
Kembali lagi kepada Rara saat ini. Sorot mata yang sangat berbeda dari sosok Roni sebelumnya membuat Rara meneguk kuat ludahnya. Tidak sedikitpun Rara akan membiarkan Roni melakukan hal buruk itu.
“Hehehe…kamu takut sekarang?” Seringai Roni yang semakin mendekatkan wajahnya hingga hembusan napasnya sangat terasa di kulit Rara.
Deg…deg..deg…
“Tolong..! uhuk…uhuk.”
“Berani teriak, aku bakal lakuin yang lebih dari ini Ra.” Ancam Roni seraya menekan leher Rara dengan tangannya.
“Aku nggak takut!!” Rara membalas tatapan itu lebih tajam. Pengalaman Rara akan kejadian buruk yang selalu menimpanya membuatnya menjadi lebih berani. Roni pun semakin menekan leher Rara hingga semakin memerah. Itu bukanlah sosok Roni yang Rara kenal karena pria itu dulu terkenal baik dan juga humoris. Memang benar jika cinta bisa merubah pendirian seseorang.
“Uhuk..lepas …Tolong..uhuk.” Rara mencoba mencekal tapi sia-sia. Hingga tiba-tiba….Bugh..
“Beg*o siapa yang berani sial**n.” Umpat Roni saat mendapat bogem mentah di pipinya hingga memundur.
“Tunggu akibatnya berani melukai Rara.” Ucap Axel penuh penekanan. Satu pukulan lagi ia hadiahkan sebelum membawa Rara pergi.
“Akkkhhhhh.” Pekik Roni kesal.
...🌸🌸🌸🌸...
“ Maaf Nona saya terlambat.” Axel melirik Rara dari kaca kecil depan.
“Nggak apa-apa. Jangan sampai Jordan tau masalah ini, atau nanti kau kena masalah.” Rara berusaha meyakinkan Axel yang tampak cemas. Tahu sekali jika pria itu takut akan kemarahan Jordan padanya.
__ADS_1
“Tapi saya tidak bisa menjaga Nona.”
“No!! justru karena kau tiba tepat waktu aku jadi selamat. Udah jangan di pikirin lagi, tolong antar aku ke kos ya.” Titah Rara dan segera di angguki Axel.
Sampai di kos Rara merebahkan diri di kasur yang sempat menjadi alas tidurnya sebelum menikah. Mejanya tampak kosong karena semua barang Rara sudah di pindahkan ke rumah Jordan. Begitu pula komputer dan semua kamera miliknya.
Rasanya aneh melihat meja belajarnya kini kosong dan hanya punya Valerie yang masih penuh dengan benda miliknya. Menunggu sahabatnya pulang kuliah membuat Rara sedikit jenuh dan tanpa sadar terlelap.
Ra..
Rara
Rara membuka matanya perlahan saat mendengar seseorang memanggil. Rupanya Valerie sudah pulang dan tidak terasa jika Rara tertidur selama 2 jam lamanya. Sesuai jadwal hari ini, kedua sahabat itu pun menghabiskan waktu bersama. Hal sederhana saja, Rara meminta Valerie untuk membawanya bermain bersama dengan si choco motor kesayangannya.
.
.
“Kok belum pulang juga ya?” Rara cemas karena hingga jam 8 malam Jordan belum tiba di rumah. Rara pun mengambil ponselnya untuk menelpon, namun tidak ada jawaban. Berfikir positif, mungkin saja Jordan masih di jalan.
Pip…pip…pip….ceklek..
Rara pun berlari dari kamar setelah mendengar suara pintu itu. Padahal baru sehari berpisah tapi sudah seperti setahun lamanya, memang begitu kalau pengantin baru. Dengan cepat Rara menghambur ke pelukan Jordan.
“Kenapa, hmm?” Jordan turut mengeratkan pelukan itu. “Nggak papa, ingin aja.” Rara semakin menelusup untuk mencium aroma maskulin itu.
__ADS_1
“Cieee bucin.”
“Biarin. Sama suami sendiri ini.” Jawab Rara sambil terkekeh.
“Udah makan?” tanya Jordan lagi.
“Belum, nungguin kamu. Aku udah masak….. mau makan sekarang?” Tanya Rara seraya mendongak tanpa melepaskan kaitannya. “Aku mandi dulu.” Jordan mengacak rambut Rara dan segera melenggang pergi. Tak lama kemudian Jordan kembali memanggil Rara dengan menjerit.
“Sayaaaaaanggg!! Kesini bentar!!”
Rara pun segera menghampiri asal suara. Saat sampai di depan pintu kamar mandi Rara mengetuk pintu namun tidak ada jawaban. “Kak?” panggil Rara lagi namun masih belum ada jawaban. Tiba-tiba saja Rara khawatir, takut kalau Jordan jatuh atau bagaimana. Tanpa berpikir panjang Rara membuka pegangan pintu dan ternyata tidak di kunci.
Sreetttt….. byurr…
Rara tidak tahu jika Jordan sedang mengerjainya. Tangan Rara di tarik cukup kuat hingga ia kini terjatuh ke dalam bathtub yang airnya sudah penuh.
“iiihhhh macem-macem. Aku udah mandi!! Ini jadi basah semua!” geram Rara karena ia jadi basah kuyub karena ulah Jordan.
“Sengaja biar mandi bareng, hehe.”
“hehe-hehe.” Rara mengulangi kata-kata itu dengan matanya yang tajam.
.
.
__ADS_1
.
tbc.