Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 55 Melanggar Batasan


__ADS_3

...WARNING!!! Adegan 20+, Para bocil di harap menjauh dulu. HAPPY READING!! 😉😉...


"Ssssshhh......i'm here baby, don't be afraid." Bisik Jordan saat memeluk Rara kian erat.


Tubuh yang tadinya bergetar kini cukup tenang dalam dekapan Jordan. Sesaat kemudian, semua orang bubar saat tangan Jordan memberi isyarat. Sebentar saja, Jordan ingin merasakan kehangatan tubuh gadis itu dalam pelukannya.


Tiba-tiba Rara mendongak dan menatapnya penuh arti. Hal yang sangat sulit di artikan kala gadis itu menatapnya dengan tatapan sayu namun masih diam membisu. Detik berikutnya, bibir tipis itu pun mengeluarkan suara yang ingin di dengar Jordan sejak tadi.


"Maaf, aku terlalu lemah untukmu." Ucap Rara dengan suaranya yang bergetar.


Beberapa saat kemudian...


Tanpa di duga, kini gadis itu berjinjit kemudian mencium bibir tebal Jordan dengan lembut. Tentu saja tidak ada penolakan, hal yang di nantikan bagi seorang Jordan kini tiba saatnya.


Jordan tersenyum sekilas, dan kini ciuman yang lembut itu di balas hingga semakin menuntut. Pria itu dapat merasakan ketulusan hati Rara untuknya, membuatnya sesaat hilang arah. Jordan kembali menarik tengkuk leher Rara, untuk memperdalam ciumannya.


Keduanya semakin terbakar gelora cinta hingga sedikit lagi hampir gosong. Tanpa ragu, Rara kini mengalungkan tangannya di leher Jordan dan semakin memperdalam juga. Jordan pun menerimanya dengan senang hati kala sang kekasih memulainya. Ia pun membalas dengan menyesap bibir atas dan bawah milik Rara bergantian hingga sesekali menggigit.


Ketika ada celah, dengan cepat Jordan mengeksplor lidahnya di dalam sana. Rara belum mahir, namun tidak menolak kala Jordan bertindak semaunya. Suara decapan itu kian menjadi mengiringi kegiatan panas kedua manusia itu.


"Eunghh."

__ADS_1


Sesekali Rara mengeluarkan suara laknatnya, membuat Jordan semakin bersemangat. Hampir kehabisan napas, Rara pun menarik pagutannya sejenak. "Aku mencintaimu." Ucap Rara di sela-sela kegiatannya tadi dengan napasnya yang tersengal.


"I love you too, baby. " Jawab Jordan. Di tatapnya wajah Rara dengan penuh kasih. Jarinya kini menelusuri setiap inci wajah ayu Rara, hingga muncul kembali gairahnya menginginkan hal yang lebih.


Masih di tempat yang sama, keduanya di terpa angin pagi yang berhembus pelan. Jordan kembali mengecup kening Rara, semakin turun ke mata, menelusuri hidung hingga berhenti tepat di bibir ranum itu. Ia kembali meraup bibir Rara yang amat menggiurkan.


"Ah...aku mau lagi." batin Jordan semakin terbuai hingga terpaksa ia membawa tubuh Rara dan berteleportasi ke kamarnya agar lebih nyaman melanjutkan kegiatan itu.


wushhhhh....


Tanpa melepas pagutannya, kini Jordan mengiring tubuh Rara dan merubuhkan nya di atas kasur. Gadis itu hanya diam kala tubuhnya di bawah rengkuhan Jordan, membuat Jordan semakin menggila kala merasakan bagian dari tubuhnya mulai aktif.


"Jordan no!!... nanti kau bisa di pasung ayah mertua." batin Jordan berperang dengan hatinya. Namun percuma saja, ia tetap menginginkan hal itu. Belum puas mengeksplor bibir Rara, ciuman itu semakin turun ke leher putihnya.


Jordan masih mengecup leher Rara, bahkan sesekali menggigit pelan hingga meninggalkan bekas kemerahan di sana. "Kamu suka?" Rara terkejut kala Jordan menjilati daun telinga dan lehernya, hingga menciptakan sensasi yang belum pernah Rara rasakan. Tangan kekar itu pun tak bisa diam bermain di pinggang ramping Rara dengan gerakan sensual.


Bolehkah melakukannya sekarang? Bagaimana jika aku di amuk ayah nanti? rupanya Jordan masih berusaha tetap waras. Persetan lah, padahal kini gairahnya tengah menggebu-gebu tak tertahankan.


"Ahh jangan! geliii!"


Jordan mengelus perut Rara dengan sensual, dan menarik wajahnya kembali ke atas. Terlihat napas yang terengah-engah dan wajah berkeringat seperti habis olahraga berat saja. "Hah... hahh... Ra? boleh aku?" tanya Jordan dengan suara beratnya.

__ADS_1


"Jangan sekarang!! Ku berikan semuanya setelah kita menikah." Ucap Rara pelan menatap lekat manik Jordan yang kembali biru menyala. Rara paham betul emosi pria itu saat ini tengah berada di puncak tertinggi.


Cup..


Secepat kilat Rara mengecup bibir Jordan kemudian melepasnya. Di tariknya selimut itu, lalu dengan cepat Rara menelusup ke dalam meninggalkan Jordan yang terpaku dalam posisi mengungkung.


Ingin tertawa sebenarnya, tapi bukan saatnya begitu. Melihat wajah bingung Jordan membuatnya tampak lucu.


"Sini kamu!!! Rawwwwwrrrrrrr."


"Aaaaahhhh, serigalanya ngamuk.!!!" pekik Rara.


" Aaaaaaa.... jangan... jangan... gelii.. tolong! hahahaha." Suara gadis itu bahkan lebih mendominasi.


Kini kamar tersebut di penuhi suara canda dan tawa dari pasangan kekasih yang tengah kasmaran itu.


.


.


.

__ADS_1


to be continued.


Sabar bang Jojo ᕦ😁ᕤ


__ADS_2