Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 78 Janji Suci Kita


__ADS_3

Cup….


Hanya sebentar, karena Jordan tidak ingin merusak moment berharga Rara. Prokk….prokkk… tepuk tangan yang mendominasi itu membuat Rara memerah malu, dan kini menyembunyikan wajahnya di dada Jordan. Akhirnya makan malam itu berlangsung dengan lancar tanpa ada gangguan apapun.


Waktu menunjukkan jika jam tidur Rara sudah tiba, terbukti saat gadis itu menguap beberapa kali. Jordan pun mengantar Rara pulang ke kos nya, karena mereka memang belum bisa tinggal bersama sebelum menikah.


“Oh ya Ra, ayah dan ibu udah sampai dan aku udah pesan hotel agar mereka menginap di sana.” Rara membola saat Jordan berkata begitu. “Kok kamu baru bilang, ayah sama ibu juga nggak kasih kabar apapun.”


“Beliau baru tiba jam 10 tadi dan langsung istirahat. Aku nggak tega untuk mengganggu, toh besok kan kita bisa ketemu langsung. Sekarang istirahat ya, jangan lupa besok acara penting kita.” Jordan mengelus pipi Rara tak lupa mengecup keningnya sebelum Rara beranjak keluar dari mobilnya.


“Kamu juga istirahat, hati-hati ya.”


Rara melambaikan tangan dari luar mobil dan di balas dengan flying kiss Jordan.


...💐💐💐💐...


Keesokan harinya….


Hari yang di nanti-nanti pun tiba. Jam 4 pagi Rara sudah bangun dan kini sedang di rias oleh penata rias. Sejak tadi Rara sangat gugup, terlihat sekali kakinya yang tidak bisa diam. Meski di temani ibu dan adiknya, tetap saja Rara tidak bisa tenang.

__ADS_1


“Minumlah ini! Jangan terlalu gugup, ini hari bahagia loh.” Ucap sang penata rias seraya menyodorkan minuman manis ke pada Rara. Sejak tadi ia mencoba menghibur Rara, namun Rara masih segugup itu.


“ Ya Tuhan, ini beneran Rara kan?. You look like a princess, aaaaaaaa cantik banget Ra….aku kan jadi iri. Eh halo tante hehe.” Biasalah, sahabat Rara yang super rempong itu baru tiba. Sebenarnya Rara bersyukur dengan kedatangan Valerie yang bisa memeriahkan suasana kala itu.


“Nak Valerie, tolong temani Rara ya, ibu mau menemui ayah Rara dulu.” Ibu Ayu pamit keluar di ikuti Diko.


“Sudah selesai, saya keluar dulu ya.” pamit penata rias setelah menutup polesannya.


Kini hanya tersisa kedua sahabat itu.”Matamu kenapa Ra, merah banget loh?” Valerie mendekat dan kini duduk di samping Rara. Terdengar beberapa kali Rara menghela napasnya, sudah di pastikan jika ia masih belum selesai gugupnya.


“Kurang tidur aku Val.” Jawab Rara.


“Nyatanya begitu hahaha.” Valerie bahagia sekali karena berhasil menggoda Rara yang kian memerah malu itu.


Setelah semua siap kini Rara menuju ke tempat suci di mana acara sakral akan di laksanakan. Hanya di hadiri keluarga dan beberapa orang terdekat saja sebagai saksi. Jordan datang bersama dengan Victon dan kerabatnya, sedangkan Rara di ikuti orang tua dan juga Valerie yang setia di sampingnya.


Beberapa menit kemudian, semua berubah saat kedua mempelai saling mengikrarkan janji setia mereka di depan semua saksi.


“Baiklah, kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Mempelai pria di persilahkan untuk mencium sang mempelai wanita.” Ucap sang pemuka agama.

__ADS_1


“Gas, Jo langsung aja sikat!” Ucap Victon dengan lantangnya hingga mendapat pukulan dari mama Nindi. Lain hal yang di harapkan para sahabat, Jordan hanya mengecup kening Rara dengan lembut.


“Boohoooooo…nggak asik ah, kurang hot.!!” Pekik Valerie membuat semua orang tertawa renyah.


Acara di lanjutkan dengan makan bersama keluarga di sebuah restoran. Banyak makanan lezat tersaji di atas meja, di ikuti perbincangan panjang antara anggota keluarga.


“Ma-Pa, makasih sudah menerima dan membantu Jordan.” Ujar Jordan pada orang tua Victon. Panggilan akrab itu sudah biasa karena Jordan sudah lama hidup sedekat itu dengan keluarga Victon.


“Kita kan keluarga sayang, kamu dan Victon memang anak kami. Jangan sungkan lagi.” Ucap Jack Austin Ghaffari ayah Victon. Meski beberapa kali di tampar kenyataan bahwa keduanya adalah orang tua kandung sahabatnya, namun mereka memang sebaik itu memperlakukan Jordan selayaknya anak sendiri, sungguh anugerah yang patut di syukuri.


“Rara kemana? Kok belum kembali?” Tanya pak Winarto.


“Tadi ke toilet yah, sebentar biar Jordan susul.” Jordan pun beranjak dari duduknya


.


.


.

__ADS_1


tbc.


__ADS_2