Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB 6. Victon


__ADS_3

Sesuai dengan janji Rara pada Valerie semalam, siang ini mereka berdua berada di sebuah toko pakaian dan aksesoris yang berada di dalam Mall besar di pusat ibukota. Toko itu menjual barang-barang branded keluaran terbaru yang sudah lama Valerie idamkan. Demi tidak ingkar janji, Rara bahkan rela menguras tabungannya itu.


“Ras aku mau ini sama ini, dua ya hehe?” Pinta Valerie dengan manjanya menatap Rara yang berekspresi datar.


“ya." singkat Rara.


“ Yang ikhlas dong. Ingat, dua kali lipat haha. ” Dengan tawanya yang tengil dan tanpa dosa Valerie menggandeng tangan Rara menuju kasir.


“Kalo bukan sahabat, ku sumbangin aja ke tukang parkir depan sana.” Ucap Rara seraya mengikuti langkah sahabatnya dibelakang.


“ ih...…jahat.“ Jawab Valerie terkekeh melihat sengsaranya sahabatnya itu.


Rara mengeluarkan kartu nya untuk membayar, setelah itu ia mengajak Valerie makan siang dulu. Saat di perjalanan menuju restoran tanpa sengaja Valerie menabrak seorang pria hingga paper bagnya jatuh. Pria itu sibuk melihat ponselnya dan di ikuti asisten di belakangnya pun menatap Valerie dengan datar.


“Maaf.”


"Ya tuhan. nih orang cakep, tapi sombongnya minta ampun."


Victon yang malas memperpanjang masalah karena ia harus segera menghadiri pertemuan penting. Waktu adalah uang, begitulah motonya. “Jika ada masalah, katakan pada asisten saya.” Ucap Victon dengan dingin dan berlalu meninggalkan Valerie yang menatapnya bingung.


“Kenapa?” Tanya Rara memegang pundak Valerie dari belakang.


“Dasar batu es.” Ucap Valerie dengan medoknya seraya memukul-mukul udara.


“Udah yuk." Rara menggandeng tangan Valerie dan menariknya.


.


.

__ADS_1


Kini Victon tengah meeting dengan Waluyo sang CEO mall besar tersebut. Mereka membahas perkembangan dari pemasaran produk-produk di mall ini yang merupakan salah satu aset milik Victon.


“Jadi bagaimana perkembangannya ? apa berjalan dengan lancar?” Tanya Victon yang duduk sambil menyilangkan kedua tangan di atas pangkuan kakinya seraya menatap intens dan mengintimidasi.


“Semua baik pak. Bahkan kita telah menandatangani kontrak kerjasama dengan brand ternama lokal maupun internasional. Pembukaan bulan ini membuat omset kita meningkat di banding tahun lalu. ” Ucap pria yang terlihat lebih dewasa dari Victon dengan fasihnya.


“Bagus sekali. Serahkan laporan itu pada asistenku. Dan satu lagi, Aku ingin Jordan jadi brand ambassador untuk brand ternama. Itu saja, aku akan berkeliling untuk memantau. ” jelas Victon beranjak dari duduknya dan langkahnya di ikuti asisten dan CEO tersebut.


.


.


Restoran Pelangi,12.15 PM.


“ Seharusnya kita makan di angkringan, di sini sedikit aja mahal banget harganya.” Ucap Valerie dengan mulut yang masih penuh dengan makanannya.


“Ck.” Valerie mencebik kesal dan Rara hanya terkekeh pelan.


"Hai Ra, kebetulan banget, Aku gabung boleh kan?." Sapa Aiden yang baru tiba dengan senyum hangat nya.


"Boleh kak."


Gila! tampan banget ka Aiden, batin Valerie mengagumi sosok Aiden hingga nyaris lupa diri.


"Ehem." Rara berdehem menyadarkan sahabatnya itu.


Pada saat yang sama, tiga orang pria berjas masuk dari pintu depan dan mendudukkan diri di sudut sana dan cukup jauh dari dua gadis itu.


“Hei bro, kebetulan banget nih ketemu di sini.” Sapa Jordan yang ikut bergabung. “Selamat siang pak, saya ijin bergabung disini. Apakah mengganggu?” tanya Jordan lagi pada Waluyo yang duduk bersebrangan.

__ADS_1


“Tidak pak, silahkan." Jawab Waluyo.


“Panggil saya Jordan pak. Saya sahabat Victon”


Jordan mengulurkan tangan kanannya hendak menyalami. Detik selanjutnya, tidak sengaja Jordan mengedarkan pandangan dan berhenti pada dua gadis cantik bersama seorang pria sedang bercengkrama riang. Darah Jordan seolah-olah naik dan mendidih melihat pemandangan itu, entahlah mungkin ia kurang asupan. "Heh menarik! "


Kedua gadis itu pun beranjak pergi setelah menyelesaikan makan siangnya. Sedangkan Aiden sudah pergi duluan karena urusan pribadinya.


Tanpa mereka sadari bahwa sejak tadi keduanya di ikuti oleh seseorang.


Seorang pria yang duduk di belakang meja Rara dan Valerie cukup lama sambil berpura-pura membaca majalah untuk menutupi penyamarannya.


“Ayo." Ajak Rara berjalan berdampingan dengan Valerie. Tiba-tiba...


Greb...


.


.


.


to be continued.


Bonus visual Victon... hehe


( @pietroboselli )


__ADS_1


__ADS_2