
"Sayang. Aku libur aja deh, nggak tega ninggalin kamu begini."
Jordan sudah rapi dengan kemejanya, namun baru hendak memakai jaket ia mengurungkan niatnya. Melihat Rara yang diam lemah begini membuat Jordan semakin cemas.
"Ra, apa mungkin kamu hamil lagi? "
"Jangan ngaco deh kak. Kalau pun iya pasti udah ketahuan pas di periksa dokter... uhuk." Ucap Rara yang hendak beranjak dari kasur. Dengan sigap Jordan membantu sang istri yang langkahnya masih sempoyongan, tapi Rara tidaklah selemah itu jika hanya ke kamar mandi saja.
"Nggak papa, aku bisa sendiri."
Baru sampai di depan kamar mandi, Rara berhenti seketika. Matanya membelalak kemudian memundurkan langkah seraya menjerit. "Aaaaaaaaakkkhhhh!! " Spontan Rara pun nemplok di tubuh suaminya.
greb...
"Kenapa? " tanya Jordan yang tengah berusaha menyeimbangkan diri. Pelukan itu sangat kuat membuat Jordan jadi sesak napas. "i....itu ! ada ular." Ucap Rara tergagap karena bukan main gelinya terhadap makhluk itu.
Mana mungkin ada ular di rumah ini, Jordan sempat tak percaya. Namun, melihat Rara yang begini jiwa penasarannya jadi bangkit seketika. Jordan pun mendekat ke arah yang di tunjuk Rara.
Ia mengambil makhluk itu yang ternyata hanyalah sebuah mainan. Sudah di pastikan jika itu milik Cheryl dan entah kenapa bisa ada di kamar mandi.
"ini?"
__ADS_1
" Aaaaaa jangan!!!" Rara kembali memekik dan semakin menguatkan pelukannya. Namun itu malah terlihat lucu bagi Jordan, hingga ia hanya bisa tertawa puas.
"hiyaaaaa....hiyaaaaa."
Lihatlah jahilnya pria itu. Sungguh tidak memikirkan jika istrinya merasa risih dengan kalakuannya. Mainan ular berwarna hijau tadi di kibas-kibaskan, bahkan di masukkan pula ke dalam baju Rara. Tentu saja itu berhasil membuat Rara menggelinjang dalam gendongan Jordan.
"Aaaaaaaaaa... geli, keluarin!!. Sayang jangan lagi aku takut. Bukan di situ, ini malah masuk ke celana aaaaaa!" pekik Rara menjadi-jadi.
GEDUBRAKK!!
Sementara itu, di luar pintu sana....
"Cheryl ikut oma aja ya."
"na auu. mama...papa auna."
"Tapi mama sama papa lagi sibuk sayang." Elena berusaha membujuk cucunya dengan mengusap-usap pipi gembulnya itu. Elena pun mengangkat tubuh cucunya dan segera membawanya pergi. Bujuk dan rayu masih terjadi seraya berjalan.
"Nanti Oma ajak ke taman seperti kemarin mau??" Melihat gadis kecil itu mengangguk, Elena pun tersenyum puas. Memang tidak sulit membujuk Cheryl kecil karena sejatinya penurut sejak lahir.
Lalu apa yang terjadi di dalam kamar? cekidot!
__ADS_1
"Sssshhhh ini gara-gara kamu!." ucap Rara dengan wajah cemberutnya.
Tubuhnya masih lemas, namun Jordan malah membuat tenaganya terkuras banyak. Beberapa saat lalu keduanya tersungkur di lantai, akibat mainan ular yang merayap di CD Rara. Siapa lagi kalau buka ulah si serigala jahil itu.
Hebatnya lagi, wajah tak berdosa itu begitu senang melihat kekesalan Rara. "Maaf, mana tadi yang kepentok? sini biar ku usap." Jordan menghampiri Rara yang duduk di pinggir bed. Tangannya yang hendak mengusap itu diarahkan ke pinggang Rara.
Posisi Rara tadi tertimpa tubuh Jordan saat mereka jatuh . Itulah sebabnya pinggangnya sempat menabrak pinggiran bed kasurnya. Tidak sakit parah, hanya saja sedikit ngilu hingga Rara mendesis berkali-kali.
"Apanya yang usap? modusss aja kerjaannya.! " Ucap Rara dengan menekankan 's' pada kata modus. Kesal sekali dengan tangan usil itu. Katanya di usap, tapi kenyataannya *******-***** tidak jelas.
Geli tapi enak, sialnya Rara sudah seperti jal**g karena tubuhnya malah merespon seraya menikmati. "Ck, udah ah. Aku laper mau makan." Rara ingin segera menyudahi sebelum suaminya bertindak lebih.
"Mau apa? biar aku masakin. " Tanya Jordan.
"Apa aja. Semua buatanmu aku suka."
.
.
Tbc.
__ADS_1