Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 58 Pergerakan


__ADS_3

Plakk….


“Aaaaaaaaaaaaaaaakkkhhh sakit tuan!” Pekik Axel saat Jordan mendaratkan tangannya cukup kuat di luka tersebut. “Pakai bajumu dan tutupi itu!! Kesal aku melihatnya!” Ucap Jordan dingin dengan tatapan membunuh di arahkan kepada Axel yang kini mematung. Kasihan sekali sebenarnya, setelah mendapat serangan gigi tajam Rara dan kini harus menghadapi kecemburuan Jordan yang berlebihan, ingin rasanya Axel mengubur diri.


“Buka matamu Ra, aku cuma bercanda.” Jordan menghampiri Rara seraya meraih tangan yang masih setia menutupi telinganya. Hal itu tentu membuat Rara kesal, terlebih lagi Jordan terlihat santai dengan wajah datarnya itu.


“Ooooo…bercanda?!”


Apa hal seperti itu bisa di jadikan sebuah candaan? Rara menggeleng tak percaya dengan pemikiran Jordan yang di luar nalar. “Kalau begitu ini juga bercanda!” nyett….Rara menginjak punggung kaki Jordan dan meninggalkan rasa nikmat bercampur nyeri hingga pria itu memekik. Bagaimana tidak, sepatu kulit itu cukup tebal dan keras.


“Aww…aw..aw….sayang sakiiiitt!! Ini diskriminasi namanya.” Terserah saja, Rara mengabaikan rengekan Jordan yang tampak dibuat-buat itu. Dengan langkah kesal gadis itu meninggalkan arena pertandingan dengan perasaan malu dan amarah.


Pfffttt…. menyebalkan sekali sebenarnya, pemandangan itu membuat semua orang di sana menahan tawa. Bagaimana sosok boss yang biasa di takuti memiliki sikap kekanak-kanakan seperti itu.


“Lanjutkan pertandingan, aku mau membujuk macan kecilku dulu!!” Teriak Jordan pada Maxton dan yang lainnya seraya berlari kecil.


“Bwahahahahaha… !!” Maxton tertawa lepas hingga membungkuk seraya memegangi perutnya.


“Rasanya aku mau muntah.”


“Dia benar-benar boss kan?”


“Apa cinta membuat orang lupa jati dirinya??”

__ADS_1


Begitulah bisik-bisik para pria gosip di sana.


...🍃🍃🍃🍃...


Di suatu tempat...


“Ini sulit!! Kita lewat pintu utama saja.” Bisik pria berambut keriting.


“Kau mau bunuh diri? Lihat!...disana banyak penjaga gilaaa!” Percakapan terjadi pada beberapa pria yang tengah bersembunyi di perbatasan. Kini mereka tengah berjongkok di balik batang pohon seraya mengintai keadaan.


“Lalu? kau mau lompat ke dalam? Coba saja jika mau di lahap ranjau itu.” kesal si pria rambut keriting.


Fakta yang mencengangkan, tempat ini di kelilingi pagar listrik dan setelahnya di tanam beberapa ranjau darat yang tidak tahu berapa jumlahnya. “Sudah ku bilang, seharusnya kita pakai helikopter saja.”


“Diamlah kalian berdua!! Boss menelpon.” Pria yang sejak tadi diam kini angkat bicara. “Mr.M? iya kami berhasil mendarat di pulau. Sulit sekali untuk menembus perbatasan.”


“Lakukan yang terbaik, aku tidak ingin mendengar kata gagal lagi.” Ucap dingin pria di seberang sana.


Tanpa tahu jika kini mereka berada di bawah pengawasan. Ketiganya sangat ceroboh hingga tidak sadar jika sinyal panggilan itu bisa di ketahui oleh Maxton. Memang benar jika Jordan merogoh kantongnya cukup dalam demi keamanan pulau pribadinya, tujuannya sudah jelas demi memusnahkan para penyusup seperti mereka.


Ting…ting…ting .....tanda peringatan bahaya muncul di ponsel canggih milik Maxton.


“Ku telpon atau pesan teks ya?? Bagaimana kalau boss sedang…..??” Tiba-tiba pikiran Maxton berpetualangan liar mengingat jika Jordan tengah membujuk kekasihnya tadi, entah cara apa yang di gunakan.”Ehem biar lebih aman.” Maxton melancarkan jarinya di benda pipih miliknya untuk mengirim pesan teks.

__ADS_1


Tuan, sudah ada pergerakan - Maxton


Pergerakan apa? dia menolakku sejak tadi – Jordan


Apanya? – Maxton


Pergerakan apa yang kau maksud? -Jordan


Itu….musuh. Aku tidak peduli dengan yang kau lakukan saat ini Jo, jangan menjerumuskanku!! -Maxton


Jaga bicaramu! Aku akan kesana setelah selesai.


Tidurkan saja dia, maka beress!! -Maxton


Ide bagus! Otakmu memang brilian , Max.


- Jordan


“gosh..... dia kenapa? errhh.” Maxton terperangah membaca jawaban dari bossnya itu, lama-lama ia menjadi tidak waras jika meladeninya terus-menerus. Sementara itu, Jordan tersenyum puas dengan balasan yang di kirimkan sang asisten. Pas sekali karena sejak tadi ia kesulitan menghadapi Rara yang tengah merajuk, saran yang bermanfaat sekali.


.


.

__ADS_1


tbc


__ADS_2