Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 80 Makna Bahagia


__ADS_3

...HAPPY READING!!😁😁...


Rara sampai di meja makan masih dengan wajahnya yang bersemu merah. “Maaf, Rara tadi nyasar.” Ucap Rara lengkap dengan senyum gigi putihnya. Entah kenapa kalimat itu malah mengundang gelak tawa semua orang di sana.


Rara pun memilih duduk di samping Valerie, karena memang 2 kursi kosong yang tersisa hanya di sana.


“Nyasar di kebun nyamuk ya Ra? nakal banget nyamuknya sampai bentol-bentol tuh leher.. Hihihi.” Bisik Valerie sengaja menggoda Rara. Rara membola dan dengan sigap ia menutupi lehernya dengan rambut panjangnya, sudah pasti itu ulah Jordan yang meninggalkan jejak-jejak cintanya di sana.


“Wajahmu kenapa nak?” Ibu ayu bertanya karena wajah Rara memang semerah itu.


“Tidak apa-apa bu hehe.” Jawab Rara seraya menggaruk lehernya yang tak gatal. Andai saja Jordan tidak nekat, ia tidak mungkin jadi serba salah begini. Bukan berarti Rara tidak senang, ia siap melakukan hal itu bersama pria yang di cintai dan tidak akan pernah menyesalinya. Sekalipun Rara harus menyerahkan hal berharganya, toh itu ia berikan pada suaminya sendiri.


“Wuihh, nyamuknya ganas ternyata.” Valerie menaik-naikkan alisnya dan meski Rara sudah semalu itu, ia masih belum puas menggoda Rara hingga cubitan gemas mendarat di tangan Valerie.


“Ck, diam!!” Antara sebal bercampur malu, tak perlu di tanya lagi seberapa gugupnya Rara saat ini. Tak berselang lama, Jordan pun menyusul dan kini duduk di samping sang istri. Senyumnya tak habis-habis terpampang jelas di wajah Jordan, mungkin saja ia habis menang lotre.


“Aku nggak akan lepasin kamu malam ini.” Bisik Jordan di telinga Rara dan meniupnya. Berbeda dengan Jordan yang tampak puas, Rara kini malah semakin cemas.

__ADS_1


“Bisa-bisanya dia setampan ini.” Batin Rara menggeleng pelan karena sempat mengagumi wajah tampan itu.


Ting..


“Ya elah, ntar malam kan masih panjang, Udah nyicil aja.” Pesan singkat itu masuk di ponsel Jordan, membuat Jordan tersenyum sinis. Lain halnya dengan dua pria itu, menurut mereka itu malah menjadi kesenangan tersendiri yang patut di banggakan.


Acara makan-makan pun berlangsung dengan nikmatnya, di iringi beberapa celotehan lucu dan obrolan ringan. Sebahagia apa Jordan saat ini? Sangat-sangat bahagia tentunya. Mempunyai istri cantik dan sebaik Rara, serta anggota keluarga yang begitu hangat itu hal yang paling berkesan dalam hidupnya.


Setelah selesai, kini semua orang hendak pulang karena beberapa memiliki kesibukan masing-masing. “Nak, tolong bahagiakan Jordan. Apapun yang terjadi, jangan pernah meninggalkannya.” Mama Nindi mengelus pipi Rara lengkap dengan nasihatnya yang tak henti-hentinya. Rara pun mengangguk paham.


“Tenang saja m..ma…” jawab Rara ragu.


“Iya ma. Rara akan membahagiakan dan menjaga kak Jordan.” Rara tak sadar kala tubuhnya kini sudah berada dalam pelukan mama Nindi. Setelah bercengkrama dengan anggota keluarga lainnya, termasuk kedua orang tua Rara. Inilah waktu berdua bagi pengantin baru itu.


“Kita mau kemana?” Tanya Rara saat memasang sabuk pengamannya. Jordan malah hanya tersenyum seraya mengusap kepala Rara sekilas. Senyuman itu di balas semanis mungkin oleh Rara , ia tak berniat untuk bertanya lagi karena pikirnya itu sia-sia saja. Saat ini, Rara pasrah jika Jordan akan membawanya kemanapun, ia tidak akan pernah lari lagi.


Seperti biasa, Rara selalu terlelap dalam perjalanan. Dan kini ia merasakan tubuhnya yang seperti melayang di udara. Ternyata itu ulah suaminya, Rara menggeliat pelan dalam dekapan Jordan yang membopongnya ala bridal style. Ketika membuka mata, Rara menatap wajah tampan itu dan mengusapnya pelan.

__ADS_1


“Udah bangun?” Sial sekali, suara berat Jordan terdengar seksi di telinga Rara. Apalagi senyum yang terukir indah di wajahnya menjadi paket komplit karena selalu membuat Jantung Rara meletup-letup.


Sempat Jordan menggunakan kekuatannya untuk berteleportasi ke sebuah tempat guna mempersingkat waktu. Saat tiba-tiba Rara merasakan sapuan angin di wajahnya, menandakan jika keduanya sudah berpindah. siiinnggg....Lagi-lagi Rara di buat tercengang.


“I..ini dimana?” Rara semakin bingung dengan keadaan sekitarnya. Bukan main indahnya tempat itu, hingga Rara langsung saja melompat dari gendongan Jordan.


“Sayang hati-hati.” Ucap Jordan cemas namun masih menampilkan senyumannya.


“Waaaahhhhh, cantiknya..” Lihatlah, betapa bahagiannya istrinya itu dengan kejutan yang Jordan siapkan. Tak munafik, Jordan pun juga tenggelam dalam lautan kebahagiaan. Dengan cepat Jordan meraih pinggang Rara, seraya menikmati pemandangan senja yang kini membius mata.


i love you....


.


.


.

__ADS_1


-To Be Continued-


maaf karena nggak up di hari sebelumnya, itu karena kesibukan othor hehe😁😁😁.


__ADS_2