Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB 9. KENCAN (Rencana 2)


__ADS_3

Di dalam mobil Valerie sengaja duduk di depan dan menyisakan dua insan itu di jok belakang.


"Emm... aku akan transfer untuk biaya rumah sakitnya, mana nomormu? " Tanya Rara pada Jordan.


“Sini! .” Jordan mengulurkan tangannya membuat Rara bingung. Lucunya, Rara malah memberikan tangannya. "Handphonemu, buat apa kasih tangan?" Jordan terkekeh melihat Rara salah tingkah.


“Jangan pikirkan tentang itu. Masuk dan istirahat lah.” Jordan memasukkan nomornya di benda pipih itu.


"Tapi... "


"Nggak ada tapi, bicara lagi ku cium nih. " Melihat reaksi Rara yang mundur seraya membekap mulutnya, membuat Jordan tergelak. Setelah sampai, Rara segera keluar dan menarik tangan Valerie, bahkan ia sampai lupa mengucapkan terimakasih.


.


.


.


Jordan semakin menjadi-jadi. Di mana pun Rara berada maka di situ pria itu ada. Seperti saat ini, kampus benar-benar di buat heboh dengan kedatangan Jordan di depan kampus. Ia berdiri di samping mobil sport mewahnya seraya tebar pesona.


Rara yang baru saja keluar kelas di buat bingung dengan keramaian itu, hanya saja ia mencoba untuk tidak peduli. Namun untuk sosok mencolok seperti Jordan, pria itu mudah menarik perhatian Rara pula.


“Aduh, sial banget aku. Itu cowok ngapain di sini sih?” Gumam Rara seraya menutupi wajahnya dengan tasnya. Langkahnya semakin cepat, Rara berusaha berlalu melewati keramaian di sana.


Greb.....


Sesuatu melilit di pergelangan tangan Rara dan itulah dia. “Mau kemana Ra? Aku udah nungguin loh dari tadi." Ucap Jordan dengan suara baritonnya. Rara berbalik menatap kearah Jordan seperti maling tertangkap basah. “Mampus." batin Rara.

__ADS_1


“A....apa? Lepasin gak, malu banyak orang!” Rara tergagap setengah berbisik padahal tidak ada yang mendengarnya. Memang benar adanya, Rara kini tengah menjadi sorotan karena ulah Jordan.


“Ngapain malu, kita kan pakai baju.” Jawab Jordan makin nyeleneh. "Jangan aneh-aneh ya kau cabul." Dengan berani Rara menunjuk wajah Jordan dan menantang.


"Suka banget sebut aku cabul, mau aku tunjukin seberapa cabulnya aku?” Ucap Jordan dengan menaik-naikkan alisnya menggoda Rara. Ia masih erat memegang tangan Rara karena takut kucing kecilnya itu melarikan diri.


“Minggir, aku mau pulang.” ketus Rara sambil mendorong dada pria itu. Jordan menarik paksa tangan mungil itu, tapi Rara masih bertahan di tempatnya. Benar-benar di buat gemas, langsung saja Jordan membopong Rara seperti karung beras di pundaknya.


“ Ini pemaksaan, hei.....turunin ngga! Cabul….dasar cabul!” Teriak Rara sambil menendang-nendang tak terarah seraya tangannya memukul-mukul punggung Jordan. Jordan hanya terdiam, ia jadi gemas lantaran gadis itu menyebut dirinya pria cabul terus.


“Masuk!! ”


Tanpa sadar Jordan sedikit membentak, membuat Rara menciut. Sadar seharusnya ia berucap lembut, gadis itu pantang sekali di bentak. Jordan pun memejam dan berusaha mengatur emosinya, secepat kilat pria itu merubah ekspresi menjadi sangat manis.


“Masuk, sayangku Rara my darling...” Ucapnya lagi dengan senyum lembut masih memegangi pintu mobil dan berhasil membuat Rara memerah.


“Yah pangeran tampanku udah sold out."


“Pupus harapanku”


“Ahh,,,gue ga relaaaa ."


Bisik-bisik beberapa orang di kerumunan.


...🌸🌸🌸🌸...


Suasana canggung terasa di dalam mobil kala itu karena salah satu dari mereka belum ada yang membuka pembicaraan. Jordan yang tengah fokus menyetir, sesekali melirik ke arah Rara dan tersenyum puas.

__ADS_1


“Mau kemana? Ini udah lewat loh, kos ku di jalan tadi?” tanya Rara.


“Kita belum mau pulang, ayo makan siang dulu. ” Memang sinting, jam menunjukkan pukul 3 sore, bagaimana Jordan menyebut ini makan siang pikir Rara.


"Kenapa dia jadi sok akrab gini?" Batin Rara.


“Mas Jordan yang terhormat, tolong balik arah lagi ih!!” Ucap Rara berusaha menolak. Namun Jordan malah tersenyum sinis dan tetap melajukan mobilnya entah ingin membawa Rara kemana.


Beberapa menit kemudian...


“Sudah sampai, ayo turun." Ajak Jordan


“Ini…”


“Nanti taui kalau sudah masuk.” Jordan menarik tangan Rara dengan pelan. Setelah masuk melewati gapura bertuliskan "Selamat Datang" penjaga yang berjaga menganggukkan kepalanya kepada Jordan.


keduanya pun melangkah masuk dan berhenti tepat di depan ratusan bahkan mungkin ribuan objek yang indah di pandang mata . Rara ternganga, kagum hingga mulutnya membuka lebar di balik bekapan tangannya. Padang bunga dengan luas berhektar-hektar terpampang di depan matanya.


Berbagai macam bunga tersebar di lahan tersebut. Rara pun berlari kecil, berputar-putar mengibarkan dress yang melekat di tubuhnya di tengah kumpulan mahkota warna-warni itu.


.


.


.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2