Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 34 Ingin Melamarmu


__ADS_3

“Sedikit lagi. Nikmati duri-duri hidupmu, karena tak akan ku biarkan kau tenang.” Ucap seseorang dengan suara palsunya di ponsel Jordan. Jordan mengeraskan rahangnya mendengar setiap kata-kata itu.


“ Who are you? Keluar jika berani, jangan hanya bersembunyi seperti tikus got!!.” Jawab Jordan dingin dengan nada meninggi.


“Hahahaha, kau kira aku takut padamu?!! Hahaha…” Renyah sekali orang itu tertawa meninggalkan sejuta kebencian di hati Jordan.


“ Bedebah! Kau!! Eerrhh…” Jordan meremat ponselnya dan melemparnya asal saat panggilan itu terputus pihak lawan.


“Itu keluaran terbaru, aku berusaha keras mendapatkannya tapi semudah itu hancur di tangan tuan. Haah....orang banyak uang mah bebas.” Batin Maxton yang sejak tadi berdiri di belakang menatap kasihan benda pipih berlogo buah di gigit itu yang sudah tidak berbentuk lagi. Sontak kedua pengawal itu menelan ludah pahit melihat sang boss besar bak mengeluarkan taringnya.


“Max.”


“ Iya tuan?.”


“Perintahkan anak buahmu, suruh wanita itu buka mulut. Siksa saja jika tidak menurut!! dan untuk kalian berdua, jalani hukuman kalian.” Perintah Jordan di ikuti anggukan semua orang di ruangan itu.


...𖧷𖧷𖧷𖧷...


Hujan turun saat siang menjelang sore itu, kini Jordan menatap sendu dari kaca mobilnya kala tetesan air yang kian membasahi jalanan hitam di keramaian kota Yogyakarta.


Membayangkan perjalanan hidupnya yang berwarna-warni. Pertikaian sengit yang membuatnya pergi meninggalkan keluarga, penghianatan, sulitnya meniti karir dari ia masih nol hingga sukses seperti sekarang, dan sulitnya perjuangan menaklukkan hati seorang wanita yang kini menjadi ratu di hatinya.


“Max, bagaimana cara melamar kekasih?” Ucap Jordan tiba-tiba, membuat Maxton yang tengah menyetir tersedak ludahnya.


“Emmm…” Maxton tampak berpikir sejenak, jawaban apa yang pantas ia lontarkan.


“Ck, lupakan. Hidupmu di kelilingi laki-laki semua, pacar pun tidak punya. Percuma saja aku bertanya.” Keluh Jordan datar.

__ADS_1


“ Anda paham betul …hahaha.”


“Kau bangga? Cari pacar sana biar tau sensasinya, berbahagialah....”


Suasana jadi haru kala Jordan membahas tentang kebahagiaan dirinya, membuat mata Maxton kini berkaca-kaca. Setelah di ingat, kapan terakhir kali seseorang memperhatikan kebahagiannya karena ia sudah tidak punya siapapun, hanya Jordan lah orang baik yang menerimanya seperti keluarga.


“Saya sudah bahagia tuan, menemani dan melindungi tuan dengan segenap jiwa dan raga saya.”


“ Jangan gila Max, aku pria normal. Mengerikan jika kita terus bersama…hiihh.” Jordan bergidik ngeri mendengar jawaban asistennya itu, padahal dia lah yang membahas hal itu terlebih dulu.


Sesampainya Jordan di Vila, ia langsung berlari karena tidak sabar menemui Rara.


“Apa dia sudah sadar?” Tanya Jordan pada salah satu pengurus vila.


“Sudah tuan, hanya saja….”


“Hanya saja apa?” Tanpa mendengarkan, pria itu langsung berlari menuju kamar.


Brakk…


Kekhawatiran Jordan memang berlebihan, hingga ia tidak peduli dengan nasib pintu kamar yang sedikit putus pengaitnya akibat tenaga dalam saat membukanya tadi.


“AAAAAAAAAAAAAHHHHH........JORRDAAAAAAAAANNNNN!!.”


Rara berteriak dengan suara bak TOA nya kala pria itu menerobos masuk di saat Rara sedang memakai pakaian dalamnya, sekilas Jordan melihat kaca mata pelindung tubuh Rara bagian atas.


Dibawah sana, Maxton yang mendengar itu ikut terkejut hingga permen yang baru saja di **** tertelan tanpa sengaja "Uhuk...raksasa dari mana itu?" gumam Maxton. Sontak saja Jordan menutup telinga seraya berbalik badan. “ Maaf, nggak sengaja Ra.”

__ADS_1


Beberapa detik kemudian….


“Udah belum?” Tanya Jordan masih pada posisinya.


“Hemmm.”


“Kok gitu jawabnya? Marah? maaf sayang.... salahin pintunya, kenapa gak di kunci coba?!.” Ucap Jordan dengan santainya menyalahkan pintu, kemudian menghampiri Rara yang sudah duduk di pinggir kasur. Rara mendongak menatap pria itu dengan matanya yang sudah memerah.


“Masih takut? tenang aku kan disini, jangan nangis..uluh …uluh…tayang.” Ucap Jordan selembut itu, ia mengulurkan tangannya mengusap lembut pipi Rara dan sesekali mengacak rambut Rara.


“issh…emangnya aku anak kecil apa di uluh …uluh.” Rara cemberut kesal dengan perlakuan Jordan barusan, ia membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan itu. Jordan langsung saja memeluk Rara dan menyalurkan kehangatan serta kasih sayangnya.


“Sekarang masih takut, hmm?” Tanya Jordan pelan dan di ikuti gelengan kepala oleh Rara yang masih membenamkan wajahnya di dada pria itu. Merasa nyaman sekali dengan aroma maskulin Jordan. Demi apapun, Rara ingin mengakui bila ia sudah mencintai pria di hadapannya itu.


“Jordan, aku mencintaimu.” Batin Rara seraya tersenyum dan semakin menelusup mengeratkan pelukan itu.


Sontak Jordan membola mendengar penuturan yang tidak terdengar secara lisan tersebut. “Aku juga mencintaimu, sangat.” Ucap Jordan berbisik seraya mengelus rambut Rara, hingga ia tidak bisa menahan ujung bibirnya yang tertarik ke atas.


“ Ra? Apa kamu siap jika aku melamarmu?”



.


.


.

__ADS_1


to be continued...


HAPPY NEW YEAR 2023 🎉🎉🎉🎉


__ADS_2