
“Jordaaaaaaannnn!!”
Suasana yang tadinya cerah kini berubah menjadi suram. Siapa lagi penyebabnya jika bukan pengganggu yang selalu berhasil membuat Rara memanas.
“issshhh cabe keriting ngapain sih di sini?” gumam Rara kesal.
“Jojo kok kamu nikah nggak bilang-bilang sih sama aku? kamu anggap aku apa sebenarnya?” Rengek Celine yang di buat-buat, dan dengan tidak malunya wanita itu merangkul lengan Jordan. Padahal jelas-jelas sang pemilik hati Jordan yang asli berada di sana, tetap saja yang namanya muka tembok nyalinya memang tebal.
“Nggak ada urusannya sama lo!! Jangan ikut campur! .”
Sengaja Jordan berbicara setajam itu agar Celine sadar dari mimpinya yang mustahil itu. Secebik rasa kesal muncul di benak Jordan begitu saja, melihat Rara tidak bergeming kala Celine bertindak semaunya. Apa sesulit itu menyatakan jika Jordan milik dia sepenuhnya?.
Plak… Pukulan Rara mendarat cukup kuat di tangan Celine yang masih berusaha mencari perhatian. Jordan tidak tahu jika Rara sedang menahan amarahnya. “Jangan sentuh-sentuh, dia milik gue.” Sorot mata Rara sangat tajam dan siap untuk menguliti Celine jika perlu. Mungkin bahasa manusia tidak akan berguna untuk makhluk di depannya itu, dia belum tahu saja kegarangan Rara seperti apa.
“Apa lo?!!!” tantang Celine.
“Minggir Jo, di pikir aku takut apa?.” Rara sengaja mendorong Jordan agar menjauh seraya menggulung lengannya seperti preman. “Eh, lo jual tubuh biar Jordan terpikat sama lo kan?? Sok suci dan polos, padahal mah….” Seenak dengkul Celine berucap hingga tidak menyadari Rara yang sudah meletup-letup.
__ADS_1
“ Banyak Bac*t lo!!” Rara menyela dan segera menjambak rambut Celine hingga kepalanya mendongak. Serangan tanpa arah itu terasa sakit hingga menjalar ke akar rambut. Begitu pula Jordan yang menganga karena perubahan sikap Rara.
Buru-buru Jordan mengangkat tubuh Rara agar menjauhi Celine. Teriakan mereka persis seperti anak ayam dan tentu saja mengundang perhatian para pegawai butik.
“Ra cukup!! kalian jangan cuma liatin aja!!.” Jordan masih berusaha manjauhkan tubuh Rara yang tenaganya juga bukan main, sedangkan para pegawai menarik Celine. Tapi tidak ada hasil karena tangan keduanya masih saling bertaut di rambut. Rara sedikit kesulitan dengan gaun yang di pakainya, ia sudah tidak peduli jika gaun itu robek sekalipun.
“Sekali-dua kali gue masih terima omongan lo. Kaca di rumah lo kurang gede atau gimana hah? bekas cip**kan lo aja masih ketara tuh di leher, masih mau bilang gue murahan? Kebalik kaleee!!”
Ucap Rara dengan lantangnya, membuat semua orang yang melihatnya menganga. Jordan paham jika suara Rara memang sekeras itu, dan itu sangat berguna di saat-saat tertentu. Ingin beradu suara dengan Rara? Oh, jelas Rara pemenangnya.
“Aaaaaaaaaakkkkhhhhh, mamp*s lo cabe keriting!!” Rara semakin memberontak di dalam dekapan Jordan yang membawanya pergi menjauh.
“Jo, suruh Rara ganti gaunnya. Gue harus periksa ada yang robek atau nggak.” Teriak Ella yang melihat pasangan itu masuk ke ruang ganti.
“Serahin ke gue, El.” Jawab Jordan dengan lantang.
.
__ADS_1
.
Suasana ruang ganti amat canggung, tentu karena keberadaan Jordan di sana.
“Ra jangan begitu lagi ya? aku nggak suka kamu yang kasar gini.” Jordan berjongkok di depan Rara yang sedang duduk membenarkan rambutnya. “Nggak usah buang tenaga, cukup aku aja yang maju. Kamu nggak usah ngotorin tangan, liat nih luka semua kan?” Bekas cakaran kuku panjang Celine ada di beberapa bagian tangan Rara. Jordan paham jika Rara sedang menahan tangisnya, bisa di lihat dari raut wajah dan matanya.
Usapan lembut di tangan Rara tidak cukup untuk menenangkanya, hingga tiba-tiba butiran bening itu menetes. Rara menahan suaranya agar tidak keluar, malu sekali jika sisi cengengnya terlihat lagi di depan Jordan. Segera Rara memalingkan wajahnya, agar tidak ketahuan.
“Tadi kamu diem aja waktu Celine peluk-peluk.” Ucap Rara lirih.
Rangkulan tangan Celine ternyata di artikan Rara sebagai pelukan. Benar saja jika orang marah tidak akan berpikir dengan logika, melainkan dengan perasaannya.
Haaahhh… Jordan menghela napasnya. “Mau pukul aku? Lakuin aja Ra, asal kamu bisa tenang lagi. Ingat, Celine nggak sebanding sama kamu. Tau kan kalau cuma ada kamu di hatiku?”
.
.
__ADS_1
.
-To Be Continued-