
...HAPPY READING!! 😁😁😁😁...
7 AM. 2 hari kemudian…
“Haha…serius? ih masa sih ,Val?” Rara tengah asik dengan panggilan bersama sahabatnya.
“Jadi gimana bulan madunya?”
“ Yaaah, gitu deh.” Jawab Rara sambil cengar-cengir. Sejak tadi Rara berdiri di depan lemari yang hanya berisi beberapa bajunya dan sang suami. Niatnya ia memang ingin mengemasi semua barang-barangnya untuk kepulangan hari ini.
“Gitu gimana? Aku tau, bang Jojo ganas banget ya Ra, haha.”
“Banget! Apalagi kalo di ranjang, sampe nggak di kasih isti…ups.” Rara sadar jika ia tidak seharusnya menceritakan hal itu langsung membekap mulutnya.
“Hahahaha, udah ku duga. Mantab lah pijit plus-plus nya!!” Valerie tertawa renyah mendengar Rara yang sudah tidak sepolos dulu lagi. Meski bercampur malu, pembicaraan kedua sahabat itu tetap berlanjut di iringi gelak tawa keduanya.
Deg…
Tubuh Rara berdesir kala ada tangan yang melingkar di perutnya. Siapa lagi kalau bukan Jordan. “Ternyata gini ya pembicaraan para wanita?” Jordan tersenyum kemudian kepalanya mendusel di ceruk leher Rara untuk menikmati aroma khas itu.
“N…nggak kok. ” LIhat lah, Rara sudah tergagap-gagap karena tertangkap basah tapi tetap saja mengelak. Jordan paham betul kapan dan bagaimana saat Rara berbohong.
" Iya, nggak salah.” Singkat Jordan kemudian menghujani kecupan di leher putih Rara. Cup... Cup..
__ADS_1
“Pakai baju dulu sana, ini rambut masih basah jadi netes kemana-mana ih.” Rara jadi ketar-ketir sendiri dengan penampilan habis mandi suaminya yang hanya berbalut handuk di tubuh bagian bawahnya. Belum lagi rambut acak-acakan dan basah khas mandi itu terlihat makin seksi. Tidak aman sekali untuk jantung Rara yang semula normal-normal saja.
“Sayang?” lirih Jordan masih pada kegiatannya, bahkan kini tangan nakalnya mulai menjamah sana-sini, dan sialnya tubuh Rara malah merespon dengan baik.
“ja..jangan. yang tadi apa masih kurang?" Rara menggigit bibir dan matanya ikut memejam karena sentuhan Jordan. Walaupun Rara juga menikmatinya, tapi ada rasa kesal meladeni Jordan yang tak pernah ada puasnya. Padahal hari-hari sebelumnya Rara di gempur terus dan itu sangat melelahkan sebenarnya.
“Nggak akan pernah cukup Ra, kamu bikin aku nagih terus. Lagi yuk?” Rara sudah tidak bisa berkata-kata lagi mendengar jawaban Jordan yang nyeleneh.
“ehemmm…kalian ini!! Aku masih di sini loh? Kalau mau enak-enak jangan di depan jomblo gini, parah banget.” Terdengar Valerie yang terkekeh mendengar kedua manusia tak ada akhlak itu. Rara lupa jika panggilannya belum berakhir. Blushhhh….bukan main malunya Rara, hingga wajahnya kini benar-benar memerah. “Maaf Val, udah dulu ya.” Jawab Rara kian gugup. Pip..
Plak… Rara memukul pelan tangan Jordan yang masih usil itu. Heran saja, sudah tau jika Rara sebal tapi masih saja di lanjutkan. "Berhenti sekarang atau jangan sentuh aku 1 bulan ke depan!" Jordan langsung membelalak mendengar ancaman Rara.
"Mana bisa begitu?" Meski protes, tapi secepat itu pula Jordan menarik tangannya lagi. Rara pun tersenyum miring dengan tingkah lucu Jordan yang menciut hanya karena ancamannya.
.
.
"Kan kita mau teleport, mobil aku nggak ada di sini Ra." Rara pun mengangguk dan kemudian mendekat. Satu tangan mengait tubuh Rara, dan satunya lagi memegang koper. Itu tidaklah sulit bagi Jordan untuk melakukannya sekaligus.
Dan… ….Wusshhhh...
...🚗🚗🚗🚗...
__ADS_1
Di dalam mobil…..
"Sayaaaangg." Kata manis dengan nada sedikit di lebih-lebihkan itu hanya di saat tertentu saja. Jordan yang tengah fokus menyetir langsung saja teralihkan, dan kini menoleh. Benar saja, Rara sudah memasang wajah imutnya hingga Jordan pun tidak tahan untuk mencubit gemas pipi gembul itu.
"Apa? mau di cip**k? " Jordan menjawab dengan frontal nya.
"Apaan sih! Itu mulu yang di pikirannya. Aku mau es krim, nanti mampir ya?"
"Boleh....tapi apa imbalannya?" Jordan melirik Rara yang tampak berpikir, demi apapun ia tak menyangka jika istrinya seimut ini.
"Emm, kamu mau apa?" Tanya Rara dan di balas dengan Jordan yang memonyongkan bibirnya dan pandangannya mengarah ke dada Rara. Langsung saja Rara memasang wajah masamnya dan Jordan hanya terkekeh.
Kini pasangan itu tiba di sebuah cafe yang menyediakan berbagai macam dessert. Rara yang merasa sangat senang pun langsung saja memesan dan Jordan bertugas sebagai mesin ATM-nya. Tanpa sengaja, Jordan melihat 2 sosok yang amat di kenalinya. Bukan main terkejut, karena mustahil sekali jika mereka berada di negara ini, pikir Jordan.
“Mom-Dad?” batin Jordan seraya mengerutkan alisnya.
.
.
.
-To Be
__ADS_1