
Malam pun berganti pagi, semua barang sudah Rara persiapkan sedemikian rupa untuk kepulangannya ke kampung halaman. Niatnya ingin berangkat sore, tapi Jordan malah sudah booking tiket lebih awal katanya semakin cepat semakin bagus.
Sesuai janji dan sebagai status kekasih yang baik, Jordan mengantar Rara dan kini keduanya sudah berada di bandara Nasional Jakarta. Bertiga lebih tepatnya, karena Valerie hanya di anggap sebagai nyamuk, jahat sekali memang.
"Kanapa pakaianmu begini Ra? dingin, pakai Jaketku...!" Titah Jordan tetap lembut seraya memakaikan jaketnya pada Rara. Kesal sekali Jordan kala melihat pakaian Rara yang sedikit terbuka, membuatnya makin cantik saja. Rara pun hanya menerimanya tanpa berkomentar padahal jantungnya melompat-lompat.
“Kok aku bisa ketinggalan berita? , Ra ….kamu gak cerita ke aku kalau udah jadian sama manusia satu ini.” Ucap Valerie yang duduk di ruang tunggu bersama pasangan itu. Segitu sebalnya Valerie dengan pria bernama Jordan itu, jika di tanya mengapa? tentu saja karena berhasil merebut Rara. Entah pelet apa yang di gunakan Jordan hingga Rara bisa tunduk dan takluk.
Jika saja Valerie tidak memergoki keduanya sedang bermesraan tadi pagi, ia mungkin tak percaya kala Jordan mengatakan mereka sudah resmi jadi pasangan kekasih.
“Aku mau bilang, cuma tuh..”
“Alah telat, udah kepergok baru mau bilang.” Sela Valerie dengan ketusnya seraya menenggak minuman dingin yang di belinya tadi.
Tatapan Valerie tidak lepas dari Jordan yang sejak tadi sibuk membawa barang dan mengurus keberangkatan Rara. Perhatian Jordan pada Rara membuat Valerie sedikit melunak, mungkin butuh waktu untuk menerima kesalahpahaman yang sudah berlalu itu.
Kedua sahabat itu saling berpelukan kala Rara hendak pergi, tidak ketinggalan Jordan yang merengek meminta hal yang sama membuat Rara seperti seorang ibu yang hendak meninggalkan anaknya. Jordan sesekali menatap kearah dua penjaga dekat pesawat menganggukkan kepalanya di ikuti balasan yang sama. Mereka pengawal bayangan Rara, tak lain adalah anak buah Jordan yang sangat terlatih.
__ADS_1
Jordan merasa cemas karena biasanya ia sendiri yang menjaga Rara aman di dekatnya, kini terpaksa menggunakan cara ini karena ia tidak bisa menemani kekasihnya di tampat yang berbeda. Ketika pesawat sudah lepas landas, kedua manusia yang masih belum akrab itu masih terdiam.
“Ku antar pulang Val, ayo.” Ajak Jordan dengan baik-baik namun di tolak oleh Valerie.
“Gak perlu, aku naik taksi aja.”
“Aku harus memastikan sahabat pacarku sampai di rumah dengan aman, kalau gak nanti Rara marah padaku.” Tanpa mengindahkan ucapan Jordan, Valerie segera melesat pergi dengan cepatnya, membuat Jordan membuang napasnya kasar. Bingung sekali menghadapi wanita dengan tempramen seperti Valerie itu.
“Dasar keras kepala, untung Raraku lemah lembut gak kayak dia.” Gumam Jordan.
.
.
.
__ADS_1
“Aaaaaaaakhh.” Teriakan beberapa penumpang kala melihat seorang pramugari sudah ambruk dengan darahnya yang mengalir karena peluru yang menembus di kepalanya. Rara yang baru memejam sejenak langsung saja terkesiap kala mendengar jeritan itu. "Kenapa ini?” Rara bermonolog sendiri seraya menatap sekeliling.
Sontak saja kedua pengawal yang sejak tadi duduk di belakang Rara beralih mendekat di sampingnya. “Siapa kalian? apa yang terjadi di luar?” Tanya Rara pada kedua pria yang terlihat gagah itu.
“Nona. kami pengawal yang di kirim tuan Jordan. Mohon tetap disisi kami agar aman.” Ucap dingin pria satunya. Pengawal pribadi? Kenapa aku harus di kawal? batin Rara menatap bingung kedua pria itu.
Sementara itu, di kabin penumpang lainnya…
“Sial, aku hampir ketahuan gara-gara pramugari tolol itu, target tidak ada di kelas ekonomi. Temukan segera!.” Bisik sang pelaku itu pada rekannya melalui earpiece yang menempel di telinganya. Pelaku tersebut tak lain adalah seorang wanita dengan pakaian khusus dan ketat di balik blazernya, rupanya ia bersembuyi di antara penumpang dan keberadaannya tidak di ketahui karena taktik cerdik serta pistolnya menggunakan peredam suara.
“Kau lebih tolol, kenapa menembak ? posisi ku kan jadi susah!!.” Ucap seseorang di seberang earpiece sangat pelaku.
Akibat huru hara yang di sebabkannya, kini beberapa orang mengerumuni pramugari yang sudah tergeletak bersimbah darah. Hingga membuat keamanan melemah dan memberi si pelaku akses untuk menyelinap ke kabin penumpang kelas lain.
.
.
__ADS_1
tbc..