Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 90 Hari H (Pesta Pernikahan)


__ADS_3

...HAPPY READING!! 😇😇...


H-1 Pesta Pernikahan


Semua persiapan berjalan dengan lancar. Tersisa hari esok di mana Jordan dan Rara akan di pajang di kursi pelaminan dan di umumkan secara publik sebagai pasangan ter-hot tahun ini. Semua undangan telah di sebar untuk beberapa orang penting, kerabat dan juga teman-teman.


Sebelumnya, Rara juga menginginkan pesta outdoor dengan konsep alam. Berhubungan dengan Rara yang begitu menyukai alam dan ia ingin moment penting sekali seumur hidupnya sangat berkesan.


"Gimana? kamu suka dekorasinya? " Tanya Jordan seraya merangkul pinggang Rara.


Kurang lebih seperti ini dekorasi outdoor nya.... 😁😁



Pelaminan berkonsep monochrome minimalis dengan sentuhan tatanan bunga di kedua sisi membuatnya terlihat elegan. Di tambah warna hijau dari berbagai tanaman di sekitarnya, sangat menyegarkan mata.


"Aku suka. Tapi tambahin lagi bunganya ya, yang banyak biar bagus. Warna bunganya jangan yang terlalu mencolok, putih sama pink aja udah bagus.....ya sayang?." Ucap Rara.


Jurus andalan Rara pun keluar, ia memasang wajah dengan puppy eyesnya yang selalu berhasil membuat Jordan tak mampu menolak. "Sesuai keinginanmu, honey." Jordan tersenyum tipis kemudian mengecup sekilas kening Rara.


...💐💐💐💐...


Keesokan harinya...

__ADS_1


7 AM, Pesta Pernikahan outdoor.


Rara tengah bersiap di ruangan khusus. Tubuhnya berbalut gaun indah nan panjang dan begitu pas di tubuh ideal Rara. Memang benar kata Valerie jika apapun yang di kenakan Rara semua jadi tampak menawan seperti empunya.


"Nak, kakimu ini kenapa? " Tanya ibu Ayu saat tidak sengaja melihat bekas luka di pergelangan kaki Rara. Ternyata bekas ikatan tali saat Rara di sekap oleh Marcel beberapa waktu lalu. Rara lupa untuk menutupinya dengan foundation dan itu terlihat sedikit menghitam.


"Ini Rara kesandung bu, udah sembuh kok."


Ceklek... pintu terbuka dan muncul lah sosok pahlawan Rara. "Ayah kenapa nangis?" Tanya Rara heran. Sewaktu moment sakral seminggu lalu beliau pun begini.


"Putri ayah sudah dewasa." Pak Winarto kini memeluk putrinya. Ini tangis bahagia, begitulah ucap sang ayah berkali-kali.


Acara pertama di laksanakan di outdoor terlebih dahulu. Banyaknya bunga sesuai dengan permintaan Rara membuat tempat itu tampak lebih mewah. Selain itu, tamu undangan pada sesi ini lebih sedikit karena Jordan ingin pesta outdoornya lebih tenang.


"Jaga putriku dengan baik dan bahagiakan dia. Jangan rusak kepercayaanku nak." Pak Winarto berkata dengan penuh penekanan membuat Jordan jadi gugup. Namun, dengan sangat yakin Jordan mengangguk mantap.


"Berbahagialah nak." Pak Winarto pun menyerahkan Rara kepada Jordan. Namun tiba-tiba air mata sang ayah mengalir begitu deras hingga Jordan pun memeluknya.


Acara berlangsung tak lama hingga matahari kian meninggi. Kemudian di lanjutkan lagi menuju pesta indoor yang di adakan di gedung hotel Ritz Diamond. Suasana tampak berbeda karena banyak juga wartawan yang meliput. Bahkan beberapa artis dan aktor ternama pun ikut hadir. Tak lupa teman-teman kampus Rara, dan kenalan yang lainnya.


"Nggak nyangka aku Ra. Kamu nikah sama Jordan. Gila bener... wow." Ucap Riana terkagum-kagum.


"Boleh peluk suamimu nggak Ra? Aku ngefans banget dari dulu." Tanya Riana dan berhasil membuat Rara mendelik.

__ADS_1


" Sebentar aja tapi." Rara mengijinkan tapi tatapannya seperti hendak menguliti. Dengan senangnya Riana memeluk sebentar pria idamannya itu.


"Selamat ya Ra, semoga kalian bahagia selalu dan langgeng sampai seterusnya. Btw, makasih loh hehe." Ucap Riana tersenyum puas.


"Makasih na. Nikmati pestanya ya." Sebenarnya Rara kesal karena ada beberapa wanita yang meminta hal serupa, meskipun Jordan juga tidak selalu mau. Pria itu paham jika Rara meremang dan menahan rasa kesalnya.


puk... puk...


Rara menepuk pelan jas Jordan pada beberapa bagian bekas pelukan itu di sertai wajah masamnya. "Nanti malam mandi kembang 70 rupa. Biar hilang dedemit nya." Rara mencebik kesal dan tingkahnya itu membuat Jordan tak tahan untuk menciumnya. Cup...


"Jangan marah-marah terus, nanti cepat tua!! Aku milikmu seutuhnya nanti malam."


"Cuma nanti malam?" Tanya Rara dengan nada sedikit kesal.


" Nggak lah sayangku. Setiap detik pun aku milikmu selamanya. Udah dong jangan cemberut mulu, jelek ih." Jordan menoel hidung Rara gemas.


.


.


.


-To Be Continued-

__ADS_1


__ADS_2