Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 65 Hancur


__ADS_3

...WARNING!! TERDAPAT ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK SESUAI UNTUK DI BAWAH UMUR! HARAP BIJAK YA 😁😁...


...Happy Reading!!...


“Masuklah kalian.”


Marcel memerintahkan beberapa wanita seksi memasuki ruangan itu. Hingga detik berikutnya, Rara di buat melongo dengan tindakan gila yang di lakukan pria mesum itu. Tidak waras memang, hobi aneh Marcel membuat Rara bergidik ngeri. Di hadapan Rara, Marcel mempertontonkan tindakan asusila yang di lakukan secara bergilir pada wanita-wanita itu. Suara-suara laknat itu semakin memenuhi telinga Rara hingga rasanya berdenging.


“Berhenti kumohon.” Ucap Rara lemah. Ia tidak sanggup lagi jika harus di paksa mendengar kegiatan bercocok tanam di depannya. Lucunya, wajah Marcel sangat bahagia seperti pecandu se*s yang tidak akan pernah puas.


“Gila!! nggak ada yang waras di ruangan ini.”


Apa yang bisa Rara lakukan, ia hanya pasrah ketika di dewasakan secara paksa seperti ini.


Hampir 1 jam mereka begitu, ingin rasanya Rara pingsan tapi hal itu tidak bisa di buat-buat. “euhhh, kau seksi sekali.” Marcel meracau seraya menikmati hujaman yang ia berikan pada wanita ja**g di sana.


“Bisa kau berhenti? Apa gunanya memperlihatkan ini padaku?” Ucap Rara dengan napasnya yang terengah-engah.


“Membangkitkan birahi. Seharusnya kau sudah paham dari pelajaran tadi, karena giliranmu selanjutnya.” Masih dengan penampilan menjijikkan, Rara tanpa sengaja melihat bagian inti pria mesum itu yang terpampang nyata tanpa di tutup-tutupi. Rara sontak menjerit hebat, ia tidak mau memberikan hal berharganya pada pria gila seperti Marcel.


“Aaaaaaaaaaaaaakkkhhhhh.” Rara menjerit sejadi-jadinya kala Marcel mendekat. Pria itu mendekatkan barang miliknya tepat di depan wajah Rara. “Rasakan dia.” Segera Rara menjauhkan wajahnya dari benda itu, itu menjijikkan.

__ADS_1


Tiba-tiba saja kekuatannya berkumpul, dan Rara kembali menggoyangkan tubuhnya yang tergantung. Sakit sejujurnya ia rasakan pada ikatan tali yang sangat kuat itu, tapi ia tidak mau jika harus menuruti perintah Marcel.


“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkhhhh Jordaaaaaaaaannn.” Kepala Rara di paksa untuk diam menerima itu, namun sekuat tenaga Rara memberontak.


Brakkkk… pintu besi itu di banting tiba-tiba hingga mengejutkan semua orang di sana.


“Bede**h, Anjink …Brengsek kau!!!” Teriakan yang amat lantang itu menggema di seluruh ruangan. Jordan memanas kala melihat posisi Rara, apalagi Marcel yang tengah memaksanya berbuat tak senonoh. Telat sedikit saja, mungkin Rara akan menjadi santapan badjingan itu.


Dalam sekejap saja, Jordan menghujami Marcel dengan tinjunya hingga beberapa kali kepala Marcel terbentur di lantai.


Brakk....


“Cuiihhhh…cuihhh…menjijikkan huhuuuuuu....” Rara meludah beberapa kali seraya menangis dengan kuatnya. Meski belum sepenuhnya merasakan, tapi mulutnya sempat bersentuhan sedikit dengan itu, sangat menjijikkan.


Tak lama kemudian, Jordan menghampiri Rara yang terlihat tersiksa. “Sebentar, biar ku lepas ini. ”


Marcel badjingan, beraninya dia menggantung Rara seperti ini. Jordan pun segera mengambil pisau lipatnya untuk memotong tali pada tangan Rara.


“Peluk leherku biar nggak jatuh.” Rara hanya mengangguk patuh saat Jordan memotong tali di kakinya. Brugh… akhirnya tubuh itu terlepas dan kini jatuh dalam pelukan Jordan. Sesaat kemudian, Rara merasakan tubuh Jordan yang bergetar hebat, paham betul jika pria itu sedang menangis. Sniff…sniff..


"Aku baik-baik aja." Rara paham jika pria itu menghawatirkannya. Demi apapun, Jordan setakut itu hingga kini keduanya meraung dan menangis bersama. Jordan kembali menciumi wajah Rara dengan lembutnya seraya memejam.

__ADS_1


" Untuk mensterilkan, aku mau bersihin semua jejak kotor badjingan itu." Keduanya kini terduduk di lantai dan kemudian bercumbu mesra.


“Wow….wow…drama yang sangat mengharukan.”


Siapa lagi itu? Kedua insan itu pun terhenyak akan kehadiran seseorang di ikuti beberapa orang di belakangnya. Betapa terkejutnya lagi kala Jordan melihat Maxton yang sudah babak belur tak berupa, di seret secara paksa.


“iyuh…apa yang terjadi pada pria itu? Wow… kalian benar-benar hebat hahaha.” Pria itu menatap ngilu Marcel yang setengah telanjang tengah terbujur kaku dalam posisi kursi kayu terjepit di antara selangkangannya. "Keluar kalian!! " Bentak pria itu pada beberapa wanita murahan yang masih di sana, dan mereka pun segera berlalu.


“Tetap di dekatku Ra.” Ucap Jordan seraya menghapus air mata Rara. Sudah tidak ada tenaga lagi bagi Rara, bahkan kaki dan tangannya tak mampu di gerakkan.


“Suara ini…?” Rara berusaha melirik ke depan.


Jderrr….


.


.


.


tbc.

__ADS_1


Ralat ya hehehe 😁😁


__ADS_2