
Kediaman Rara dan Jordan...
Berbagi itu indah, tiga suku kata itu selalu terngiang di kepala Rara. Sebagaimana yang di ajarkan kedua orang tuanya sejak kecil, hingga kini berhasil membentuk pribadi yang baik. “Udah di urus kan?” tanya Rara pada Jordan yang sedang menidurkan Cheryl di ranjangnya.
“Apa?”
“Donasi buat panti asuhan xxx.” Ucap Rara lagi.
“Udah. Maxton yang urus semuanya. Ayo turun, semuanya udah nungguin.”
“Bi, tolong jagain Cheryl ya.” Pinta Rara pada bi Miri.
“Iya nyonya.”
Malam ini Jordan mengadakan acara untuk memperingati anniversary pernikahan mereka yang ke 3 tahun. Pesta itu di hadiri keluarga besar dan juga teman terdekat saja.
Dua sejoli itu pun menuruni anak tangga beriringan dengan busana yang senada. Rara merangkul lengan Jordan dan senyum keduanya pun tampil begitu indahnya. Mereka menuju ke halaman belakang rumah yang sudah di desain sedemikian rupa yang di penuhi lampu kelap-kelip dan berbagai hiasan yang menambah kesan WOW pada tempat itu.
“Ciee elahhhh. Udah kayak pengantin baru aja kalian.” Seloroh Victon.
“Iri aja kerjaan lo. Gimana? udah mantab-mantab belom? ” Jordan berbalik meledek Victon seraya mengamati Valerie di sampingnya.
“Mau liat? nih.”
Cup…Victon pun meraup bibir Valerie sekilas dan tentu saja membuat empunya meremang. Bugh… bogem mentah itu mendarat di bokong Victon begitu kuatnya.
“Adohh! Sakit honey, mau main kasar entar di kamar aja ya.” Seloroh Victon dan berhasil membuat Valerie kian kesal. Jordan tertawa melihat sengsaranya Victon, jangankan mantab-mantab baru di cium saja harus babak belur dulu.
__ADS_1
“Boleh, biar ku ubah posisi bokongmu pindah ke depan!!” Ketus Valerie seraya mengacungkan tinjunya. Hal itu membuat Victon menelan kasar ludahnya, sedangkan dua sejoli lainnya tergelak keras.
“Ra, keponakanku mana? Aku kan belum sun sun..” Tanya Valerie pada sahabatnya. “Udah tidur Val.” Jawab Rara.
"Baby, mending aku aja yang di sun sun." Seloroh Victon dan lagi-lagi mendapatkan cubitan di pinggangnya.
“Awww sakit!! Berani lagi ku cip*k nih.” Pekik Victon
Rara dan Jordan pun berlalu meninggalkan pasangan yang tengah bergulat itu. “Kapan mereka akurnya, Ck…ck.” Rara menggeleng-geleng dengan kelakuan dua insan itu.
Akhirnya, acara pun berlanjut dengan lancar. Di mulai dari pesta barbeque hingga dance on the floor. Cukup lama berbincang dengan keluarga, Jordan dan Rara pun memisahkan diri menuju panggung dansa khusus untuk mereka berdua.
Tidak ada siapapun kecuali mereka berdua. Jordan pun mengulurkan tangannya untuk mengajak Rara berdansa. Saat Rara menerima uluran tangan itu, seketika musik di mainkan dengan alunan nada yang pas untuk moment romantis itu.
“Makasih sayang. kamu akan menjadi yang terakhir untukku. I love you.” Ucap Jordan seraya membenamkan wajahnya di ceruk leher sang istri. Manik matanya kembali menyala dan gigi runcingnya kembali muncul.
“Me too.” Jawab Rara. Rasa sakit itu masih terasa setiap kali Jordan menancapkan taringnya. Rara baru tahu jika Jordan selalu melakukannya, guna menyalurkan seluruh jiwanya. Mereka akan terikat hingga ajal memisahkan, layaknya kedua orang tua Jordan.
Bepacu dalam waktu, mereka tidak menyadari saat sudah saling membelit lidah di bawah terangnya sinar lampu gantung.Semakin dalam dan Rara tak ragu membalas permainan bibir suaminya.
“eunghh.”
Lenguhan Rara lolos begitu saja karena Jordan bermain dengan rapi dan apik. Ciumanya kini merayap hingga leher dan tubuh depan Rara dengan sesekali menjilat dan menyesapinya. Ini hal paling gila bagi Rara, bercinta di ruang terbuka yang sekelilingnya hanya tanaman-tanaman di iringi suara hewan malam.
Gaun Rara semakin berantakan dan Jordan semakin mendorongnya hingga terpojok. “Ahh …kak.” Secuil kata terucap kala Rara merasakan sentuhan-sentuhan yang membuatnya makin menggila. Tangan Rara meremas rambut Jordan sebagai pelampiasan. Posisi mereka pun sudah tidak karuan dan semakin aneh.
__ADS_1
“Mamma…ma….hiks.”
Dueng……
Rara terhenyak begitu pula Jordan yang seketika menghentikan aktifitasnya. “Haruskah kalian berbuat mesum di sini?” tanya Maxton yang membawa Cheryl dalam gendonganya. Maxton segera menyerahkan Cheryl seraya memalingkan wajah kemudian berlalu secepat mungkin.
“Dasar, bikin pengen aja.” gumam Maxton seraya melangkah pergi.
Rara dan Jordan saling pandang hingga isak tangis Cheryl pun pecah mengisi keheningan itu.
"huwaaaaaaaa...."
"Ssshhhhhhh, mama di sini sayangku." Ucap Rara berusaha menenangkan seraya menyandarkan kepala Cheryl di dadanya. Ternyata Cheryl terbangun dari tidurnya dan sedikit terganggu, namun begitu jatuh di dekapan Rara gadis kecil itu kembali memejam dengan cepat.
"Sayang, mama sama papa mau bikin adik kecil...kamu malah ganggu." Ucap Jordan dan dengan jahil menghujani ciuman di pipi gembul putrinya.
"ish, ngomongnya di jaga."
"Apa? memang begitu kan?" sergah Jordan.
"Aku mencintai kalian, sangat." Jordan kembali merengkuh keduanya seraya mengecupi istri dan anaknya bergantian.
...-TAMAT-...
Terimakasih bagi yang sudah mengikuti cerita ini hingga akhir. Othor tau masih banyak kurangnya. So, thank you and love u all🤗🤗🤗🤗.
Btw, kalau niat nanti othor kasih extra part nya hehe...
__ADS_1
tapi gak janji ya😁. Salam hangat dan semoga hari kalian menyenangkan.