke negara itu. Baginya, itu bukan lah hal yang sulit. Ibarat jika Jordan di suruh masuk ke sarang lebah, ia pasti bisa melakukannya dengan mudah.


"Papa berangkat dulu ya, kalian baik-baik di sini." Jordan mengecup pipi Rara kemudian turun ke perutnya. "Iya papa, jangan lama-lama ya." Jawab Rara menirukan suara bayi dan melambaikan tangan.


.


.


Menjelang sore hari, Valerie tiba di kediaman Rara. Sesuai permintaan Rara yang ingin di temani, dan di sinilah Valerie berada. "Wowwww, ini rumah atau istana?" Ucap Valerie kagum. Ia menelusuri lorong demi lorong untuk mencari keberadaan kamar Rara.


"Rara?"


"Masuk aja Val." Teriak Rara dari dalam. Valerie pun segera masuk dan menghampiri Rara yang masih rebahan di atas kasurnya. "Ra, kamu bener-bener jadi ratu sekarang. daebakk...!!." Valerie duduk di tepi ranjang seraya menatap kagum kamar yang hampir seluas lapangan voli.


"Makasih ya Val udah mau nemenin aku."


"Lebay banget, kayak sama siapa aja sih, hm?" Valerie mencubit pipi gembul Rara. "Btw, hadiah dariku kayaknya berhasil ya?" ucap Valerie lagi.


"Berhasil apa?"

__ADS_1


"Ya berhasil bikin kak Jordan top cer, dan ini hasilnya." Valerie terkekeh seraya menyentuh pelan perut Rara. Bukan lagi malu, rasanya Rara ingin sembunyi di lubang semut saja. Ia kembali teringat jika sahabat tengilnya itu memberi satu lusin lingerie seksi dan 10 botol jamu kuat.


"Baru ku pakai sekali, itu malu-maluin sumpah." Rara menyentil dahi Valerie yang masih tertawa jahil.


"Nggak papa, nyenengin suami itu pahala."


.


.


2 PM.


Seharian Rara bergumul di kamar karena Jordan bertitah agar Rara banyak istirahat. Untungnya ada Valerie yang menjadi obat jenuh.


Ting...


Jordan mengirim sebuah foto saat ia sudah tiba di negara itu. Rara tersenyum seraya mengirim pesan balasan dengan emotikon love dan selca dirinya.


Semangat my hubby, ❤❤



-To Be Continued-

__ADS_1


__ADS_2