Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB 82 Aku Ada Untukmu


__ADS_3

...HAPPY READING!! šŸ˜‡šŸ˜‡...


Gigi bertaring, kuku runcing serta bulu-bulu putih rimbun menyelimuti di beberapa bagian tubuh, begitulah penampakan Jordan saat ini. Siapapun yang melihat pasti setuju jika Jordan tampak menyeramkan, tidak seperti biasanya yang selalu tampan dan mempesona.


Rara masih setia dengan posisinya seraya menganga lebar. Ruangan yang semula rapi kini berantakan karena benda-benda bercecer di lantai.


ā€œJangan kesini Ra. Menjauhlah!!ā€ Sentak Jordan langsung membalikkan tubuhnya dan kini membelakangi Rara.


Padahal sudah berkali-kali Rara katakan, jika ia benar-benar menerima Jordan dalam kondisi apapun. Pada kenyataannya Rara tetap takut, tapi rasa takut itu tidak sebanding dengan rasa sayangnya. Dengan langkah pelan, Rara pun mendekati Jordan yang masih membelakanginya, tangannya terulur dan kemudian memeluk tubuh sang suami dengan eratnya.


ā€œSejak awal aku kan sudah tau dan jangan mendorongku untuk menjauh.ā€ Jawab Rara lirih, ia berusaha sekuat mungkin untuk menopang Jordan yang hampir runtuh pendiriannya.


Kenapa bisa begini? Jordan masih berwujud tubuh manusia, hanya saja beberapa bagian tubuhnya di tumbuhi bulu-bulu panjang berwarna putih dan itu tidak merata. Manik matanya begitu indah dengan warna biru menyala walau tatapan itu sedikit menusuk.


ā€œRa, please jangan di paksa rrrrhhhh. Aku nggak mau kamu sakit nantinya, rrrrhhh… tolong menjauhlah!ā€ Ucap Jordan dengan pelan berusaha melepas pelukan Rara.


Rara hanya menggeleng di punggung Jordan sebagai jawaban. Sekuat mungkin Rara mencoba untuk mendekap tubuh Jordan, padahal dia sendiri susah payah untuk melawan rasa takut itu karena phobianya. Tubuh Rara terasa bergetar dan Jordan sadar akan hal itu.


ā€œJangan! Aku nggak apa-apa, biarin begini aja.ā€ Ucap Rara kekeh.

__ADS_1


ā€œAku jelek banget, Ra. Aku malu sumpah.ā€


Jordan berharap hari tidak beruntungnya tidak datang di saat ini, itu di luar harapan. Namun apa boleh buat, ia juga tidak tahu dengan reaksi tubuhnya yang di luar kendali. Pada akhirnya perdebatan itu pun berlanjut dan berakhir Rara yang menangis dalam pelukan Jordan.


.


.


Malam pun tiba, dan masih belum ada perubahan pada tubuh Jordan. Berkali-kali Jordan menyuruh Maxton mencari penyelesaian dari permasalahan ini, namun belum ada solusi.


Pria itu melihat pantulan dirinya di depan kaca besarnya. Awalnya terlihat mengerikan, namun setelah di telisik lebih teliti malah nampak lucu. Tubuhnya terlihat seperti karakter dalam film fantasi yaitu manusia setengah-setengah. Sedangkan julukan yang cocok untuk Jordan ialah manusia setengah-setengah serigala, dan itu memang kenyataannya.


Biasanya pasangan pengantin baru lainnya akan bahagia di moment ini, tapi berbeda dengan Jordan yang hanya bisa menatap sang istri tengah terlelap tanpa berperang dahulu. Seulas senyum pun muncul kala Jordan melihat wajah teduh Rara yang sangat nyaman mengarungi alam mimpinya.


Kenapa kamu sebaik ini Ra?


Jika itu orang lain, mereka pasti akan melarikan diri.


Aku tahu terima kasih saja tidaklah cukup,

__ADS_1


I love you, my wife


ā€œMakasih Ra.ā€


Jordan mengecup pelan pucuk kepala Rara. Sayangnya, Rara malah terusik dengan bulu yang tumbuh di wajah tampannya itu. Spontan tangan Rara menarik bulu-bulu itu, ā€œSssshhhh, sayang jangan di tarik bulu-buluku.ā€ Jordan mendesis pelan.


ā€œEmmmmhh, buntut kuda… geli hehe.ā€ Rara bergumam tanpa membuka matanya.


Entah masih tidur atau sadarkan diri Jordan tidak tahu pasti. Tunggu dulu! Apa yang dia bilang? buntut kuda? yang benar saja jika bulu langka nan eksotis ini di samakan dengan bagian belakang hewan pelari tangguh itu.


ā€œhaaahhhh, awas kalo bangun nanti.ā€


Jordan menghela napas kala berhasil terlepas. Ia merebahkan diri di samping Rara walaupun sebenarnya merasa cemas jika Rara nanti takut padanya. Bodo amat lah! itu perkara besok, pikir Jordan. Pria itu pun merengkuh Rara dalam pelukannya, dan membiarkan matanya ikut memejam.


.


.


.

__ADS_1


-To Be Continued-


__ADS_2