
...HAPPY READING!! 😇😇...
JDERRR...
“Kak Aiden?!!”
Bukan lagi terkejut, Rara berharap jika apa yang di lihatnya saat ini tidaklah nyata. Tiga tahun lamanya Rara mengenal pria itu sebagai sosok yang ia teladani, senior yang hebat, pembimbing sekaligus orang yang selalu membantunya jika dalam kesulitan. Kenyataan ini sangat tidak bisa Rara terima meski dengan mata terbuka pun.
“Habisi dia!!” titah Aiden pada bawahannya menunjuk Jordan.
“Kau pikir semudah itu?” tanya Jordan kemudian.
“Oh please, kau kira aku tidak tahu siapa kau?”
Bagh….bugh… Jordan tidak menyangka akan mendapat serangan tiba-tiba hingga tubuhnya jatuh terjerembab di lantai sebelum bisa menahan pukulan itu. Satu lawan enam pria berbadan besar tentu saja bukan hal yang mudah. Meski kekuatan Jordan sebagai manusia serigala melebihi manusia normal pada umumnya, tetap saja mereka lebih kuat seperti badak.
Sekilas Jordan melihat perubahan pada beberapa bagian tubuh pria-pria itu, celaka!! Jordan sadar jika yang ia hadapi bukanlah manusia biasa.
“Mereka Immortal?” batin Jordan saat sudut matanya melirik mereka yang mengepung Jordan sendirian. Sulit di percaya jika masih bisa di temukan makhluk seperti mereka saat ini. Baru kali ini Jordan cukup kwalahan, tak hanya sekali ia mendapat pukulan dan rasanya luar biasa nikmat.
__ADS_1
“No!!! Hentikan, jangan sakiti dia!! please!!”
Rara memekik kuat diiringi air matanya yang kian bercucuran kala melihat Jordan di serang tanpa henti. Hatinya seakan tersayat merasakan hantaman demi hantaman yang di terima Jordan. Ingin membantu tapi kakinya sakit sekali, hingga Rara hanya bisa merutuki diri karena di saat-saat seperti ini ia begitu tidak berguna.
Jleb… tanpa di duga Jordan menerima tusukan yang mendarat di perutnya. “Aku tahu kau tidak mempan dengan senjata apapun. Sangat cerdas bukan? tidak ada hal yang tidak ku ketahui termasuk kelemahanmu. Kau terlalu meremehkanku Leonzio Anderson.” Aiden mencabut pisau yang menancap itu hingga Jordan memekik kesakitan. Kali ini Jordan benar-benar kalah telak, ia tidak menyangka jika kalah strategi dari musuhnya.
“K..kau Mr.M?” tanya Jordan lirih seraya memegang perutnya yang mengucur darah segar. Tubuhnya sangat tidak bisa mentolerir benda berbahan besi perak, itu seperti racun berbisa baginya.
“Ahh, terlalu awal....sayang sekali.” Baru kali ini Jordan menemukan orang yang berhasil membuatnya tak mampu berkata-kata, menyebalkan sekali pria tengil ini.
“Kak tolong lepasin dia, kumohon.”
Rara kini merangkak pelan dan hanya mengandalkan kedua tangannya yang masih bisa di gerakkan. Sayangnya, usahanya itu terhalang kala Aiden berjongkok menghadangnya. “Lihat dengan mata kepalamu Ra, kamu benar-benar buta menyukai pria abnormal seperti dia.” Ucap Aiden penuh penekanan seraya mencengkeram dagu Rara hingga mendongak.
Plakk… Telapak tangan Aiden mendarat cukup kuat di pipi Rara.
“Aku mengenal dan menyukaimu lebih dulu Ra, tapi kamu lebih pilih dia. Kamu tidak pernah melirikku sedikitpun, padahal aku yang selalu di sampingmu. Sedangkan dia, hanya orang yang baru datang di kehidupanmu. Apa ini juga salahku?” Aiden mengehempas wajah Rara cukup kasar.
“Jangan sentuh Rara dengan tangan kotormu itu!!” Jordan berteriak sekuat tenaga. “Aaaaakkkhhh.” Luka di perut itu di injak dengan sengaja oleh salah satu pria di sana. “Stop!! Stop!!” Sungguh kaki Rara terasa mati Rasa, ia ingin segera menghampiri Jordan yang sedang merintih kesakitan.
__ADS_1
siingggggg......
Tiba-tiba tubuh Rara terasa lebih segar seolah-olah sesuatu mengalir dan mengisi penuh seluruh energinya yang tadi terkuras habis. Rara pun bangkit dengan angkuhnya, kesempatan tidak datang dua kali jadi ia berniat menggunakan waktu ini untuk melawan mereka semua.
Jordan yang kian melemah, hanya samar-samar mendengar keributan di sekitarnya. “Aku akan membalas perbuatan kalian semua!!” Ucap Rara penuh penekanan.
"Monster!!" pekik Aiden saat mendapat pukulan dari Rara dan sialnya ia tidak mampu melawan. Maxton yang masih berada di sana tertegun tak mempercayai keperkasaan Rara yang auranya sangat berbeda dari sebelumnya.
"Wowww, cool." Maxton berbinar melihat bagaimana Rara menghajar musuh dengan gagahnya.
Beberapa menit kemudian...
“Kak Jordan bangunlah sayang, kumohon! . Jangan tinggalin aku hiks….” Setelah menyelesaikan pertarungannya, Rara menghampiri dan memeluk Jordan yang sudah terkulai lemah bersimbah darah.
"Jordan!" Maxton membantu memapah tubuh Jordan dan segera pergi dari tempat itu.
.
.
__ADS_1
.
tbc.