
...HAPPY READING!! 😁😁...
“Emmmm…. enaknya.” Rara menikmati setiap gigitan cimol itu dengan wajah bahagianya. Paduan rasa gurih dan pedasnya mengalihkan mood Rara yang sempat buruk. “Mana hadiahku?” Jordan kembali menagih janji, membuat Rara hampir tersedak.
“Hadiah apa?”
“Aku nggak lupa Ra.” Wajah Jordan menjadi serius membuat Rara susah payah menelan ludahnya. Di saat jari telunjuk Jordan menunjuk bibirnya, Rara pun paham apa yang di inginkan pria itu.
“Aku mau kam……hauphhh.” Sambil terkekeh, Rara menyumpal mulut Jordan dengan cimolnya.
“Sopan kamu begini sama suamimu, hm?”
“Calon.”
“Besok juga udah sah.”
“Apa sih?”
Ciiitttt…. perdebatan terus terjadi hingga Rara tidak menyadari jika mereka sudah sampai. Rara semakin terkejut kala Jordan tidak membawanya ke kos, melainkan ke sebuah hotel.
“Jangan aneh-aneh ya kamu, aku aduin ayah nih!” Ancam Rara membuat Jordan terkekeh. Namun bukannya berhenti, Jordan kini menarik tangan Rara dan memaksanya berjalan masuk ke hotel itu.
“Udah mau jadi istri, kurangin ngadu-ngadunya.” Jawab Jordan santai. Beberapa orang menyapa dengan sangat sopan kala pasangan itu masuk. Jordan juga tidak sungkan menyuruh pegawai hotel memarkirkan mobilnya yang masih di depan sana.
__ADS_1
“Semua sudah siap?” Tanya Jordan pada resepsionis.
“Sudah Tuan.”
Drap…drap…drap..
Muncul lah manager hotel dengan setengah berlari. “Maafkan saya, anda tidak mengabari jika sudah sampai.” Ucap sang manager hotel seraya manunduk. Ternyata Rara salah sangka, ia kini jadi malu sendiri saat tahu jika Jordan mengajaknya kemari untuk persiapan pernikahan mereka. Ini untuk acara resepsi minggu depan, sedangkan untuk pemberkatan akan di laksanakan besok.
21.00, Masih di Hotel Ritz Diamond.
Setelah beberapa urusan, Jordan mengajak Rara untuk dinner romantis yang juga telah di siapkan di hotel tersebu. Sebelumnya Rara di paksa untuk mandi dan mengganti pakaian kasualnya kemudian mengenakan pakaian yang sudah Jordan siapkan.
“Harus banget pakai gaun ya?” Tanya Rara pada pegawai wanita yang membantunya.
Rara di tuntun ke sebuah ruangan khusus yang sudah di hias sedemikian rupa. Lengkap dengan lampu-lampu, bunga dan hiasan lainnya. Rara berjalan pelan menuju meja di mana Jordan sudah duduk dan menunggunya. Penampilan Jordan pun tampak berbeda dari sebelumnya, balutan jas berwarna merah itu sangat cocok di tubuh pria itu membuat Rara terpesona.
Pakaian keduanya senada dan sama-sama merah, mungkin sengaja begitu. Senyum keduanya tampil saat Rara tiba di depan meja, dan Jordan meraih tangan Rara lalu menarik kursi untuk mempersilahkan gadis itu duduk. Sebelum kembali ke tempat duduknya, Jordan mengecup pipi Rara sekilas, “Cantik.” lalu mengedipkan sebelah matanya membuat Rara memerah malu.
“Dalam rangka apa?” Tanya Rara memandang Jordan yang hendak duduk.
“Ingin aja. Kamu ingat pertemuan pertama kita?” Jordan mengusap lembut tangan Rara di atas meja. “Pria cabul?” jawab Rara santai, namun itu malah membuat keduanya tergelak.” Haha…bukan. Suatu hari aku terluka, dan ada gadis cantik yang menolongku. Aku pingsan dan saat sadar udah ada kamarnya, dia juga mengobatiku dengan tulus. Sungguh gadis cantik yang baik hati.” Ucapan Jordan membuat Rara segera menarik tangannya.
“Buat apa ngomongin cewek lain di depanku?”
__ADS_1
Ekspresi Rara secepat itu berubah, jika di tanya kesal atau tidak? tentu saja iya. Untuk apa dinner romantis kalau hanya membicarakan hal tidak penting? itu lah pikiran Rara saat ini. Jordan mencekal tangan Rara yang hendak berdiri, “Gadis itu ada di depanku saat ini.” Tak lama Jordan berucap, tiba-tiba lampu mati.
Sringggg….
Beberapa detik kemudian lampu kembali menyala, namun keadaan sedikit berubah. Di depannya kini ada beberapa pelayan yang membawa troli berisi sebuah kue besar dengan lilin di tengahnya serta hidangan lainnya.
“HAPPY BIRTHDAY!!”
Rara terkejut bukan kepalang saat kue yang indah itu sudah di depan mata. Di ikuti ramainya sorak-sorak beberapa orang, Jordan kini memberikan buket bunga mawar berwarna merah muda dan putih. Kebahagiaan dan kegembiraan melambangkan kemurnian hati dan cinta Jordan kepada Rara, dan ini akan menjadi salah satu moment spesial yang berkesan untuknya.
“Tiup lilinnya dan buat permohonan.”
Rara pun mengangguk. Ia kini memejam seraya mengatupkan tangannya. “Aku ingin bahagia bersamanya dan menjadi satu-satunya wanita yang mengisi kekosongan hatinya untuk selamanya.” Begitulah keinginan tulus Rara dan wuuuuuhhhhhh ....lilin itu padam kemudian.
Detik selanjutnya, Jordan sudah berdiri di depan Rara kemudian melabuhkan sebuah ciuman lembut penuh kasih sayangnya tanpa peduli dengan keadaan sekitar.
.
.
.
-To Be Continued-
__ADS_1
Ralat hehe... 😁😁