
"Wahhh mereka kuat banget."
Apa maksudnya itu? Jordan menggernyit kala mendengar Rara memuji kegagahan pria lain. Tak mau kalah tentunya, demi perhatian Rara ia pun kini ikut serta.
"Bawakan sarung tinju ku, Max! "
"Baik boss!"
Rara terheran, apa yang hendak di lakukan Jordan. Pria itu tampak bersiap-siap, dan setelah melepas bajunya kini hanya menyisakan celana panjangnya saja.
Gleg...
Rara terpaku seraya menelan ludahnya saat mengagumi bentuk tubuh sempurna milik Jordan, membuat pria itu tersenyum sekilas.
Berhasil memasuki arena, sorakan itu pun semakin riuh. "Kau, lawan aku!! " Tunjuk Jordan pada Axel dan di angguki olehnya. Di mulailah permainan itu dengan semangat yang menggelora. Jordan membiarkan Axel memukulnya, sementara ia hanya menghindar dan menangkis.
Sesaat saja darah Jordan seakan naik dan mendidih kala melihat luka di pundak Axel. Terbayang bagaimana bibir dan gigi Rara menyentuh tubuh pria itu, membuat Jordan meremang.
"Shi*t." Umpat Jordan kemudian melayangkan tinjunya tepat mengenai perut Axel. Uhuk.... sakit sekali, Axel merasakan nyeri yang tidak bisa di ungkapkan hingga terasa naik ke ubun-ubun.
POV. Rara
"Nona, tuan adalah yang terkuat di sini. Lihat kan? selama ini tidak ada yang berani melawannya kecuali jika itu perintah." Ucap salah satu pria di sana. Rara bisa melihat ketika Axel cukup kwalahan melawan Jordan. Meski tubuhnya sedikit lebih besar dari Jordan, nyatanya kekuatan pria itu tak sebanding dengan sang kekasih.
priittttttt....
__ADS_1
"Boss menang!! " Teriak sang wasit.
yuhuuu.. waaaaaa...
...ð–§·ð–§·ð–§·...
Saat bertarung terlihat sangat sengit, namun setelah usai mereka tampak akrab kembali. Itu lah yang Rara lihat di antara kedua pria itu. Rara pun mendekat saat kedua pria itu turun. Ia tak bergeming kala beberapa sorot mata memperhatikannya.
"Cantik sekali."
"Dia kekasihnya tuan?"
"Beruntung sekali tuan mendapatkannya."
Beberapa bisik tetangga sekilas terdengar oleh Rara, membuatnya memerah malu. Rara pun memberikan air mineral dan handuk kecil kepada Jordan.
"Kau tidak apa-apa?"
"Beraninya kamu melirik pria lain? " Ketus Jordan hampir seperti ancaman, membuat Rara terhenyak kala pria itu mencengkeram pergelangan tangannya. Axel hanya diam membisu, ia juga tidak menyangka jika Rara begitu perhatian padanya.
"Dia terluka, dan aku yang melukainya kemarin. Kamu kan segar bugar." Tak mau kalah, tatapan Rara kini lebih tajam menatap Jordan yang posesif nya luar biasa.
"Maaf atas tindakan ku kemarin, aku tidak sengaja. Aku akan mengobatimu sebagai tanda maafku." Rara mengabaikan Jordan yang kini berapi-api, dan tangannya hendak menyentuh luka di pundak Axel.
"Stop!! siapa yang memberimu ijin?" Ucap Jordan dingin.
Di saat keduanya berselisih, pertarungan gulat masih berlanjut "Nona, aku tidak apa-apa." Ucap Axel pelan.
__ADS_1
"Tapi aku merasa bersalah, itu pasti sakit."
"i.. itu.. " Axel kini tergagap melihat sorot mata tajam dari Jordan.
"Kamu serius? kamu nggak lihat aku di sini? " Jordan sedikit menarik dan cengkeraman itu kian kuat. "Ahh ...sakit!!" pekik Rara.
"Gimana denganku? bibirmu itu sudah mencicipi tubuh pria lain, tidak dengan tubuhku? aku juga sakit Ra!!!"
Pembicaraan dewasa apa ini? Maxton, Axel dan beberapa orang yang mendengar sontak saja sedikit menjauh. Mereka tahu betul saat boss nya sedang marah atau tidak. Lebih baik menghindar dari pada terkena imbasnya nanti.
"Apa maksudnya? Aku cuma mau membantu, kamu kok berlebihan sih?" Kesal sekali Rara dengan sikap posesif Jordan saat ini, padahal ia hanya berusaha menolong tidak ada niat yang lain.
"Berlebihan?? Apa harus ku robek kulit nya itu agar kamu berhenti memikirkannya?." Semakin dingin kata-kata itu. Axel bergetar mendengar ucapan itu, tidak mungkin kan kulitnya di robek sungguhan?.
"Jordan kamu apa-apaan? "
"Kenapa? ini wilayahku... aku bebas berbuat apapun. Mau ku buktikan?" Rupanya Jordan tidak bercanda. Kini, tangan satunya mengeluarkan pisau lipat dari saku celana panjangnya, entah sejak kapan benda itu di sana. Sontak Rara membeliak, kala melihat Jordan hendak melangkah ke arah Axel dengan pisaunya.
"Aaaaaaaaaaaaaaaa!!! Stop... hentikan!!" Rara memekik kencang hingga pertarungan berhenti. berhasil membebaskan tangannya, Rara menutup kedua telinganya dengan kedua tangan seraya memejam. Gadis itu memundurkan langkahnya, seraya bergumam tidak jelas.
"Tatap aku Rara!!! ini kan yang kamu mau? akan robek kulitnya maka kamu bebas mengobatinya!!" Nada bicara Jordan kian meninggi membuat seluruh orang di sana merinding.
"Dia gilaa." Batin Rara.
.
.
__ADS_1
.
tbc.