Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB 35. Kebenaran Terungkap


__ADS_3

“ Ra? Apa kamu siap jika aku melamarmu?”


Tik…tik…tik… suara jam dinding menjadi saksi bisu suasana kala itu, saat keheningan memenuhi ruang waktu keduanya.


“Ha?...hik…ap….hik…a…hik..hik.” Rara mendongak, karena terlalu terkejut hingga ia cegukan berkali-kali. Jordan hanya menarik senyumnya tipis melihat reaksi Rara yang sangat lucu itu.


“Gimana? Kamu siap jadi istriku?” Pria itu menangkup wajah Rara yang berusaha berpaling.


“Kamu…hik..ber…hik…canda…hik? duh…hik..”Sulit sekali Rara berkata kala pria itu terus saja melontarkan pertanyaan yang membuatnya makin bingung. Bukankah belum sebulan mereka menjalin hubungan?, kenapa Jordan sudah secepat itu mengambil keputusan, walaupun sebenarnya Rara senang mendengarnya.


Dug…dug…dug.. Rara memukul dadanya berkali-kali agar cegukan itu berhenti, nyatanya tidak hingga Jordan menahan tangan Rara.


“Jangan pukul lagi, Ini minum air..” Jordan menyodorkan segelas air yang berada di meja kecil tak jauh darinya, sambil berfikir lagi apa mungkin ia terburu-buru?. Jika saja Jordan egois, sejak awal bertemu ia pasti akan menculik dan mengurung Rara jauh sejauh mungkin.


Beberapa saat kemudian…


“Aku..emmm, masih kuliah.” Jawab Rara menunduk pelan setelah cegukan itu mulai berhenti. Jordan hanya menghela nafasnya pelan, seakan tahu betul akan jawaban gadis itu.


“Ingat? Sejak awal aku memintamu untuk menjadi kekasihku bukan pacar, itu tandanya aku ingin hubungan yang lebih serius, Ra” Jordan menarik dagu Rara agar menatapnya. (Bab. 21 Ketahuan)😁😁


“Ini terlalu.....emm.”


“Nanti kita bahas lagi, ayo makan dulu. Kamu belum makan sejak turun dari pesawat kan?”

__ADS_1


Salah Jordan karena ia terlalu cepat mengungkapkan hal itu tanpa memikirkan Rara.


Pria itu langsung menarik tangan Rara pelan menuju meja makan yang sudah penuh dengan makanan yang disiapkan koki khusus. Tak apa, makan dulu baru bisa kuat membicarakan hal yang berbobot itu.


...🌼🌼🌼...


Di kala senja, Rara menatap mentari yang hendak tenggelam di ufuk barat menyisakan secercah cahaya jingga yang menghiasi langit biru di depannya. Ia berdiri di balkon kamar yang menghadap ke arah tumpukan pepohonan yang memenuhi gundukan tanah tinggi di sekeliling nya. Angin sejuk menerpa tubuh Rara yang berbalut pakaian feminim atasan putih menampakkan sedikit kulit mulusnya.


Anggap aja, senja ya 😅



Hingga ia tidak menyadari jika Jordan memperhatikan Rara dengan bersandar di jendela kaca sejak tadi.


Tubuh Rara meremang saat ia merasakan tangan kekar yang melingkar di pundaknya dari belakang. Ia berusaha melepasnya, namun Jordan malah semakin mengeratkan tangannya seraya menciumi aroma rambut gadis itu yang sangat harum.


“hmm?”


“Mengenai perkataanmu tadi, itu kesannya terburu-buru.” Rara berusaha untuk lebih tenang kali ini, ia tidak ingin mengambil keputusan seperti tahu bulat.


“Kamu bisa tetap kuliah dan aku nggak akan mengganggu studimu. Sejujurnya, aku lebih tenang jika kamu di sisiku agar aku bisa mengawasi dan melindungimu dari mereka.” Jelas Jordan pelan mencoba mencari pengertian dari seorang Rara.


“Mereka? maksudmu?” Rara mengerutkan keningnya tidak mengerti.

__ADS_1


Gawat! Keceplosan..


Selama 21 tahun Rara menjalani hidup, bahkan sebelum mengenal Jordan pun semua normal dan baik-baik saja. Namun, semua keadaan berubah saat ia di pertemukan oleh pria itu. Adakalanya Rara curiga jika semua kejadian yang menimpanya itu berkaitan dengan hubungan dirinya dengan Jordan.


Tiba-tiba pria itu melonggarkan pelukannya, lalu membalikkan tubuh Rara agar menghadap padanya. Memang seharusnya ia tidak menyebut perihal orang-orang yang meneror Rara akhir-akhir ini. Posisi nya kini jadi terpojok seakan Jordan lah dalang di balik semua ini.


“Sayang, aku jelasin semua…. tapi berjanjilah kamu nggak marah, okay?” Ucap Jordan dengan lembut kembali menatap mata Rara.


Jordan pun menjelaskan jika Rara di incar oleh sekelompok orang yang menginginkan sesuatu di dalam tubuhnya. Pria itu juga menjelaskan silsilah keluarganya dan identitas aslinya termasuk semua penyamaran yang ia pertahankan selama ini. Tidak ada secuil informasi apapun yang ingin ia sembunyikan dari Rara, karena Jordan ingin gadis itu melihat jika dirinya seserius itu dan tidak pernah main-main.


“APA!!!” Rara berteriak hingga telinga Jordan berdenging.


“Ssshh Raraaaaa…. Volume suara kamu tolong kecilkan dong, sayaaang.” Jordan berulang kali meniupi telinganya dengan udara yang ia kumpulkan di genggaman tangannya.


“J…jadi…kamu adalah tuan muda Anderson yang tersembunyi itu, d…dan ..manusia serigala? Hahaha….kamu bercanda kan??”


Rara membekap mulutnya dan menggeleng tidak percaya. Ini bukan hal lucu, tapi gadis itu malah tidak berhenti tertawa. Apakah ia terlihat melucu? kenapa Rara malah tertawa begitu, membuat Jordan bingung dengan perubahan sikap Rara itu.


“Ra?” Jordan hendak meraih tangan Rara namun di tepis dan gadis itu berjalan mundur menjauhinya.


.


.

__ADS_1


.


to be continued


__ADS_2