Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 38 Menerimamu Apa Adanya


__ADS_3

Happy Reading!!


Di sisi lain…


DORR….DORR..


Sebuah pelatuk pistol di tekan dan mendaratkan 2 peluru besi tepat di bagian vital seorang pria yang kini sudah tergeletak di lantai.


“Tidak berguna! Aku membayar mahal dan ini hasilnya?!.” Bentak Mr. M hingga suaranya menggema di seluruh ruangan kosong kala itu . Pria itu menghisap nikotin seraya duduk menyilangkan kaki dengan dadanya yang naik turun menandakan kemarahannya yang hampir meledak.


Drap…drap…drap..


“Tuan, Debby tertangkap.” Bisik salah satu informan tidak lain anak buahnya. Sang pengawal menunduk dan sedikit mundur kala boss nya menatap seperti ingin menguliti


“Bedebah! Tidak becus semua, aaaakkkhhhh.” Teriak Mr. M seraya melampar kursinya asal. Hal yang tidak pernah ia perkirakan, selama ini tidak ada kata gagal dalam kamus hidupnya.


“Leonzio…. cecunguk itu selalu menghambat rencanaku!!” Batin Mr. M tidak terima dan sesaat menatap pria yang bersimbah darah di bawahnya.


...🌺🌺🌺...


Kembali ke Jordan dan Rara...

__ADS_1


BAMM… kasihan sekali pintu mobil yang tidak bersalah itu menjadi pelampiasan kemarahan seorang Rara. Kesal sekali rasanya, hingga barang apapun yang ia sentuh menjadi sasaran termasuk ponsel yang di pegangnya.


“ishh, banyak banget pesan spam, sampah banget!!.” Jari Rara menekan layar benda pipih itu cukup bertenaga, membuat Jordan takut kalau saja layarnya nanti retak.


“Honey?” Jordan mengelus pipi Rara dengan kelembutan, berharap saja gadis itu sedikit melunak. Sebenarnya Jordan sudah kebal dengan rayuan-rayuan seperti itu, apalagi dirinya sering di goda oleh tante-tante bahenol yang menjadi tetangganya.


“Kamu tuh ya, lain kali kalau keluar pakai topeng badut aja. Tadi juga, ngapain lagi senyum-senyum begitu, genit banget.” Ketus Rara penuh penekanan hingga Jordan mendaratkan cubitan gemas di pipi yang sedikit gembul itu.


Pria itu masih diam, ingin melihat sampai mana macan kecilnya itu mengaum. Namun, salah sekali Jordan membiarkannya karena hingga beberapa menit kemudian bibir mungil itu belum berhenti mengoceh.


“Lagian kenapa nggak pakai masker dan kaca mata kayak biasanya? Sengaja kan pasti, tahu aku tuh kalau kamu tampan! Sengaja pamer sana-sini apa gimana?.” Seenak jidat Rara menuduh Jordan yang tidak-tidak, kini Rara malah makin sebal kala pria itu menatapnya dengan wajah bahagia.


“Aku suka kamu yang cemburu begini…. hehe.” Setelah cukup tenang, Jordan kembali melajukan mobilnya. bruummmm......


“Hehe-hehe.” Rara mengulangi kata itu sambil bersedekap. Gagal sudah rencananya yang ingin mendiamkan Jordan, kenapa juga ada tragedi mba-mba kasir genit itu membuat Rara kehilangan image.


Cinta? Bisa saja hati Rara sudah di luluhkan oleh pria bernama Jordan itu, apa hati Rara kini benar-benar menjadi miliknya? pikir Rara seraya menatap lekat Jordan yang tengah menyetir.


“Ra? Kamu} nggak lupa kan pekerjaanku seperti apa? Apa kamu juga bakal marah sama semua fans ku?” Ucap Jordan tanpa menoleh dan sontak saja Rara di buat bungkam. Benar juga, Jordan adalah seorang model dan ketampanannya itu di nikmati khalayak umum, pikir Rara.


“Tuan muda Anderson? Aku nggak lupa identitasmu yang lain. Terus kenapa kamu bertahan di balik nama Jordan Ravindra?” Tanya Rara dengan serius.

__ADS_1


“Aku nggak suka nama itu, tolong jangan bahas lagi. Karena aku lebih nyaman dengan identitasku saat ini.” Jawab Jordan lirih.


Mengapa hatinya seperti tersayat belati kala Rara menanyakan hal itu, cita-citanya hanya ingin hidup bahagia bersama dengan wanita yang dicintai tanpa bayangan keluarganya lagi. Jordan berkali-kali menghela napasnya, sesakit itu ia kembali mengingat masa kelam dalam hidupnya.


Kini, Rasa bersalah muncul dalam benak Rara, kenapa juga mulut tipisnya itu berucap tanpa di filter dahulu. Ia jadi tidak tega melihat pria yang selalu riang itu tampak murung di hadapannya. Rara pun merapatkan tubuhnya di area kemudi, lalu merangkul pinggang Jordan dari samping dan menyandarkan kepalanya di lengan berotot pria itu.


“Maaf aku udah buat kamu terluka. Sikapku yang labil dan kekanak-kanakan ini pasti menyebalkan, seharusnya aku lebih perhatian sama kamu.”


Rara berucap selembut itu dan mengeratkan pelukannya seraya menatap pemilik wajah tampan itu. Kapan terakhir kali Rara bersikap seperti itu? selama 21 tahun Rara selalu menjomblo dan perhatiannya selalu terfokus pada keluarganya saja.


Bak di terpa hujan emas, demi apapun Jordan bahagia mendengar penuturan kekasihnya itu. Benar kata sahabatnya, jika dirinya lebih bersabar maka akan mendapatkan balasan yang setimpal.


Mungkin sekarang belum seberapa, karena Rara pun masih suka malu-malu untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi Jordan yakin jika ia akan jadi pemenang di hati Rara kedepannya.


.


.


.


to be continued..

__ADS_1


__ADS_2