
“Siapa yang ajarin kamu begini, hmm?”
Jordan menyelimuti tubuh polos Rara seraya merapikan anak rambutnya yang membasah karena keringat. Selesai dengan percintaan panasnya membuat mereka lelah dan ingin segera menyelami alam mimpi.
Cup…
Sesekali Jordan mendaratkan kecupan di kening Rara lalu kembali mendekapnya erat. Hangat rasanya saat kulit mereka kembali menyatu di balik selimut itu. “Kak, aku capek.” Ucap Rara lirih. Mencari masalah dengan serigala adalah kesalahan besar. Kini Rara tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuhnya benar-benar di buat remuk oleh suaminya, yaa meskipun sebenarnya ia suka.
“Tidurlah.” Ucap Jordan seraya mengusap pelan punggung polos itu.
“Aku belum ngantuk.”
“Oh kamu mau lagi?” tanya Jordan dengan senyum jahilnya.
“Aku lelah tapi belum ngantuk, siapa juga yang mau lagi.” Rara bersungut-sungut seraya memukul pelan lengan suaminya. Jordan sudah menggarap istrinya hingga beberapa babak pertandingan dan entah kenapa pria itu tak pernah puas.
Dug….
“Kak, coba usap perut ku. Tadi dia menendang.”
“Serius?” Jordan bersemangat sekali dan langsung saja mendaratkan tangannya pada perut menonjol itu.
“Wow!! dia menendang lagi.” Seru Jordan saat merasakan pergerakan di tangannya ketika memberikan usapan-usapan pelan itu.
Wajah bahagia itu begitu jelas di mata Rara, hingga ia pun ikut mengukirkan senyumnya. Sebuah anugerah terindah karena di percayakan oleh Tuhan, saat di luar sana banyak orang yang tak mudah mendapatkannya.
“Sayang, siapa nama anak kita?” tanya Rara seraya memainkan jarinya di rahang tegas Jordan.
Jordan tampak berpikir sejenak.”Sebenarnya aku udah memikirkan ini, tapi perlu persetujuanmu.” Saat pemeriksaan kandungan beberapa hari lalu, dokter mengatakan jika anak mereka perempuan. Itulah sebabnya, Jordan sudah memikirkan secara matang.
“Cheryl Lucille Anderson, gimana?”
“Aku suka.” Rara tersenyum kemudian kembali mencium bibir Jordan pelan penuh kelembutan.
__ADS_1
.
.
.
...🍃🍃🍃🍃...
2 tahun kemudian......
"Pa...papapa......maa." Gumam gadis kecil nan imut itu berjalan tertatih menghampiri ibunya. Pipi gembul, mata besar dan kulit cerah itu mewarisi gen kedua orang tuanya, benar-benar bibit unggul.
Kurang lebih begini nih Visual dedek Cheryl🥺🤗🤗. ini versi othor ya✌️✌️
“Sini sayang.”
Setiap pagi Rara sering mengajak putrinya jalan-jalan ringan. Hal paling simple, Rara ingin mengenalkan alam dan lingkungan sosial pada putrinya sejak dini. Semua itu ia lakukan supaya kelak putrinya memiliki kehidupan yang lebih berwarna. Tumbuh di lingkungan harmonis dengan kasih sayang kedua orang tuanya dan di cintai semua orang.
“Pa…pa…huwaaaaaaaa.”
Cheryl menangis tiba-tiba membuat Rara jadi bingung. Sejak tadi begitu tenang dan tidak rewel, namun setelah berulang kali meyebutkan papanya Rara kini jadi paham.
“Papa kerja sayang. Cheryl kangen, hm??” Cup…cup… Rara pun menggendong tubuh mungil itu seraya mendaratkan kecupan gemas di pipi gembul putrinya. Di ikuti Axel dan Brody yang sejak awal di tugaskan untuk menjaga kedua bidadari Jordan, mereka pun beranjak pulang.
...▪️🏘️🏘️🏘️🏘️▪️...
Sampai di rumah, Cheryl semakin menjadi-jadi dan menangis tanpa henti. Hingga opa dan omanya turun tangan pun tidak berhasil. Kebetulan pak Winarto dan ibu Ayu sedang menginap, begitu pula dengan kedua orang tua Jordan.
Keluarga besar itu memang berkumpul karena Jordan dan Rara akan mengadakan syukuran sekaligus memperingati anniversary penikahan mereka.
“Nak, ajak saja ketemu papanya.” Ucap pak Winarto yang berusaha menenangkan sang cucu dalam gendongannya.
__ADS_1
“Pap..a…..maaa….papapa. huweeeeeee.”
“Sini ikut oma.” Ajak Elena. Namun, Cheryl hanya tertarik pada mamanya yang sedang sibuk menyiapkan susu. “Iya sayang, kita ketemu papa.” Ucap Rara seraya memberikan botol susu itu.
.
.
.
Akhirnya Rara pun mengajak Cheryl ke Hotel RD karena Jordan sedang mengadakan meeting di sana. Melewati pintu masuk, semua pegawai menyapa Rara dengan ramahnya. Tak lupa Rara membalas dengan tersenyum dan mengangguk pelan.
“Mba, suami saya di ruangan mana?” Tanya Rara pada receptionist.
“Di ruang 01XX Nyonya. Mari saya antar.”
Pas sekali, saat Rara sampai Jordan juga baru keluar dari balik pintu ruang rapat itu. Namun, ada hal yang sedikit mengganggu. Rara mendelik tajam kala Jordan keluar di ikuti wanita muda nan cantik yang tak lain sekretarisnya. Sontak saja hati Rara memanas, ia membayangkan jika setiap hari suaminya itu bersanding dengan wanita itu.
“Papaaaaaaa…” Cheryl yang sejak tadi ada dalam gendongan Rara langsung saja memberontak kala melihat sosok papanya.
“Bagus nak, ayo hempaskan calon ulat-ulat gatel.” Ucap Rara yang sejak tadi menelisik penampilan sekretaris Jordan.
.
.
.
-To Be Continued-
🤗🤗🤗🤗🤗
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan vote, like dan commentnya ya hehe. thank u all😁😁
__ADS_1